
Kaira menelfon Feya.
“Hallo sayang, kamu jadi pergi ke
Bali?” Tanya Kaira.
“Jadi ma, hanya sebentar kok.”
Kata Feya.
“Tapi mami khawatir kalau kamu
pergi sendiri.” Kata Kaira.
“Jangan khawatirkan aku ma, aku
juga ingin berlibur dengan teman-temanku.” Kata Feya.
“Baiklah, jaga diri dengan baik
ya sayang. Kalau sampai Bali tolong kabari mami ya.” Kata Kaira.
“Iya mami pasti aku akan menelfon
mami setibanya di Bali.” Kata Feya.
“Berangkat jam berapa besok?”
Tanya Kaira.
“Jam 10 pagi ma.” Kata Feya.
“Maafkan mami yak arena tidak
bisa mengantarmu, besok mami ada janji dengan tante Renata.” Kata Kaira.
“Iya ma tidak apa-apa kok, aku
akan meminta supir untuk mengantarku.” Kata Feya.
“Baiklah kalau begitu.” Kata
Kaira.
Feya mendapat pesan teks dari
Jerry. “Aku berangkat dulu ya, sampai ketemu besok. Maaf aku harus berangkat
terlebih dahulu karena aku takut Arabella curiga dengan kita. Aku sedang berada
di bandara sekarang dengan Arabella. I love u.”
**
Di bandara.
“Sayang, kamu serius tidak akan
mengajakku pergi juga?” Tanya Arabella.
“Maaf sayang tapi aku tidak enak
jika mengajakmu. Lain kali kita berlibur bersama ya.” Kata Jerry sambil
membelai rambut Arabella.
“Hmmm baiklah, setibanya disana
segera telfon aku ya sayang. Oh ya satu lagi jangan sampai kamu bertemu dengan
__ADS_1
Feya. Karena dia besok berlibur ke Bali juga bersama teman-temannya.” Kata
Arabella.
“Iya, lagipula untuk apa aku
bertemu dengan Feya. Pasti dia asyik bersama teman-temannya.” Kata Jerry.
“Aku sangat kesal dengannya, aku
berdebat dengannya dan aku menampar pipinya biar dia kapok.” Kata Arabella.
“Astaga jahat sekali kamu, jelas
saja aku lebih memilih Feya disbanding dirimu. Dia sama kejamnya dengan si
Viona.” Kata Jerry dalam hati.
“Jangan seperti itu, dia kan
adikmu. Feya pasti masih labil di usianya jadi jangan kasar dengannya tapi
cukup nasehati dia dengan baik, ok.” Kata Jerry.
“Hmmm iya sayang, hanya kamu yang
bisa mengerti aku.” Kata Arabella.
**
Raffa sedang makan malam bersama
Feya dan Viona.
“Besok kamu jadi pergi ke Bali?”
Tanya Raffa.
bunda memberiku kartu kredit untukku.” Kata Feya.
“Kalau begitu kamu belikan bunda
oleh-oleh dong.” Kata Raffa.
“Tentu saja. Papi kemarin
menginap dirumah mami ya.” Kata Feya.
“Eh iya.” Kata Raffa.
“Ciye, pasti papi dan mami
menghabiskan malam bersama kan papi lama tidak bertemu dengan mami.” Kata Feya.
“Apaan sih kamu ini, bikin papi
jadi malu saja.” Kata Raffa. Viona kesal mendengar perkataan Feya akhirnya
Viona mengganggam tangan Raffa.
“Ada apa? Kamu ingin kembali ke
kamar ya?” Tanya Raffa, Viona hanya mengangguk.
“Baiklah aku akan mengantarmu ke
kamar.” Kata Raffa, namun tangan Viona mengarah ke Raffa seakan dia meminta untuk
menggendongnya.
__ADS_1
“Kamu ingin apa? Kamu ingin aku
menggendongmu?” Tanya Raffa, Viona pun mengangguk.
“Aku lelah, maaf ya.” Kata Raffa,
Viona pun cemberut dan memaksa Raffa untuk menggendongnya. Akhirnya Raffa
menuruti permintaannya.
Saat Raffa menggendong Viona,
Viona memeluknya dengan erat sambil melotot ke arah Feya.
“Dasar tidak tau diri, aku akan
pastikan kamu akan menyesal karena telah merusak keluargaku.” Kata Feya dalam
hati.
Tidak lama kemudian Arabella
kembali pulang.
“Papi dimana? Bunda dimana?”
Tanya Arabella.
“Tentu saja istirahat dikamar.”
Kata Feya, lalu dia masuk kedalam kamarnya.
Info :
Hai hai aku baru saja merilis cerita terbaru loh judulnya "Terpaut Usia 15 Tahun". Jangan lupa mampir ya.
Sebagai bonus aku kasih sinopsisnya yaa.
Namaku
Abella Putri, seorang gadis SMA yang baru berusia 18 tahun namun aku sudah
berstatus seorang istri. Kakekku menikahkanku dengan seorang lelaki yang tidak
pernah aku cintai dan belum pernah aku temui selama ini. Namun kakekku berteman
baik dengan ayah lelaki itu, akhirnya menikahkanku dengannya. Aku tinggal
bersama kakek dan nenekku karena kedua orang tuaku bercerai lalu mereka
memutuskan untuk menitipkanku kepada kakek dan nenekku. Lelaki itu adalah
seorang pilot dan berusia 15 tahun lebih tua dariku, oleh karena itu aku tidak
menyukainya namun karena kakek dan nenekku memaksaku akhirnya aku menerimanya.
Setelah aku menikah dengannya aku tinggal bersamanya namun kami membuat
perjanjian bahwa kita akan menjalani hidup masing-masing, dia memang menyukaiku
namun aku tidak menyukainya, akhirnya dia berjanji pada dirinya tidak akan
menyentuhku apalagi tidur bersamaku.
__ADS_1
Jangan lupa mampir ya, Terima kasih.