
Di apartemen milik Rasya dan Angel. Mereka sedang menikmati minum teh sambil membahas
sesuatu di ruang keluarga.
“Aku tadi bertemu dengan Kaira dipinggir jalan saat aku perjalanan menuju rumah mas.”
Kata Angel.
“Apa? Kaira sedang di Jepang? Untuk apa dia kesini dan bersama siapa?” Tanya Rasya dengan
heran.
“Mana aku tahu mas, untung aku langsung segera pergi jadi dia tidak mengenaliku.” Kata Angel.
“Untung saja
kau sudah melahirkan, coba kalau kau sedang hamil pasti dia akan mengetahuimu
karena tidak mungkin kau segera bangkit dan jalan kan?” Kata Rasya.
“Iya mas. Aduh
aku tidak tahan seharian harus mengurus bayi mas belum lagi kalau dia menangis,
segera carikan pengasuh bayi.” Kata Angel.
“Sabar, besok
aku akan carikan. Kamu sebagai ibu harusnya bisa dong menenangkannya saat dia
menangis.” Kata Rasya.
“Aku capek mas, dia rewel banget lagi. Pokoknya segera carikan pengasuh.” Kata Angel.
“Iya iya besok akan aku carikan.” Jawab Rasya.
“Mas, apa aku boleh ke Indonesia?” Tanya Angel.
“Ada perlu apa
ke Indonesia? Tidak perlu, kita tinggal disini aja selamanya. Kamu mau
__ADS_1
ninggalin aku sama Kenzo?” Kata Rasya.
“Ya bukan
meninggalkan kalian, tapi aku bosan mas tinggal disini terus, apalagi sekarang
ada bayi aku tidak bisa keluar shoping sesukaku bahkan teman saja aku tidak
punya. Mungkin hanya sebentar saja, boleh ya.” Kata Angel.
“Aku akan
carikan pengasuh untuk anak kita, sudahlah kamu tenang berdiam diri saja
dirumah, apa uang yang aku berikan ke kamu selama ini kurang?” Tanya Rasya.
“Bukan kurang,
tapi aku butuh teman main dan shoping mas. Aku kesepian dirumah terus.” Kata
Angel.
“Kamu bantah
aja bisanya, masih untung aku mau nikahin kamu dan hidupmu terjamin disini. Ah
Kata Rasya.
“Mas mas mau kemana, jangan pergi dong.” Pinta Angel.
**
Dimobil Raffa,
mereka hanya berdiam diri tanpa sepatah katapun. Kaira sibuk dengan ponselnya
sedangkan Raffa focus menyetir mobil.
“Penginapanmu dimana?” Tanya Raffa.
“Di Shinjuku Granbell Hotel.” Kata Kaira.
__ADS_1
“Kamu menginap disitu juga? Kebetulan dong, aku juga malam ini menginap di hotel itu.” Kata
Raffa.
“Apa? Kamu
sengaja mengikutiku kan? Dari sekian banyak hotel kenapa kamu harus menginap di
hotel yang sama denganku sih?” Tanya Kaira dengan kesal.
“Jangan salah
paham dulu, pihak penyelenggara pameran memang menyediakan fasilitas bagi para
tamu nya. Memang kalau takdir itu tidak ada siapapun yang bisa menghindari,
termasuk takdir kita bisa bertemu lagi bahkan diluar negeri hehe.” Kata Raffa.
“Lebih baik aku
pindah ke hotel lain saja. Lagipula kau kerja apa sih kok bisa diundang di
acara pameran ini?” Tanya Kaira.
“Tuh kan kamu
ternyata ingin tau aku juga kan. Aku disini mengelola bisnis makanan jepang
dengan temanku, lebih tepatnya teman adikku si Renata.” Kata Raffa.
“Oh jadi gitu.” Jawab Kaira dengan singkat.
“Kamu makin
lama makin cantik makin menawan deh, pantesan aku susah berpaling darimu bahkan
sangat ingin kembali seperti dulu lagi.” Kata Raffa dengan lirih.
“Aku bisa mendengarnya.” Jawab Kaira.
“Itu dari hatiku yang paling dalam Kaira dan tulus.” Kata Raffa.
“Aku akan anggap aku tidak pernah mendengarnya.” Kata Kaira.
__ADS_1
“Baiklah, aku akan menunggumu sampai kapanpun.” Kata Raffa. Kaira hanya terdiam tanpa
membalas perkataan Raffa.