Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 78


__ADS_3

Di apartemen milik Rasya dan Angel. Mereka sedang menikmati minum teh sambil membahas


sesuatu di ruang keluarga.



“Aku tadi bertemu dengan Kaira dipinggir jalan saat aku perjalanan menuju rumah mas.”


Kata Angel.


“Apa? Kaira sedang di Jepang? Untuk apa dia kesini dan bersama siapa?” Tanya Rasya dengan


heran.


“Mana aku tahu mas, untung aku langsung segera pergi jadi dia tidak mengenaliku.” Kata Angel.


“Untung saja


kau sudah melahirkan, coba kalau kau sedang hamil pasti dia akan mengetahuimu


karena tidak mungkin kau segera bangkit dan jalan kan?” Kata Rasya.


“Iya mas. Aduh


aku tidak tahan seharian harus mengurus bayi mas belum lagi kalau dia menangis,


segera carikan pengasuh bayi.” Kata Angel.


“Sabar, besok


aku akan carikan. Kamu sebagai ibu harusnya bisa dong menenangkannya saat dia


menangis.” Kata Rasya.


“Aku capek mas, dia rewel banget lagi. Pokoknya segera carikan pengasuh.” Kata Angel.


“Iya iya besok akan aku carikan.” Jawab Rasya.


“Mas, apa aku boleh ke Indonesia?” Tanya Angel.


“Ada perlu apa


ke Indonesia? Tidak perlu, kita tinggal disini aja selamanya. Kamu mau

__ADS_1


ninggalin aku sama Kenzo?” Kata Rasya.


“Ya bukan


meninggalkan kalian, tapi aku bosan mas tinggal disini terus, apalagi sekarang


ada bayi aku tidak bisa keluar shoping sesukaku bahkan teman saja aku tidak


punya. Mungkin hanya sebentar saja, boleh ya.” Kata Angel.


“Aku akan


carikan pengasuh untuk anak kita, sudahlah kamu tenang berdiam diri saja


dirumah, apa uang yang aku berikan ke kamu selama ini kurang?” Tanya Rasya.


“Bukan kurang,


tapi aku butuh teman main dan shoping mas. Aku kesepian dirumah terus.” Kata


Angel.


“Kamu bantah


aja bisanya, masih untung aku mau nikahin kamu dan hidupmu terjamin disini. Ah


Kata Rasya.


“Mas mas mau kemana, jangan pergi dong.” Pinta Angel.


 


**


Dimobil Raffa,


mereka hanya berdiam diri tanpa sepatah katapun. Kaira sibuk dengan ponselnya


sedangkan Raffa focus menyetir mobil.


“Penginapanmu dimana?” Tanya Raffa.


“Di Shinjuku Granbell Hotel.” Kata Kaira.

__ADS_1


“Kamu menginap disitu juga? Kebetulan dong, aku juga malam ini menginap di hotel itu.” Kata


Raffa.


“Apa? Kamu


sengaja mengikutiku kan? Dari sekian banyak hotel kenapa kamu harus menginap di


hotel yang sama denganku sih?” Tanya Kaira dengan kesal.


“Jangan salah


paham dulu, pihak penyelenggara pameran memang menyediakan fasilitas bagi para


tamu nya. Memang kalau takdir itu tidak ada siapapun yang bisa menghindari,


termasuk takdir kita bisa bertemu lagi bahkan diluar negeri hehe.” Kata Raffa.


“Lebih baik aku


pindah ke hotel lain saja. Lagipula kau kerja apa sih kok bisa diundang di


acara pameran ini?” Tanya Kaira.


“Tuh kan kamu


ternyata ingin tau aku juga kan. Aku disini mengelola bisnis makanan jepang


dengan temanku, lebih tepatnya teman adikku si Renata.” Kata Raffa.


“Oh jadi gitu.” Jawab Kaira dengan singkat.


“Kamu makin


lama makin cantik makin menawan deh, pantesan aku susah berpaling darimu bahkan


sangat ingin kembali seperti dulu lagi.” Kata Raffa dengan lirih.


“Aku bisa mendengarnya.” Jawab Kaira.


“Itu dari hatiku yang paling dalam Kaira dan tulus.” Kata Raffa.


“Aku akan anggap aku tidak pernah mendengarnya.” Kata Kaira.

__ADS_1


“Baiklah, aku akan menunggumu sampai kapanpun.” Kata Raffa. Kaira hanya terdiam tanpa


membalas perkataan Raffa.


__ADS_2