
Perasaan sedih langsung menyelimuti hati Ivan saat ia melihat sosok Bryan dari luar ruang perawatan di rumah sakit Concord International Hospital yang merupakan salah satu rumah sakit terbaik di Singapura yang memberikan perawatan kanker terbaik untuk pasien.
Hari yang belum tau kisah sebenarnya terkejut saat Ivan membawanya ke rumah sakit khusus penanganan kanker. Keduanya melihat dari kaca, karena kondisi Byan tidak memungkinkan untuk dijenguk.
“Bos?” Hari tidak bisa menyembunyikan rasa ingin taunya, apa lagi melihat wajah Ivan yang berubah muram tak bersemangat, “Siapa bocah itu”
“Dia putraku,” Ivan berkata dengan raut sedih, “Aku baru mengetahuinya dua minggu yang lalu.”
Hari melongo tak percaya mendengar perkataan Ivan. Ia tak berani bertanya lebih lanjut. Yang ia pikirkan sekarang adalah, apakah sang nyonya sudah mengetahui bahwa suaminya memiliki putra yang ia perkirakan usianya 8 atau 9 tahun. Hari tak berani membayangkan, apa yang akan terjadi jika keluarga besar istri bosnya mengetahui bahwa Ivan telah memiliki putra dari masa lalunya.
Dengan didampingi Hari kini Ivan duduk bersama dr. Leslie Chang, Sp.B.Onk., di ruang prakteknya yang sangat nyaman.
Ivan mulai menanyakan asal usul penyakit Leukimia yang diidap putra yang baru ia lihat tapi belum dapat ia temui, karena kodisinya yang belum stabil untuk menerima tamu.
“Saya ingin mengetahui penyebab putra saya mengidap penyakit itu dokter?” Ivan menatap dr. Chang dengan perasaan tak menentu.
“Leukemia atau kanker sel darah putih adalah jenis kanker yang paling umum terjadi pada anak-anak dan remaja. Sel-sel darah putih abnormal terbentuk di sumsum tulang, menyebar melalui aliran darah dan mendesak sel-sel sehat. Hal ini meningkatkan risiko tubuh untuk terkena infeksi dan masalah lainnya.”
Ivan menyimak perkataan dr. Chang dengan seksama. Ia yakin masih ada kesempatan untuk memberikan kesembuhan pada Bryan.
Dr. Chang meneruskan kembali perkataannya, “Meskipun berat jika anak anda terkena kanker, anda perlu mengetahui bahwa kebanyakan anak-anak dan remaja penderita Leukemia dapat berhasil disembuhkan.”
“Seberapa umumkah leukemia pada anak?”
“Leukemia pada anak-anak dapat terjadi anak-anak pada usia berapapun. Ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko.”
“Apa saja tanda-tanda dan gejalanya, dok?”
“Gejala umum dari leukemia pada anak-anak adalah: kelelahan atau kulit pucat, infeksi dan demam, mudah berdarah atau memar, kelelahan ekstrem atau kelemahan, sesak napas, batuk,” dr. Chang menghela nafas kemudian melanjutkan perkataannya, “Gejala lainnya dapat meliputi: nyeri tulang atau sendi, pembengkakan perut, wajah, lengan, ketiak, sisi leher, atau ************, pembengkakan di atas tulang selangka, kehilangan napsu makan atau penurunan berat badan, sakit kepala, kejang, masalah keseimbangan, atau kelainan penglihatan, ruam, masalah gusi.”
“Apa saja pengobatan untuk Leukemia pada Bryan dok?” Ivan semakin penasaran dengan penjelasan dr. Chang.
__ADS_1
“Sebelum pengobatan kanker dimulai, terkadang seorang anak membutuhkan pengobatan untuk menangani komplikasi penyakit lainnya. Contohnya, perubahan pada sel-sel darah dapat menyebabkan infeksi atau perdarahan berat dan dapat berdampak pada jumlah oksigen yang mencapai jaringan tubuh. Pengobatan dapat melibatkan antibiotik, transfusi darah, atau langkah-langkah lain untuk melawan infeksi.”
Ivan antusias mendengar penjelasan dr. Chang. Ia yakin putranya berada di tangan yang tepat. Dan ia akan mengeluarkan berapa pun biaya demi kesembuhan putra semata wayangnya. Seperti kata Claudia, dia memerlukan keturunan untuk mewarisi semua miliknya.
Dr. Chang melanjutkan penjelasannya, “Kemoterapi adalah pengobatan utama untuk Leukemia anak. Anak Anda akan menerima obat antikanker untuk diminum, atau disuntik ke dalam vena atau cairan sumsum tulang. Untuk mencegah leukemia kambuh kembali, mungkin terapi pemeliharaan dapat dilakukan dalam siklus selama dua atau tiga tahun.
Terapi yang ditargetkan terkadang juga digunakan untuk leukemia. Terapi ini menargetkan bagian-bagian spesifik pada sel-sel kanker, bekerja dengan cara berbeda dari kemoterapi standar. Efektif untuk beberapa jenis leukemia anak, terapi yang ditargetkan seringkali memberikan efek samping yang lebih sedikit.
Jenis pengobatan lainnya dapat meliputi terapi radiasi, yang menggunakan radiasi berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker dan menyusutkan tumor. Ini dapat digunakan untuk membantu mencegah atau mengobati penyebaran leukemia ke bagian tubuh lainnya. Operasi jarang digunakan untuk mengobati leukemia anak.
Jika pengobatan standar tampaknya kurang efektif, transplantasi sel induk bisa jadi pilihan terbaik. Ini melibatkan transplantasi sel-sel induk setelah radiasi seluruh tubuh yang dikombinasikan dengan kemoterapi berdosis tinggi pertama-tama dilakukan untuk menghancurkan sumsum tulang anak.”
Sementara itu di perusahaan IT ternama, tampak Ariq dan Ali beserta Fatih berkumpul. Mereka ingin mendengar keseluruhan cerita Valdo.
Pada saat acara ulang tahun Babby A, Valdo mendapat kiriman foto dari temannya seorang ahli bedah di rumah sakit tempat Bryan di rawat. Dan kebetulan ia adalah kepala ruangan Onkologi untuk pembedahan penyakit kanker dan sejenisnya.
Rekan Valdo yang bernama dr. Samuel Gow, Sp.B mengirimkan foto Ivan yang sedang mengunjungi seorang pasien bernama Bryan Alexander yang baru berumur 9 tahun.
Valdo tidak mempercayai saat dr. Samuel menghubungai via ponsel menceritakan pertemuannya dengan Ivan. Samuel mengatakan kalau Ivan tidak mengenalinya. Tapi ia tau persis, karena kedudukan dan perusahaannya yang sangat terkenal tidak sulit bagi orang untuk mengenal Ivan.
Dr. Samuel langsung menceritakan nama pasien yang dikunjungi Ivan dengan nama yang sangat mirip dengannya, dan wajah yang sama persis dengan rambut coklat kehitaman.
Perasaan Valdo sudah tidak nyaman. Ia segera meminta dr. Samuel untuk melakukan tes DNA memastikan kecurigaannya. Apalagi Khaira tidak menceritakan dengan terperinci perjalanan suaminya ke Singapura, saat mereka berkumpul sore itu di rumah Valdo.
Atas bantuan dr. Samuel yang terus mengamati dan mengikuti pergerakan Ivan selama dua hari di rumah sakit, keinginan Valdo tercapai. Dengan perasaan berdebar ia membaca hasil DNA yang telah dikirim dr. Samuel.
Jantung Valdo berdebar tak beraturan mengetahui kecurigaannya ternyata benar. Ia berpikir panjang. Tidak mungkin ia langsung menceritakan pada Hasya. Hingga ia akhirnya menelpon Ariq untuk bertemu membicarakan temuannya tentang putra Ivan dan kekasihnya di masa lalu.
Kini keempatnya duduk bersama di ruang kerja Ariq mendengarkan cerita Valdo tentang anak biologis Ivan akibat hubungannya di masa lalu. Bahkan Ivan telah mengurusi dan membiayai semua pengobatannya di Singapura.
“Ini yang ku khawatirkan,” Ali langsung menggeram.
__ADS_1
“Apakah kisah ayah dan bunda akan kembali menimpa Rara?” Ariq menggelengkan kepala tak sanggup membayangkan kekecewaan adiknya jika mengetahui kenyataan yang sebenarnya bahwa Ivan telah memiliki seorang anak.
“Apa maksud mas Ariq?” Fatih penasaran dengan ucapan Ariq.
Ariq menghela nafas dengan berat, “Ayah melepas bunda karena kembali dengan cinta masa lalunya.”
“Bukankah mas Ivan sangat mencintai Rara?” Fatih masih ingat dengan ucapan Ivan tempo hari saat keluarga ingin membawa Rara pergi.
“Bagaimana dengan kekasihnya, apa mereka pernah bertemu?” kini Ali semakin penasaran mendengar percakapan Ariq dan Fatih.
“Menurut informanku yang bekerja di sana, perempuan bule itu bernama Claudia. Dia pernah sekali mendatangi Ivan di perusahaan,” Ariq berkata sambil menghela nafas berat.
“Apa yang harus kita lakukan?” Fatih menatap ketiga saudaranya dengan bingung.
“Kita akan menemui Ivan dan meminta penjelasan darinya,” ujar Ariq pelan, “Aku yakin Rara belum mengetahui masalah ini.”
“Apa kita perlu membicarakan ini dengan Rara terlebih dahulu?” tanya Ali sambil memandang Ariq yang kelihatan tegang.
“Tidak,” Ariq menjawab cepat, “Kita akan membicarakan ini dengan Ivan terlebih dahulu. Setelah mendengar apa pun keputusan Ivan baru kita menemui Rara.”
“Apa mbak Sasya tau masalah ini?” Fatih akhirnya menatap Valdo yang terdiam mendengar perkataan sanak ipar nya.
Valdo menggelengkan kepala, “Aku belum membicarakan masalah ini dengannnya. Aku khawatir dia akan bertindak di luar dugaan kita.”
“Benar, lebih baik Sasya tidak usah tau masalah ini sampai Rara dan Ivan membicarakan masalah ini berdua. Walau bagaimana pun mereka berdualah yang akan memutuskan.”
“Bagaimana jika Ivan ingin menikah siri dengan perempuan yang telah memberinya seorang anak?” Valdo mengajukan pertanyaan yang sangat dibenci oleh Fatih, walau dalam hati tersirat juga pertanyaan itu.
“Semua keputusan mereka berdua harus kita hargai. Yang menjalani mereka, kita hanya melihat. Semoga apa pun yang mereka putuskan adalah yang terbaik,” ujar Ariq dengan tenang.
__ADS_1
*** Ikuti dan dukung terus ya. Sayang reader semua .... ***