
Setelah
Kaira mengambil foto pacarnya dan wanita lain, Kaira langsung pulang ke rumah
dengan penuh tanda tanya. Dia menduga bahwa wanita tersebut ada hubungan khusus
dengan Dika. Dalam hati Kaira, “Siapa
sebenarnya wanita itu? Oh gue punya ide gue coba pesan kopi di kedainya aja ya
nanti gue pura-pura kenalan terus nanya-nanya deh. Ok gue kesana sekarang
juga.”
Namun suaminya pulang sehingga dia mengurungkan niatnya ke kedai kopi tersebut.
“Buatkan aku kopi susu, bawa ke kamarku secepatnya!” Perintah Raffa.
“Iya tunggu sebentar.” Jawab Kaira.
Kaira segera membuatkan kopi susu untuk suaminya dan membawanya ke kamarnya diatas.
“Ini
kopinya aaaaaaaaaaaaa” Kaira sangat kaget karena ketika dia membuka pintu
kamarnya dia melihat Raffa tanpa memakai baju. Karena
itu kamar pribadinya Raffa jadi dia memang terbiasa tidak memakai sehelai
pakaian ketika keluar masuk kamar mandi. Lalu Raffa segera mengenakan handuk.
“Makanya
mau masuk itu ketuk pintu dulu. Lagipula aku kan suamimu jadi kenapa mesti
__ADS_1
kaget jika kau melihatku seperti ini.” Goda si Raffa.
“Tidak
akan, dasar mesum pikiran kamu. Pasti banyak wanita yang puas denganmu, dasar lelaki mata keranjang bisanya cuma mempermainkan para wanita saja.”
Kata Kaira. Raffa sangat kesal dengan kata-kata yang dilontarkan oleh Kaira
kepadanya. Sehingga membuat Raffa marah besar.
“Apa
kau bilang? Aku melakukan nya dengan wanita lain karena kau tidak mau melayani
suamimu. Harusnya kau itu sadar diri dong, apa kau sudah melaksanakan tugasmu
sebagai seorang istri yang harus melayani suaminya? Kau benar-benar istri tidak
berguna.” Kata Raffa.
“Bukannya
aku wanita biasa aja jelek dan jauh dengan para wanitamu. Bahkan kamar kita
saja terpisah padahal pernikahan kita hampir dua bulan. Kau yang keterlaluan
jadi jangan sembarangan menghinaku atau menyalahkanku.” Jawab Kaira dengan
kesal. Kaira segera keluar dari kamar Raffa namun Raffa menarik tangannya dan
mencium paksa Kaira sehingga membuat bibir Kaira menjadi terluka.
“Dasar
kau laki-laki kurang ajar, apa yang telah kau lakukan kepadaku. Jika kau tidak
__ADS_1
suka denganku tolong jangan sakiti aku. Ingat ya kau seorang lelaki yang lahir
dari rahim seorang wanita. Jika kau menyakiti istrimu sama saja dengan kau
menyakiti ibumu.” Kata Kaira sambil menangis dan memegangi bibirnya yang
kesakitan akibat ulah Raffa. Lalu Kaira turun kebawah menuju kamarnya sambil
menangis dan air matanya yang membanjiri pipinya. Bibirnya benar-benar terluka
hingga berdarah dan terasa sangat perih. Sedangkan Raffa syok dengan semua
perkataan istrinya dan membuat dia bersedih karena teringat oleh ibunya.
**
Dikamar Kaira,
Dia
teringat oleh Rasya, dia teringat bahwa Rasya ingin memiliki apa yang dimiliki
oleh Raffa termasuk istrinya. Dalam hati Kaira, “Gue bener-bener capek, kesel dan greget banget dengan semua kelakuan
si Raffa, gue bakal bales semua perbuatannya agar dia tidak lagi berani
meremehkan gue. Gue bakal bikin dia nyesel abis marahin gue, mukul gue dan
nyakiti gue. Kenapa gue nggak terima aja dan dukung kemauan si Rasya sekalian
juga gue mau bikin dia cemburu hahahaha. Emangnya Cuma dia aja yang punya
banyak wanita simpanan. Liat aja nanti pasti si Raffa bakal nyesel. Besok pagi
gue mau ke dokter sekalian deh minta anterin si Rasya. Sekarang gue tidur dulu
__ADS_1
duh sakit banget bibir gue perih lagi.”
Lalu Kaira segera tidur agar rasa sakitnya tidak terasa lagi.