Bidadari Surga Yang Dirindukan

Bidadari Surga Yang Dirindukan
Bab 272 S2 (Kejutan Buat Laras)


__ADS_3

Laura merasa senang karena hari ini Laras mengundangnya ke rumah untuk makan malam bersama. Ia datang sejak pukul 9 pagi. Mereka berdua akan  memasak menu istimewa untuk makan malam.


Cerita Berli tentang masa lalu Ivan membuat Laura bersemangat untuk mendapatkan hatinya. Apalagi sekarang ia mendapat kesempatan untuk memasak bersama Laras guna merayakan ulang tahun Laras dan Ivan yang sama tanggal dan bulannya.


Berbagai rencana telah ia siapkan untuk menyambut malam istimewa bersama Ivan. Apalagi lampu hijau dari Laras sudah ia dapat sejak awal. Bobby sengaja tidak ia bawa. Ia ingin memberikan kejutan ulang tahun yang manis bagi Ivan untuk mulai penjajakan lebih awal.


Ia yakin Ivan lelaki dewasa yang sudah lama tidak merasakan sentuhan dan kehangatan perempuan. Ia sudah mempersiapkan diri untuk itu.


Laura sudah membayangkan betapa menyenangkan menjadi menantu di rumah mewah milik Laras. Dengan suami tampan dan kaya, perempuan mana yang tidak akan tergoda. Akan banyak perempuan iri padanya.


“Tante senang kamu dan Bobby sering main ke mari. Rumah tante rasanya lebih semarak,” ujar Laras serius, “Hari ini kamu gak bawa Bobby?”


“Saya juga senang tante bisa menerima kehadiran saya dan Bobby. Perhatian dan kasih sayang tante membuat saya dan Bobby betah di sini,” Laura berkelit karena ia tidak ingin rencananya malam ini terganggu “Papanya ingin memperkenalkan Bobby dengan calon ibu sambung Bobby.”


“Kamu sendiri kenapa belum memulai berumah tangga?” Laras memandangnya dengan lekat.


“Belum ada yang cocok tante,” Laura berkata dengan sendu, “Saya ingin mencari suami yang benar-benar menginginkan saya apa adanya. Tanpa memandang fisik dan sebagainya …. “


Laras mengusap lengan Laura dengan lembut. Ia sadar, Ivan belum bisa melupakan Khaira. Tapi saat bertemu Khaira dengan lelaki simpatik dan perempuan yang berjalan bersamanya, perasaan Laras tidak nyaman.


Melihat cara lelaki itu yang memandang Khaira dan perempuan yang bersama mereka, Laras yakin bahwa telah terjalin hubungan yang serius diantara mereka. Ia tidak ingin Ivan kecewa setelah mengetahui bahwa Khaira telah memilih jalan hidupnya sendiri.


Satu-satunya yang ia pikirkan adalah membuat Ivan segera melupakan Khaira.  Orang yang menurutnya paling tepat tentu saja Laura, apalagi ada Bobby yang bisa membuat Ivan luluh.


Laras yakin, Laura akan mampu mengobati semua penyesalan dan kekecewaan  Ivan di masa lalu, apalagi dari segi penampilan Laura sangat ahli untuk membuat orang tertarik padanya. Dengan keberadaan Laura ia berharap Ivan mulai menata hidup dan melanjutkan kehidupan di masa datang dengan seseorang di sampingnya.


“Ivan juga sama seperti kamu. Kesedihan di masa lalu membuatnya sulit untuk bangkit. Tante ingin Ivan bisa kembali seperti dulu. Seandainya kalian berjodoh, tante lah yang paling bahagia untuk kalian.”


“Saya hanya seorang single parent, mana mungkin ada lelaki yang menginginkan saya tante,” Laura berpura-pura merendah saat Laras mulai menceritakan kesedihannya tentang Ivan.


“Kamu itu cantik sayang …. “ Laras menatapnya lekat, “Tante yakin, dengan kebaikanmu dan Bobby akan menyembuhkan segala luka Ivan.”


“Apa tante tidak masalah dengan status saya?” Laura memasang tampang sedihnya. Ia sangat tau bahwa Laras tipe perempuan yang mudah berempati dengan kesusahan orang lain, “Masih banyak perempuan lajang dan masih muda di luaran sana ….”

__ADS_1


“Tante berteman lama dengan mamamu. Tante percaya kamu perempuan yang baik. Apalagi mendengar ceritamu tentang kedekatan Ivan dan  Bobby. Tante yakin kehadiran kalian seiring waktu akan menyembuhkan segala kesedihan Ivan.”


Senyum ceria terbit di wajah Laura. Bayangan sosok tampan Ivan dengan kumis dan brewoknya membuat angan Laura melayang kemana-mana. Betapa ia memujanya dengan sepenuh jiwa.  Setelah  perhatian yang diberikan Ivan pada Bobby membuat ia tak pernah melepas Ivan dari pikirannya.


Tidak akan ada perempuan lain yang mampu mengalahkan pesonanya dalam memikat Ivan. Ia yakin dengan bantuan Laras semua keinginannya akan segera tercapai. Dan rencana pertama akan ia lakukan malam ini.


Jika semuanya bisa berjalan lancar, ia yakin tidak akan ada penolakan lagi dari Ivan akan keberadaan dirinya. Ia tau, Ivan adalah lelaki yang bertanggung jawab. Ia siap memainkan perannya malam ini walau dengan segala resiko  yang harus ia tanggung.


“Apa tante yakin mas Ivan akan pulang malam ini?” Laura ingin memastikan kedatangan Ivan. Jika Ivan sampai tidak pulang maka rencananya akan gagal total.


“Tentu saja. Hari ini bertepatan dengan hari lahirnya dan tante. Ia tidak pernah melupakan hari istimewa tante,” Laras berkata dengan bangga.


“Tante, saya ingin tau tentang masa lalu mas Ivan,” Laura masih penasaran dengan Ivan karena berita simpang siur yang ia dengar di luaran.


“Setiap orang punya masa lalu. Tante tidak ingin mengingatnya lagi,  semua sangat menyedihkan.” Laras berkata cepat. Ia tau, bukan hanya Ivan yang bersalah, dirinya turut memiliki andil atas semua yang terjadi hingga perpisahan Khaira dan Ivan terjadi.


Laura terdiam. Ia tidak bisa memaksa Laras untuk menceritakan semuanya. Jika cerita lalu hanya membuat kesedihan  yang tak berkesudahan, ia pun tidak ingin mengungkitnya. Ia yakin akan menjadikan Ivan sebagai lelaki yang paling bahagia jika keinginannya menjadi menantu dan nyonya Alexander tercapai.


“Usia Ivan tepat 38 tahun hari ini. Tante berharap di tahun yang akan datang dia sudah memiliki pendamping di sisinya,” Laras tersenyum penuh harap pada Laura, “Dan syukur-syukur bisa memberikan cucu bagi tante. Kamu masih muda, masih ada keempatan untuk menambah momongan jika saat itu tiba.”


“Sekarang kamu beristirahatlah. Tante tau kamu capek seharian membantu tante menyiapkan semua menu untuk nanti malam. Tinggal kita pesan kue tart buat Ivan,” Laras berkata lembut padanya, “Anggap aja rumah sendiri, jangan merasa sungkan ya …. “


Merasa sudah menggenggam restu dari sang calon mertua tajirnya membuat Laura semakin percaya diri. Dengan santai ia melangkah menuju lantai atas yang ia ketahui sebagai kamar milik Ivan. Ia langsung membuka pintu dan memasuki kamar yang luasnya empat kali dengan kamar pribadinya di rumah orang tuanya.


Aroma maskulin yang menyerbak masuk ke indera penciumannya membuat pikiran Laura melanglang buana. Ia berjalan mendekati tempat tidur  besar milik Ivan. Tanpa canggung Laura menghempaskan tubuhnya di sana sambil memejamkan mata.


Pikiran nakal mulai bersarang di otaknya. Mulai malam ini ia tidak akan membiarkan Ivan menolaknya. Setelah malam ini ia yakin Ivan tidak akan melepasnya dan mereka akan mulai merancang masa depan bersama dan tidak ada siapa pun di sana kecuali dirinya, Ivan dan Bobby.


Tangannya mengusap bantal yang masih meninggalkan aroma parfum Ivan.  Laura tertawa kecil membayangkan hal-hal erotis yang bersarang di kepalanya akan apa yang akan ia dan Ivan lakukan di tempat tidur ukuran  double King size tersebut.


Karena merasa lelah dengan aktivitas yang telah ia lakukan bersama Laras, dan pikiran tentang  kebersamaan dengan Ivan membuat Laura mengantuk. Tanpa sadar ia memejamkan mata.


Setengah jam kemudian Ivan telah kembali ke rumah dengan wajah kusut dan penuh kesedihan. Laras yang masih membereskan  sisa-sisa sayuran yang tidak terpakai terkejut ketika Ivan memeluknya tiba-tiba.

__ADS_1


“Hei, apa yang terjadi denganmu? Kenapa seperti ini”  Laras membimbing Ivan duduk dan mengambilkan air putih meletakkanya di meja makan di hadapan Ivan.


“Si kembar sakit. Aku tidak bisa melakukan apa-apa untuk meringankan penyakitnya …. “ air mata Ivan kembali meluncur bebas.


“Si kembar? Siapa mereka?”  dahi Laras berkerut mendengar ucapan Ivan yang penuh kesedihan.


“Anak-anakku bersama Rara  ma …. “


“Ya Allah …. Ivan, apa kamu mimpi?” Laras menekan jantungnya yang berdetak cepat.


“Tidak mama. Ini kenyataan yang sebenarnya. Mama telah memiliki sepasang cucu kembar. Anak-anakku bersama Rara.”


Laras  perlahan duduk di kursi. Berita yang sangat mengejutkan. Ia menatap Ivan tak percaya. Bagaimana mungkin berita ini tidak ia ketahui selama ini?


“Keluarga Rara telah menyembunyikan dan menutupi kebenaran ini dari kita,” Ivan berkata dengan sedih, “Keduanya sekarang berusia 2 tahun lebih.”


“Cepat antar mama ke sana! Aku ingin segera menemui cucu-cucuku,” tanpa berpikir panjang Laras melepas apron dan melemparnya ke sembarang tempat.


“Mama tidak bisa menemui mereka sekarang …. “ lirih suara Ivan menutupi kesedihannya.


“Mama tidak peduli,” Laras menjawab cepat. Ia tidak ingin melewatkan kebersamaan dengan cucu yang sangat ia harapkan dan telah ia ketahui keberadaan mereka.


Laras langsung menarik tangan Ivan membawanya keluar dari dapur. Rasa penasaran  akan keberadaan cucu-cucunya membuat Laras melupakan hal lain.  Ia ingin melihat  keduanya. Perasaan sedih sekaligus bahagia hinggap di hatinya mendengar bahwa Ivan telah memberinya sepasang cucu kembar dari pernikahannya dan Khaira yang kini sudah terpisah.


“Ma, aku ingin membersihkan diri dan berganti pakaian,” ujar Ivan seketika teringat perkataan Ali yang mengatakan wajahnya ancur.


“Gak perlu. Mama ingin menemui mereka sekarang.”


Tanpa melepaskan tangannya dari lengan Ivan, Laras berjalan dengan cepat. Ia tidak ingin melewatkan berita bahagia ini.


“Pak, antarkan kami ke rumah sakit Mitra Keluarga Bekasi,”  Ivan berkata dengan cepat saat melihat supir pribadi keluarganya sedang mengelap kaca mobil.


“Yang cepat pak!” Laras sudah tidak sabar untuk bertemu dengan kedua cucunya.

__ADS_1


Ivan tidak bisa menolak keinginan mamanya yang berharap untuk menemui si kembar secepatnya. Melihat keantusiasannya membuat Ivan berpikir positif, semoga saja dengan kehadiran mamanya membuat Khaira bisa meluluhkan hatinya dan menerima niat baiknya.


Semoga ....


__ADS_2