
Raffa dan Kaira masih berdebat.
“Kenapa kamu diam saja? Apakah selama ini kamu mengikutiku dan
mengawasiku?” Tanya Raffa.
“Kamu kenapa sih mas tiba-tiba seperti ini? Aneh banget.” Kata Kaira.
“Jawab saja pertanyaanku.” Kata Raffa.
“Tidak, apakah kamu puas?” Kata Kaira.
“Aku merasa bahwa aku sedang di awasi dan di ikuti oleh seseorang makanya
aku bertanya padamu.” Kata Raffa.
“Jadi kamu menuduh istrimu?” Tanya Kaira.
“Aku bukan menuduhmu tapi bertanya padamu.” Kata Raffa.
“Tapi kamu seperti sedang menuduhku. Lagipula untuk apa aku mengawasi dan
mengikutimu? Bukankah kamu sendiri yang bilang bahwa kita harus saling terbuka
dan jujur serta saling percaya satu sama lain. Oh apa jangan-jangan kamu yang
menyembunyikan sesuatu dariku? Apakah jangan-jangan kamu sedang mengencani
seorang wanita lagi?” Tanya Kaira.
Raffa pun kesal dan membentak istrinya.
“Jaga ucapanmu ya.” Bentak Raffa.
**
Raffa diam-diam mengecek riwayat perjalanan terakhir Kaira, Kei dan
Arabella di maps GPS mobil mereka masing-masing, dan hanya mobil milik Kaira lah yang
perjalanan terakhirnya ke bandara.
“Mobil Kei dan Arabella hari ini tidak ke bandara dan hanya mobil Kaira
saja yang ke bandara. Tapi sepertinya itu bukanlah ulah Kaira, lalu siapa yang
menerorku selama ini.” Kata Raffa dalam hati.
__ADS_1
Tiba-tiba Kei datang menghampiri Raffa.
“Papi sedang apa didalam mobil mami malam-malam begini?” Tanya Kei.
“Astaga Kei, tidak apa-apa. Papi tidak bisa tidur makanya papi disini. Kamu
sedang apa Kei?” Tanya Raffa.
“Aku lapar pa malam-malam begini, lalu membuat mie instan. Lalu aku melihat
papi disini makanya aku menghampiri papi.” Kata Kei.
“Apa pekerjaanmu lancar akhir-akhir ini?” Tanya Raffa.
“Tentu saja.” Kata Kei.
“Apakah kamu percaya dengan adanya hantu?” Tanya Raffa.
“Apa? Hantu? Aku percaya ada kehidupan sesudah mati jadi aku juga percaya
dengan adanya makhluk lain selain kita. Memangnya kenapa tiba-tiba papi
bertanya seperti itu?” Tanya Kei.
“Akhir-akhir ini papi sulit tidur karena sering memimpikan mendiang Viona.”
Kata Raffa.
ingin papi mengakui semua kesalahan yang papi perbuat, setidaknya mengakulah
kepada mami dan kak Arabella meskipun memang sangat berat.” Kata Kei dalam
hati.
“Itu kan hanya mimpi pa, papi pasti berpikir bahwa papi sering dihantui
oleh Viona ya?” Tanya Kei.
“Iya, dia seperti menghantui papi makanya papi sulit untuk tidur. Kenapa
sih dia harus menghantui papi seperti itu dan kenapa dia harus datang ke mimpi
papi.” Kata Raffa.
“Mungkin ada yang ingin Viona sampaikan pada papi atau mungkin ada yang
ingin papi katakan kepada Viona makanya papi sering bermimpi dia.” Kata Kei.
__ADS_1
“Tidak ada yang ingin papi katakan padanya, papi sudah sangat mengikhlaskan
kepergian dia.” Kata Raffa.
“Apa mungkin dia ingin mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi padanya ya
pa? Bahkan kak Arabella saja masih sulit menerima kenyataan bahwa Viona sudah
pergi untuk selamanya.” Kata Kei.
“Dia meninggal karena tenggelam, harusnya dia bisa menerima hal itu.” Kata
Raffa.
“Tapi sangat tidak wajar pa, karena saat itu kondisi Viona sedang sakit dan
bahkan sulit untuk sekedar berdiri sendiri. Apakah di saat terakhirnya Viona,
papi bersamanya?” Tanya Kei.
“Tentu saja tidak, papi kan sedang di kantor waktu itu. Tiba-tiba dapat
kabar seperti itu tentu saja papi sangat syok.” Kata Raffa.
“Apakah papi saat itu mencintainya?” Tanya Kei.
“Untuk apa kamu bertanya hal itu pada papi? Papi hanya mencintai mami
kamu.” Kata Raffa.
“Aku hanya penasaran karena saat itu papi menikahi Viona tanpa berpikir
panjang. Aku mengira bahwa papi jatuh cinta dengan Viona.” Kata Kei.
“Papi tidak mencintainya karena dia hanya mengatur papi saat itu dan sama
sekali tidak memberi kebebasan pada papi makanya papi sangat kesal padanya.”
Kata Raffa.
Info :
Jangan lupa like nya ya teman-teman.
__ADS_1
Salam sehat semuanya, terima kasih.