
Raffa pergi menemui Viona.
Setibanya disana, tiba-tiba Viona menusuk perut Raffa hingga Raffa kesakitan.
“Ini balasan yang cukup untukmu,
lama tidak bertemu denganmu mas Raffa tersayang. Selamat tinggal.” Kata Viona.
Kemudian dia meninggalkan Raffa yang sekarat itu.
Tidak lama kemudian Kei datang
dan kaget melihat ayahnya yang berlumuran darah, lalu dia segera membawa
ayahnya ke rumah sakit.
“Apakah Viona yang melakukannya?”
Tanya Kei.
“I I iya.” Jawab Raffa.
“Apa yang papi katakan kepada
Viona sehingga dia menusuk papi seperti ini?” Tanya Kei.
“Dia tiba-tiba langsung menusuk
papi begitu papi datang, dia harus bertanggungjawab dan dia harus masuk
penjara.” Kata Raffa.
“Jika papi melaporkannya ke
penjara, dia juga pasti akan melaporkan papi juga atas apa yang papi lakukan
waktu itu. Biar Kei yang menemui Viona.” Kata Kei.
“Jangan itu sangat berbahaya
sayang, papi tidak ingin dia macam-macam kepadamu. Jangan temui dia, papi yang
memulai jadi papi juga yang harus membereskan masalah ini. Jangan sampai mami
kamu tau bahwa papi seperti ini, nanti pasti mami kamu sedih, lagipula dia
masih lemas.” Kata Raffa.
“Baiklah aku tidak akan
memberitahu mami. Papi istirahat dulu, aku mau pergi sebentar.” Kata Kei.
Kei menemui Viona di kediamannya.
“Bagaimana kondisi papi kamu? Dia
sudah sadar belum? Harusnya aku menusuknya sampai mati tapi aku akan member kesempatan
dia untuk hidup dengan merasakan kesakitan.” Kata Viona.
“Apa yang kamu inginkan? Seharusnya
aku tidak menolongmu waktu itu dan membiarkanmu mati.” Kata Kei.
__ADS_1
“Aku tidak meminta tolong padamu,
tapi kamulah yang menolongku. Aku sudah cukup sabar menghadapi si Raffa dan ini
saatnya dia merasakan apa yang aku rasakan saat itu. Jika Raffa melaporkanku
atas tuduhan percobaan pembunuhan, aku juga akan melaporkannya dengan tuduhan
yang sama.” Kata Viona.
“Baiklah aku akan menurutimu,
sekarang aku minta kembalilah ke luar negeri dan jangan kembali lagi kesini.” Kata
Kei.
“Kamu memang menolongku saat itu
tapi kamu tidak berhak untuk mengatur dimana aku akan tinggal.” Kata Viona.
“Lalu apakah kamu akan membalas
dendam lagi kepada papiku? Apakah kamu harus menghancurkan keluargaku kembali?”
Tanya Kei.
“Kembalikan semua milikku
terlebih dahulu baru aku bisa melepaskan kalian semua.” Kata Viona.
“Aku akan segera mengembalikan
semuanya.” Kata Kei.
Viona menghampiri Raffa di rumah
sakit.
“Hai, lama kita tidak bertemu ya.
Sepertinya lukamu sangat membaik ya sekarang.” Kata Viona.
“Pergilah dari sini, aku tidak
akan melaporkanmu ke polisi dan kamu juga tidak bisa melaporkanku ke polisi. Kita
impas bukan?” Tanya Raffa.
“Kembalikan terlebih dahulu semua
milikku, perusahaan, rumah dan semuanya yang seharusnya milikku. Kamu tidak
berhak memiliki itu semua.” Kata Viona.
“Semua itu sudah menjadi milikku
karena atas nama aku Viona.” Kata Raffa.
“Kalau begitu aku tidak bisa
melepaskanmu sekarang, haruskah aku menusuk luka itu kembali dan merelakanmu
pergi untuk selamanya.” Kata Viona.
__ADS_1
“Jangan macam-macam kepadaku.” Kata
Raffa.
Viona mendekati Raffa dan dia
akan menusuk luka Raffa kembali namun tiba-tiba Kei datang untuk menghentikan
Viona namun senjata tersebut justru terjatuh dan melukai Kei.
“Kei kamu tidak apa-apa? Kenapa kamu
harus datang sih?” Kata Raffa.
“Cepat pergilah dari sini, aku
tidak akan melaporkanmu ke pihak berwajib. Jangan ganggu keluargaku lagi, sudah
cukup dengan apa yang kamu lakukan padaku.” Kata Kei.
Lalu Viona pergi.
Satu tahun kemudian, Raffa dan
Kaira memulai hidupnya dari nol. Karena semua perusahaan dan harta miliknya
sudah menjadi milik Viona kembali. Raffa hanya memiliki rumah yang ditempatinya
tersebut, dia pun memutuskan untuk mengelola sebuah restoran milik adiknya
yaitu Renata. Dia dipercaya Renata untuk mengatur keuangan restoran tersebut
sedangkan Kaira fokus dengan bisnis tempat gym nya waktu itu. Arabella dan
Daniel telah menikah dan dia tinggal di Jakarta bersama suaminya, saat ini dia
sedang hamil anak pertama. Kei juga telah hidup bahagia, dia bahkan memiliki
seorang kekasih yang sangat cantik, dia adalah adik sepupu dari Daniel. Keluarga
mereka pun akhirnya hidup bahagia.
Info :
Terima kasih semuanya, mohon maaf
jika ceritanya kurang menarik, membosankan atau membuat hati pemirsa ikutan
greget dan kesal. Ini hanya cerita ya teman-teman.
Nantikan juga kelanjutan episode dari ceritaku yang lain.
1. Terpaut Usia 15 tahun
2. Menua bersamamu
__ADS_1
3. Lavera club : War of Life (Inspired by Korean Drama The Penthouse)