Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Part 64


__ADS_3

Arabella menemui


Daniel.


“Maaf pak telah


menunggu saya lama, saya menguapkan terima kasih banyak karena bapak telah


menemani saya datang ke acara itu. Saya benar-benar berhutang budi dengan


bapak.” Kata Arabella.


“Sama-sama, saya


kembali ke kamar dulu kalau begitu. Jangan lupa besok kita ada meeting dan saya


tidak suka dengan orang yang telat,


ingat itu.” Kata Daniel.


“Baik pak,


selamat malam pak.” Kata Arabella.


“Selamat malam.”


Kata Daniel.


**


Jerry dan Feya


sedang berdebat masalah kedatangan Arabella. Mereka sedang berada didalam


hotel.


“Kamu


memberitahu kakakku ya kalau kita menikah?” Tanya Feya.


“Mana mungkin


aku memberitahunya, pasti kamu yang mengundangnya. Lihat kita dipermalukan


didepan para tamu undangan.” Kata Jerry kesal.


“Jadi kamu


menyalahkan aku? Kamu kira aku tidak malu karena ulah kakakku? Aku jugasangat kesal jadi


mana mungkin aku mengundangnya kesini.” Kata Feya.


“Para tamu


undangan yang datang tadi adalah orang-orang penting, aku sangat malu dengan

__ADS_1


ulah kakakmu.” Kata Jerry.


“Kenapa kamu


menyalahkanku, bagaimanapun juga dia adalah mantanmu.” Kata Feya.


“Aku sangat


kesal hari ini, ini semua gara-gara keluargamu yang sangat kacau.” Kata Jerry, lalu dia keluar.


“Mau kemana kamu


mas? Jangan pergi, ini malam pertama kita sebagai pasangan suami istri. Mas mas


jangan tinggalkan aku.” Teriak Feya, namun Jerry tetap pergi.


Dia pergi ke bar hingga keesokan


paginya.


Kemudian dia kembali lagi ke hotel, namun dia


bertemu dengan Arabelladi lobby


hotel.


“Astaga, kenapa


kamu pagi-pagi berkeliaran didepan hotel? Bukankah kalian sedang menikmati


Arabella.


“Kenapa kamu


harus datang ke acaraku?” Tanya Jerry.


“Kenapa kamu


menikahi Feya? Berani sekali kamu bermain di belakangku? Aku sengaja pergi ke


luar negeri untuk melupakan semuanya tapi disaat aku sedang ada kerjaan disini justru aku


melihatmu menikah dengan dia. Kenapa kamu tidak bisa menghilang dari hidupku?


Apakah aku salah jika datang ke acara semalam? Kamu menyalahkanku? Bagaimana


jika kamu berada di posisiku?” Tanya Arabella sambil meneteskan air mata, lalu


segera menghapusnya.


“Astaga kenapa juga aku menangis karena lelaki sepertimu.” Kata Arabella.


“Maaf aku


membuatmu menangis. Aku tidak akan menyalahkanmu. Aku hanya

__ADS_1


malu dan kesal karena kamu mempermalukanku di depan para tamu undanganku.” Kata Jerry sambil memberi tisu kepada Arabella. Lalu Arabella


memeluk Jerry karena Arabella melihat Feya sedang lewat, Arabella melirik ke


arah Feya dan sengaja membuat Feya terbakar cemburu. Feya pun sangat kesal lalu


menghampiri mereka.


“Apa yang kamu


lakukan mas?” Bentak Feya.


“Tidak ada, aku


hanya bertemu dengannya disini. Jangan berlebihan.” Kata Jerry.


“Aku pergi dulu,


jaga suamimu dengan baik. Kemarin kamu menikah tapi suamimu malah menemui


mantan pacarnya sekarang, istri macam apa kamu.” Kata Arabella, lalu dia pergi.


Feya terbakar


cemburu dan melampiaskan amarahnya kepada suaminya.


“Kamu berani


menemuinya disaat malam pertama kita? Kamu benar-benar suami tidak tau diri


ya.” Bentak Feya.


“Sudah, jangan banyak bicara. Aku lelah dan aku


ingin istirahat.” Kata Jerry.


“Lalu bagaimana denganku? Apakah kamu tidak peduli dengan istrimu? Mas mas.”


Teriak Feya.


“Ini semua gara-gara kak Arabella, kenapa sih dia harus kembali kesini. Jerry


juga kenapa harus bertemu dengannya, pasti Arabella sengaja membuatku terbakar


cemburu. Bagaimanapun juga saat ini aku adalah istri sah nya kak Jerry. Aku harus


tenang saat ini, lagipula setelah ini pasti kak Arabella akan kembali lagi ke


Singapore.” Kata Feya dalam hati.


 


 


Info :

__ADS_1


Jangan lupa ya mampir ke novel terbaruku yang berjudul "Terpaut Usia 15 Tahun". Terima kasih.


__ADS_2