
Jerry menemui Arabella.
“Hei.” Kata Jerry sambil menepuk pundak Arabella.
“Sayang. Aku sangat merindukanmu benar-benar merindukanmu.” Kata Arabella
lalu memeluk Jerry.
“Lepaskan, ini tempat umum. Sedang apa kamu disini? Apakah kamu
mencurigaiku?” Tanya Jerry.
“Aku sangat merindukanmu sayang dan curiga denganmu. Dimana saudaramu?”
Tanya Arabella.
“Sudah balik ke rumahnya, aku baru saja mengantarnya. Kenapa kamu curiga
denganku? Aku sudah bilang padamu kalau aku sedang berlibur dengan saudaraku
dan juga keluarganya, kenapa kamu tidak mempercayaiku?” Tanya Jerry dengan
kesal.
“Jadi kamu kesal denganku? Harusnya aku yang marah denganmu karena tidak
mengajakku pergi.” Kata Arabella.
“Aku kan sudah bilang maaf untuk saat ini aku tidak bisa mengajakmu, kapan
kamu bisa mengerti perasaanmu sedikit saja, selama ini aku selalu menuruti
perkataanmu tapi untuk saat ini saja beri aku kebebasan dan bersikap seperti
anak kecil dong. Sekarang kembalilah ke Jakarta, aku akan memesankan tiket
untukmu.” Kata Jerry sambil menarik tangan Arabella, namun Arabella melepasnya.
“Tidak mau, kamu jahat sekali mau menyuruhku kembali ke Jakarta. Aku mau
menginap malam ini denganmu.” Kata Arabella.
“Jangan seperti anak kecil, tolong mengertilah aku mohon.” Kata Jerry.
“Ini sudah malam, kamu tega menyuruhku untuk pulang?” Tanya Arabella.
“Salah kamu sendiri kenapa kamu jauh-jauh kesini. Kalau begitu menginaplah
di hotel lalu besok pagi aku akan mengantarmu ke bandara.” Kata Jerry.
“Aku hanya mau menginap satu kamar denganmu.” Kata Arabella.
“Kamu bercanda ya? Tidak bisa.” Kata Jerry. Lalu Arabella mencium paksa
__ADS_1
Jerry namun Jerry melepasnya.
“Apa yang kamu lakukan? Ikut aku sekarang juga.” Kata Jerry.
Jerry membawa Arabella ke hotel yang sama dengannya.
“Masuklah, besok pagi aku akan mengantarmu ke bandara.” Kata Jerry.
“Dimana kamarmu?” Tanya Arabella.
“Tidurlah, aku akan menemuimu besok pagi.” Kata Jerry.
“Apakah kamu akan menemui wanita lain? Apakah kamu tidak suka aku datang
kesini?” Tanya Arabella.
“Ya, aku tidak suka kamu datang kesini. Bukankah kita saling setia dan
saling percaya, apakah kamu melihatku sedang bersama wanita lain? Tidak kan?
Aku akan kembali ke kamarku.” Kata Jerry.
“Baiklah aku akan percaya denganmu, awas kalau kamu macam-macam
dibelakangku.” Kata Arabella.
Lalu Jerry segera menuju ke kamar Feya, namun Feya sudah tertidur. Jerry
mendekatinya dan memeluknya dari belakang, Feya pun terbangun.
“Maafkan aku, kamu pasti menungguku sangat lama hingga tertidur.” Kata
Jerry.
“Bagaimana dengan kak Arabella? Dimana dia?” Tanya Feya.
“Dia menginap dikamar ini, besok pagi aku akan mengantarnya ke bandara dan
menyuruhnya kembali.” Kata Jerry.
“Syukurlah kalau begitu.” Kata Feya sambil memeluk Jerry.
“Untung saja tadi kita mengetahuinya, jika tidak bisa gawat.” Kata Jerry.
“Malam ini menginaplah di kamarku kak.” Kata Feya.
“Kamu yakin aku boleh menginap disini? Apakah aku boleh menyentuhmu?” Tanya
Jerry.
“Aku bersyukur bisa bersamamu kak karena kamu telah menyelamatkanku dan
membantuku. Aku milikmu dan kamu milikku, tidak akan ku biarkan kak Arabella
__ADS_1
memilikimu.” Kata Feya.
“Terima kasih sayang, aku hanya mencintaimu dan akan memperjuangkanmu.”
Kata Jerry.
“Peluklah aku sayang.” Kata Feya dengan sangat berani.
Jerry perlahan membelai rambut Feya, mencium bibir, mata dan leher Feya.
“Aku mencintaimu sayang.” Kata Jerry.
“Aku juga sangat mencintaimu kak. Terima kasih sayang.” Kata Feya lalu
memeluk Jerry dan menciumnya.
Info :
Hai semuanya, jangan lupa mampir ke novel terbaruku ya, judulnya "Terpaut Usia 15 Tahun". Aku tunggu like nya yaah, thank u.
Namaku
Abella Putri, seorang gadis SMA yang baru berusia 18 tahun namun aku sudah
berstatus seorang istri. Kakekku menikahkanku dengan seorang lelaki yang tidak
pernah aku cintai dan belum pernah aku temui selama ini. Namun kakekku berteman
baik dengan ayah lelaki itu, akhirnya menikahkanku dengannya. Aku tinggal
bersama kakek dan nenekku karena kedua orang tuaku bercerai lalu mereka
memutuskan untuk menitipkanku kepada kakek dan nenekku. Lelaki itu adalah
seorang pilot dan berusia 15 tahun lebih tua dariku, oleh karena itu aku tidak
menyukainya namun karena kakek dan nenekku memaksaku akhirnya aku menerimanya.
Setelah aku menikah dengannya aku tinggal bersamanya namun kami membuat
perjanjian bahwa kita akan menjalani hidup masing-masing, dia memang menyukaiku
__ADS_1
namun aku tidak menyukainya, akhirnya dia berjanji pada dirinya tidak akan
menyentuhku apalagi tidur bersamaku.