
Satu bulan kemudian.
Tibalah hari pernikahan Rey dan Kasih. Rey tampak murung dan tidak bersemangat dengan pernikahannya. Padahal tamu orang tuanya dari kedua belah pihak sangat banyak namun tak pernah sekalipun terlihat Rey tersenyum. Bahkan Aura pun datang ke acara pernikahan Rey. Dia dengan tegar menghampiri Rey untuk mengucapkan selamat kepada Rey.
“Hai Rey, selamat akhirnya kamu menikah juga. Semoga kamu bahagia ya.” Kata Aura.
“Bukan ini yang aku inginkan sayang, seandainya kamu tau bahwasanya aku sama sekali tidak mencintai wanita yang ada di sebelahku, aku hanya mencintaimu sayang. Beri aku waktu, dan aku akan menikahimu bagaimanapun caranya.” Kata Rey.
Kasih mendengar percakapan Rey dengan Aura, sehingga membuat Aura menjadi takut akan kehilangan suaminya. Untung saja Kartika segera menghampiri Rey dan menyuruh Aura segera pergi.
“Rey jangan bikin malu.” Kata Kartika.
“Aku akan pastikan untuk menikahinya ma.” Kata Rey.
“Jangan gila kamu ya, istri kamu saat ini adalah Kasih bukan Aura. Aura sebaiknya kamu segera pulang jika urusanmu sudah selesai, semoga kamu bahagia bersama laki-laki lain diluar sana ya, ikhlaskan Rey karena ini demi kebaikan Rey.” Kata Kartika. Aura meneteskan air matanya dan langsung berlari keluar ruangan. Rey berusaha mengejarnya namun Kartika mencegahnya.
Selesai pesta pernikahan, Rey dan Kasih langsung menuju ke rumah baru yang telah disiapkan oleh ayahnya Rey. Setibanya di rumah tersebut.
“Mas ini rumah kita ya? Wah besar sekali rumahnya.” Kata Kasih.
Rey langsung masuk kedalam rumah dengan membawa koper milik dirinya sendiri.
“Biar aku bawakan saja mas kopernya.” Kata Kasih.
__ADS_1
“Urus saja urusanmu sendiri dan jangan ikut campur dengan urusanku. Kita tinggal disini masing-masing kamar terpisah, lagipula aku tidak menyukaimu apalagi mencintaimu, aku sudah memiliki seorang pacar dan bahkan aku sudah melamarnya. Aku juga akan menikahinya.” Kata Rey.
“Lalu bagaimana denganku mas? Aku kan istrimu.” Kata Kasih.
“Memang kita suami istri sah namun jangan pernah berharap aku mau mengaulimu apalagi satu kamar denganmu.” Kata Rey.
“Lalu kenapa kamu mau menikahiku?” Tanya Kasih.
“Karena aku terpaksa dan papaku juga telah memberikan rumah ini kepadaku tapi atas namamu, nanti setelah aku menceraikanmu kamu harus memberikan rumah ini kepadaku.” Kata Rey.
“Aku kira kamu menikahiku karena kamu tulus menerimaku mas.” Kata Kasih.
“Aku jijik denganmu, sampai kapanpun aku tidak akan pernah menyentuhmu. Oh iya kamar utama adalah kamar pribadiku sedangkan kamar satunya adalah kamarmu. Jangan pernah berani masuk kedalam kamarku apapun alasannya.” Kata Rey.
“Satu hal lagi aku juga sudah membuatkan sebuah surat perjanjian tertulis, kita akan mengurus urusan kita masing-masing, cepat tanda tangan surat ini jika tidak ingin aku ceraikan sekarang juga.” Kata Rey. Akhirnya dengan terpaksa Kasih menandatangani surat perjanjian tersebut.
**
Kasih segera masuk kedalam kamarnya, dia pun menangis meratapi nasibnya yang seperti itu. Dia benar-benar sangat sedih melihat perlakuan suaminya terhadapnya. Tiba-tiba salah satu sahabatnya mengirim pesan kepadanya.
“Selamat ***-*** ya Kasihku sahabatku dokterku yang cantik, semoga langsung jadi baby hehehe. Gimana rasanya? Sakit tidak hehehehehe.”
Lalu Kasih menelfon sahabatnya.
__ADS_1
“Loh kok malah menelfonku? Maaf ya aku ganggu honeymoon kamu.” Kata Putri sahabatnya.
“Hehehehe aku sedang datang bulan jadi aku hanya bersenda gurau saja bersama suamiku.” Kata Kasih sambil meneteskan air mata.
“Bersenda gurau sambil bercumbu mesra cieeeeeee, lancar ya. Doaku yang terbaik untuk kalian berdua ya.” Kata Putri.
“Doanya yang tulus ya, doakan aku setiap hari ya.” Kata Kasih.
“Hmmmmm iya, aku tutup dulu ya. Selamat ***-***, semoga kuat sampai beronde-ronde hahahahaha.” Kata Putri lalu langsung menutup telfonnya.
Kasih keluar kamarnya menuju ke dapur. Dia membuatkan suaminya kopi.
“Meskipun mas Rey tidak peduli denganku, aku adalah istrinya jadi aku harus tetap mengerjakan tugas seorang istri.” Kata Kasih. Tak lama kemudian, Rey keluar dari kamar.
“Mas Rey, aku membuatkanmu kopi untuk mas Rey.” Kata Kasih, namun Rey justru melempar kopi tersebut ke wastafel hingga cangkirnya pecah yang membuat Kasih menjerit karena kaget.
“Aaaaaaaaaah, kenapa dibuang mas?” Tanya Kasih.
“Sudah aku bilang kamu tidak perlu repot-repot melakukan tugasmu sebagai seorang istri. Oh iya besok pacarku datang kemari jadi besok pagi kamu harus pergi dari rumah ini dan kembalilah malam hari jam delapan malam.” Kata Rey.
“Sampai kapan kamu seperti ini kepadaku mas?” Tanya Kasih.
“Sampai aku menceraikanmu.” Kata Rey, lalu dia masuk kembali kedalam kamarnya.
__ADS_1