
Di bandara.
“Ini buat kalian berdua.” Kata Viona memberikan makan dan minum untuk Arabella dan Feya.
“Terima kasih bunda.” Kata Feya dan Arabella.
“Kalian kalau ingin ke toilet atau kemana gitu sekarang saja karena setelah ini kita mau naik pesawat.” Kata Viona.
“Iya mami eh maaf bunda.” Kata Arabella, Viona hanya tersenyum.
**
Setibanya di Jakarta, Viona mengantar Arabella dan Feya ke rumah Kaira.
“Akhirnya sampai juga kalian di rumah, mami kangen sekali sama kalian.” Kata Kaira, Feya dan Arabella segera masuk kedalam rumah.
“Aku langsung pulang ya kalau begitu, karena aku harus ke kantor hari ini.” Kata Viona.
“Iya, tadi aku sudah menyuruh supirku ke bandara, memangnya kalian tidak bertemu dengannya?” Tanya Kaira.
“Tidak, aku langsung kembali pulang ya, permisi.” Kata Viona.
Viona kembali pulang sedangkan Kaira menemui kedua anaknya.
“Ponsel kalian off yak ok mami tidak bisa menelfon kalian?” Tanya Kaira.
“Tidak.” Kata Arabella.
“Tidak kok ma, justru aku yang bertanya-tanya kenapa mami tidak menelfon atau mengirim pesan kepadaku. Untung saja ada bunda Viona yang selalu ada untukku dan kak Arabella.” Kata Feya.
“Kenapa kamu memanggilnya dengan sebutan bunda?” Tanya Kaira.
__ADS_1
“Memangnya tidak boleh?” Tanya Arabella.
“Mami tidak suka jika kalian memanggilnya dengan sebutan bunda. Panggil saja dia tante Viona. Dia kemarin nggak bilang apa-apa tentang mami dan papi kan?” Tanya Kaira.
“Tidak, memangnya kenapa? Kemarin aku bersenang-senang dengannya.” Kata Feya.
“Pokoknya mami tidak mau kalian berdua memanggilnya dengan sebutan bunda.” Kata Kaira.
“Memangnya kenapa?” Tanya Arabella.
“Dia bukan siapa-siapa kalian jadi untuk apa memanggilnya bunda.” Kata Kaira.
“Dia jauh lebih baik daripada mami.” Bisik Arabella, karena Kaira kesal Kaira pun membentak Arabella.
“Tutup mulutmu dasar menyebalkan.” Kata Kaira.
**
“Bunda aku takut.” Kata Arabella.
“Takut kenapa memangnya? Ada bunda disampingmu.” Kata Viona sambil memeluk Arabella.
“Aku takut dengan kenyataan dan hasilnya seperti apa nantinya, tapi aku juga ingin tau siapa orang tua kandungku." Kata Arabella.
“Jangan takut, bunda akan selalu membantumu.” Kata Viona.
“Terima kasih banyak bunda, aku sangat senang bisa bertemu dengan orang sebaik bunda.” Kata Arabella.
“Sama-sama sayang. Kita berangkat sekarang ya.” Kata Viona.
Setibanya di panti asuhan yang dimaksud. Viona dan Arabella segera masuk dan menemui pemilik panti asuhan tersebut.
__ADS_1
“Selamat siang, ada yang bisa kami bantu.” Kata staff panti asuhan.
“Bisa bertemu dengan pemilik panti asuhan ini?” Tanya Viona.
“Bisa bertemu dengan bu Fransiska pemilik panti asuhan ini?” Tanya Arabella.
“Mohon maaf, keperluannya apa ya?” Tanya staff.
“Kami ingin mengetahui informasi terkait siapa orang tua kandung saya.” Kata Arabella.
“Mohon maaf, kami tidak bisa memberikan info ke sembarang orang.” Kata staff.
Lalu Viona mengancam staff tersebut akhirnya mereka bisa bertemu dengan pemilik panti asuhan tersebut.
“Selamat siang, saya dengan bu Amel pemilik panti asuhan ini.” Kata Amel.
“Bisakah saya bertemu dengan bu Fransiska?” Tanya Arabella.
“Mohon maaf dia sudah meninggal dunia dan saya penggantinya.” Kata Amel.
Arabella pun syok dan sedih mendengar bu Fransiska telah meninggal dunia.
“Tenang sayang, kamu harus tenang dulu.” Kata Viona.
“Kalau dia pergi sampai kapanpun aku tidak akan pernah tau siapa orang tua kandungku.” Kata Arabella.
“Kamu harus tenang dulu, biar bunda yang bicara.” Kata Viona.
“Dia dulu tinggal disini, lalu dia di adopsi oleh orang tua angkatnya dan saat ini dia ingin mencari tau siapa orang tua kandungnya, saya ingin melihat data orang tua darinya.” Kata Viona.
“Mohon maaf sebelumnya, data kami sudah terbakar. Tepat 10 tahun yang lalu panti asuhan ini mengalami kebakaran dan merenggut nyawa bu Fransiska serta semua data-data kami juga ikut terbakar, kami mohon maaf tidak bisa membantu.” Kata Amel.
__ADS_1