
Arabella menemui
Daniel.
“Maaf pak telah
menunggu saya lama, saya menguapkan terima kasih banyak karena bapak telah
menemani saya datang ke acara itu. Saya benar-benar berhutang budi dengan
bapak.” Kata Arabella.
“Sama-sama, saya
kembali ke kamar dulu kalau begitu. Jangan lupa besok kita ada meeting dan saya
tidak suka dengan orang yang telat,
ingat itu.” Kata Daniel.
“Baik pak,
selamat malam pak.” Kata Arabella.
“Selamat malam.”
Kata Daniel.
**
Jerry dan Feya
sedang berdebat masalah kedatangan Arabella. Mereka sedang berada didalam
hotel.
“Kamu
memberitahu kakakku ya kalau kita menikah?” Tanya Feya.
“Mana mungkin
aku memberitahunya, pasti kamu yang mengundangnya. Lihat kita dipermalukan
didepan para tamu undangan.” Kata Jerry kesal.
“Jadi kamu
menyalahkan aku? Kamu kira aku tidak malu karena ulah kakakku? Aku jugasangat kesal jadi
mana mungkin aku mengundangnya kesini.” Kata Feya.
“Para tamu
undangan yang datang tadi adalah orang-orang penting, aku sangat malu dengan
__ADS_1
ulah kakakmu.” Kata Jerry.
“Kenapa kamu
menyalahkanku, bagaimanapun juga dia adalah mantanmu.” Kata Feya.
“Aku sangat
kesal hari ini, ini semua gara-gara keluargamu yang sangat kacau.” Kata Jerry, lalu dia keluar.
“Mau kemana kamu
mas? Jangan pergi, ini malam pertama kita sebagai pasangan suami istri. Mas mas
jangan tinggalkan aku.” Teriak Feya, namun Jerry tetap pergi.
Dia pergi ke bar hingga keesokan
paginya.
Kemudian dia kembali lagi ke hotel, namun dia
bertemu dengan Arabelladi lobby
hotel.
“Astaga, kenapa
kamu pagi-pagi berkeliaran didepan hotel? Bukankah kalian sedang menikmati
Arabella.
“Kenapa kamu
harus datang ke acaraku?” Tanya Jerry.
“Kenapa kamu
menikahi Feya? Berani sekali kamu bermain di belakangku? Aku sengaja pergi ke
luar negeri untuk melupakan semuanya tapi disaat aku sedang ada kerjaan disini justru aku
melihatmu menikah dengan dia. Kenapa kamu tidak bisa menghilang dari hidupku?
Apakah aku salah jika datang ke acara semalam? Kamu menyalahkanku? Bagaimana
jika kamu berada di posisiku?” Tanya Arabella sambil meneteskan air mata, lalu
segera menghapusnya.
“Astaga kenapa juga aku menangis karena lelaki sepertimu.” Kata Arabella.
“Maaf aku
membuatmu menangis. Aku tidak akan menyalahkanmu. Aku hanya
__ADS_1
malu dan kesal karena kamu mempermalukanku di depan para tamu undanganku.” Kata Jerry sambil memberi tisu kepada Arabella. Lalu Arabella
memeluk Jerry karena Arabella melihat Feya sedang lewat, Arabella melirik ke
arah Feya dan sengaja membuat Feya terbakar cemburu. Feya pun sangat kesal lalu
menghampiri mereka.
“Apa yang kamu
lakukan mas?” Bentak Feya.
“Tidak ada, aku
hanya bertemu dengannya disini. Jangan berlebihan.” Kata Jerry.
“Aku pergi dulu,
jaga suamimu dengan baik. Kemarin kamu menikah tapi suamimu malah menemui
mantan pacarnya sekarang, istri macam apa kamu.” Kata Arabella, lalu dia pergi.
Feya terbakar
cemburu dan melampiaskan amarahnya kepada suaminya.
“Kamu berani
menemuinya disaat malam pertama kita? Kamu benar-benar suami tidak tau diri
ya.” Bentak Feya.
“Sudah, jangan banyak bicara. Aku lelah dan aku
ingin istirahat.” Kata Jerry.
“Lalu bagaimana denganku? Apakah kamu tidak peduli dengan istrimu? Mas mas.”
Teriak Feya.
“Ini semua gara-gara kak Arabella, kenapa sih dia harus kembali kesini. Jerry
juga kenapa harus bertemu dengannya, pasti Arabella sengaja membuatku terbakar
cemburu. Bagaimanapun juga saat ini aku adalah istri sah nya kak Jerry. Aku harus
tenang saat ini, lagipula setelah ini pasti kak Arabella akan kembali lagi ke
Singapore.” Kata Feya dalam hati.
Info :
__ADS_1
Jangan lupa ya mampir ke novel terbaruku yang berjudul "Terpaut Usia 15 Tahun". Terima kasih.