Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Part 44


__ADS_3

Kaira menelfon Feya.


“Hallo sayang, kamu jadi pergi ke


Bali?” Tanya Kaira.


“Jadi ma, hanya sebentar kok.”


Kata Feya.


“Tapi mami khawatir kalau kamu


pergi sendiri.” Kata Kaira.


“Jangan khawatirkan aku ma, aku


juga ingin berlibur dengan teman-temanku.” Kata Feya.


“Baiklah, jaga diri dengan baik


ya sayang. Kalau sampai Bali tolong kabari mami ya.” Kata Kaira.


“Iya mami pasti aku akan menelfon


mami setibanya di Bali.” Kata Feya.


“Berangkat jam berapa besok?”


Tanya Kaira.


“Jam 10 pagi ma.” Kata Feya.


“Maafkan mami yak arena tidak


bisa mengantarmu, besok mami ada janji dengan tante Renata.” Kata Kaira.


“Iya ma tidak apa-apa kok, aku


akan meminta supir untuk mengantarku.” Kata Feya.


“Baiklah kalau begitu.” Kata


Kaira.


Feya mendapat pesan teks dari


Jerry. “Aku berangkat dulu ya, sampai ketemu besok. Maaf aku harus berangkat


terlebih dahulu karena aku takut Arabella curiga dengan kita. Aku sedang berada


di bandara sekarang dengan Arabella. I love u.”


**


Di bandara.


“Sayang, kamu serius tidak akan


mengajakku pergi juga?” Tanya Arabella.


“Maaf sayang tapi aku tidak enak


jika mengajakmu. Lain kali kita berlibur bersama ya.” Kata Jerry sambil


membelai rambut Arabella.


“Hmmm baiklah, setibanya disana


segera telfon aku ya sayang. Oh ya satu lagi jangan sampai kamu bertemu dengan

__ADS_1


Feya. Karena dia besok berlibur ke Bali juga bersama teman-temannya.” Kata


Arabella.


“Iya, lagipula untuk apa aku


bertemu dengan Feya. Pasti dia asyik bersama teman-temannya.” Kata Jerry.


“Aku sangat kesal dengannya, aku


berdebat dengannya dan aku menampar pipinya biar dia kapok.” Kata Arabella.


“Astaga jahat sekali kamu, jelas


saja aku lebih memilih Feya disbanding dirimu. Dia sama kejamnya dengan si


Viona.” Kata Jerry dalam hati.


“Jangan seperti itu, dia kan


adikmu. Feya pasti masih labil di usianya jadi jangan kasar dengannya tapi


cukup nasehati dia dengan baik, ok.” Kata Jerry.


“Hmmm iya sayang, hanya kamu yang


bisa mengerti aku.” Kata Arabella.


**


Raffa sedang makan malam bersama


Feya dan Viona.


“Besok kamu jadi pergi ke Bali?”


Tanya Raffa.


bunda memberiku kartu kredit untukku.” Kata Feya.


“Kalau begitu kamu belikan bunda


oleh-oleh dong.” Kata Raffa.


“Tentu saja. Papi kemarin


menginap dirumah mami ya.” Kata Feya.


“Eh iya.” Kata Raffa.


“Ciye, pasti papi dan mami


menghabiskan malam bersama kan papi lama tidak bertemu dengan mami.” Kata Feya.


“Apaan sih kamu ini, bikin papi


jadi malu saja.” Kata Raffa. Viona kesal mendengar perkataan Feya akhirnya


Viona mengganggam tangan Raffa.


“Ada apa? Kamu ingin kembali ke


kamar ya?” Tanya Raffa, Viona hanya mengangguk.


“Baiklah aku akan mengantarmu ke


kamar.” Kata Raffa, namun tangan Viona mengarah ke Raffa seakan dia meminta untuk


menggendongnya.

__ADS_1


“Kamu ingin apa? Kamu ingin aku


menggendongmu?” Tanya Raffa, Viona pun mengangguk.


“Aku lelah, maaf ya.” Kata Raffa,


Viona pun cemberut dan memaksa Raffa untuk menggendongnya. Akhirnya Raffa


menuruti permintaannya.


Saat Raffa menggendong Viona,


Viona memeluknya dengan erat sambil melotot ke arah Feya.


“Dasar tidak tau diri, aku akan


pastikan kamu akan menyesal karena telah merusak keluargaku.” Kata Feya dalam


hati.


Tidak lama kemudian Arabella


kembali pulang.


“Papi dimana? Bunda dimana?”


Tanya Arabella.


“Tentu saja istirahat dikamar.”


Kata Feya, lalu dia masuk kedalam kamarnya.


 


 


 


Info :


Hai hai aku baru saja merilis cerita terbaru loh judulnya "Terpaut Usia 15 Tahun". Jangan lupa mampir ya.


Sebagai bonus aku kasih sinopsisnya yaa.


Namaku


Abella Putri, seorang gadis SMA yang baru berusia 18 tahun namun aku sudah


berstatus seorang istri. Kakekku menikahkanku dengan seorang lelaki yang tidak


pernah aku cintai dan belum pernah aku temui selama ini. Namun kakekku berteman


baik dengan ayah lelaki itu, akhirnya menikahkanku dengannya. Aku tinggal


bersama kakek dan nenekku karena kedua orang tuaku bercerai lalu mereka


memutuskan untuk menitipkanku kepada kakek dan nenekku. Lelaki itu adalah


seorang pilot dan berusia 15 tahun lebih tua dariku, oleh karena itu aku tidak


menyukainya namun karena kakek dan nenekku memaksaku akhirnya aku menerimanya.


Setelah aku menikah dengannya aku tinggal bersamanya namun kami membuat


perjanjian bahwa kita akan menjalani hidup masing-masing, dia memang menyukaiku


namun aku tidak menyukainya, akhirnya dia berjanji pada dirinya tidak akan


menyentuhku apalagi tidur bersamaku.

__ADS_1


 


Jangan lupa mampir ya, Terima kasih.


__ADS_2