Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Bagian 8


__ADS_3

“Silahkan


duduk. Sebelumnya saya minta maaf kepadamu, memang anak saya menyuruh saya


untuk menutup kafe itu tapi saya tidak menyetujui. Sepertinya ini ada salah


paham.” Kata Ji Yong.


“Saya tidak


tau apa yang terjadi tapi atasan saya bilang bahwa pemilik gedung telah menutup


kafe itu dan bahkan mengusir kami.” Kata Abel.


“Tapi saya


tidak melakukan hal apapun.” Kata Ji Yong.


“Lalu apakah


anda menuduh saya mengarang cerita?” Tanya Abel.


“Bagaimana


cerita persisnya?” Tanya Ji Yong.


“Sepertinya apa


yang saya lakukan akan sia-siap, kalau begitu saya permisi dulu.” Kata Abel.


Tiba-tiba datanglah istri Ji Yong yaitu Soo Ah. Dia datang bersama putrinya.


“Wah berani


sekali kamu datang kesini.” Kata Seok Kyung.


“Jadi dia yang


berani menabrakmu?” Tanya Soo Ah.


“Iya, untuk


apa kamu datang kesini? Oh pasti kamu menyesal kan? Kamu mau meminta maaf atau


berlutut di depanku? Dasar orang miskin tidak tau diri.” Bentak Seok Kyung


kepada Abel.


“Park Seok


Kyung jaga ucapanmu pada orang yang jauh lebih tua darimu.” Bentak Ji Yong.

__ADS_1


“Dia bersalah


mas dan dia tidak mau meminta maaf pada putri kita. Dia tidak sebanding dengan


kita jadi wajar saja jika Seok Kyung marah padanya.” Kata Soo Ah.


“Saya telah


meminta maaf pada anak anda tapi anak anda menyuruh saya untuk berlutut di


depannya. Itu tidak sebanding dengan kesalahan saya, dia bahkan membentak saya


lalu memperpanjang masalah. Jangan karena kalian orang berkuasa jadi seenaknya


merendahkan orang lain.” Kata Abel. Lalu Soo Ah menampar pipi Abel.


Plak


“Jaga ucapanmu


ya.” Bentak Soo Ah. Seok Kyung pun mendorong Abel hingga terjatuh.


“Hentikan,


sudah sudah jangan memperpanjang masalah ini. Aku yang berhak mengatur


perusahaan ini, jadi keputusanku adalah aku tidak akan menutup kafe itu dan aku


Abel atas apa yang anakku lakukan padamu.” Kata Ji Yong.


“Uang dan


kekuasaan memang segalanya, terima kasih atas tamparan kalian. Saya tidak akan


pernah berlutut meminta maaf pada kalian karena saya telah mengakui kesalahan


saya namun kalian seenaknya kepada orang lain.” Kata Abel, lalu dia pergi.


Sedangkan Soo Ah dan Seok Kyung sangat marah dan kesal dengan keputusan Ji


Yong.


“Aku sangat


kecewa dengan papa, aku benci papa.” Kata Seok Kyung.


“Papa tidak pernah


mengajarimu bersikap kasar kepada orang lain.” Kata Ji Yong.


“Ini semua

__ADS_1


karena kamu selalu mengajarkan Seok Kyung bahwa uang adalah segalanya. Inilah


akibatnya, kamu mencoreng nama baik keluarga kita.” Kata Ji Yong.


“Jadi kamu


menyalahkanku? Kamu lebih membela wanita rendahan itu?” Teriak Soo Ah.


“Pulanglah,


aku tidak ingin semua karyawanku mendengar dan mengetahui masalah ini.” Kata Ji


Yong.


Akhirnya istri


dan anak Ji Yong kembali pulang. Ji Yong merasa sangat bersalah pada Abel


sehingga dia mencarinya. Dia mendatangi kafe tempat Abel bekerja.


“Permisi,


apakah Abel ada didalam?” Tanya Ji Yong kepada Sang Hyun.


“Bukankah anda


Ji Yong-ssi pemilik gedung?” Tanya Sang Hyun.


“Benar, ada


kesalahpahaman. Saya tidak menutup kafe ini jadi kalian bisa tetap bekerja


disini. Dimana Abel? Apakah dia berada disini? Atau dimana rumahnya?” Tanya Ji


Yong.


“Ada apa ini?


Seorang pemilik gedung dan direktur JK Holding mencari Abel? Apa yang telah


Abel lakukan sehingga dia mencari Abel? Aku bahkan tidak tau dia pergi kemana


setelah Jesi menampar dan mengusirnya. Lebih baik aku memberitahu apartemennya


saja.” Kata Sang Hyun dalam hati.


“Saya tidak


tau dimana keberadaannya saat ini, tapi ini tempat tinggal Abel.” Kata Sang


Hyun memberikan alamat Abel. Ji Yong pun segera pergi dan menuju ke tempat

__ADS_1


tinggal Abel.


__ADS_2