Bidadari Surga Yang Dirindukan

Bidadari Surga Yang Dirindukan
Bab 253 S2 (Fakta Baru Terungkap)


__ADS_3

Ivan merasa lega  kini tinggal dirinya dan Edward  yang masih bersantai di lobby hotel. Saat  makan malam selesai mereka segera meninggalkan ruangan. Ia tak mempedulikan  Sandra dan Claudia yang berusaha  mengajaknya berbicara saat jamuan makan malam.


“Bagaimana perasaanmu melihat kedua mantanmu? Sandra semakin menarik. Dia berhasil menggandeng Michael. Ternyata pesonanya masih kuat,”  ujar Edward sambil menatap Ivan yang mengamati orang-orang yang keluar masuk lobi hotel.


Ivan malas menanggapi perkataan Edward. Melihat keduanya membuat Ivan merasa jijik dengan dirinya sendiri. Menyesali semua yang pernah terjadi di masa lalu. Tapi masa lalu tetaplah masa lalu yang tak mungkin diulang kembali untuk tidak melakukan hal yang sama.


“Ada masalah?” Edward menatap Ivan heran, karena sejak makan malam Ivan tidak banyak bicara.


“Aku  tidak melihat Rara dan si kembar,” Ivan kembali melayangkan pandangannya ke segala sisi hotel berusaha mencari sesuatu.


“Lihat, mereka baru keluar,” Edward mengacungkan telunjuknya saat melihat rombongan yang berada di pintu keluar lift.


Ivan menajamkan pandangannya. Ia terpaku melihat si kembar berada digendongan Ariq dan Anwar. Sementara ada lelaki gagah yang tampak berbincang serius dengan Khaira. Ia tak percaya apa yang ia lihat. Bagaimana lelaki lain begitu mudah mendekati kedua buah hatinya, sedangkan ia harus menahan diri untuk sekedar memeluk bahkan mendekati mereka.


Ivan tak melepaskan pandangannya ketika Ariq dan Anwar mengiringi langkah Khaira melewati mereka. Sedangkan lelaki gagah yang berbincang dengan Khaira langsung memisahkan diri.


“Apa aku nggak salah lihat?” Edward mengerutkan jidatnya saat lelaki itu berjalan menjauh. Dengan spontan ia memanggilnya, “Gilbert .... “


Lelaki gagah itu mencari arah suara yang memanggilnya. Senyum lebar terbit di wajahnya setelah menemukan apa yang ia cari. Ia langsung memutar menghampiri Ivan dan Edward yang masih santai berbincang-bincang menghabiskan waktu di lobi hotel.


“Edward .... “ Gilbert segera memeluk Edward yang berdiri menyambut kedatangannya.


Ivan tak percaya dengan pemandangan yang tersaji di depannya. Ia tidak tau  hubungan antara Edward dan Gilbert. Keduanya tampak begitu akrab.


“Dia sepupuku. Namanya Gilbert seorang pengacara terkenal,” Ivan langsung memperkenalkan keduanya.


“Ivan. Alexander Ivandra,” Ivan mengulurkan tangannya saat Gilbert menatapnya dengan kening berkerut.


“Sepertinya namamu cukup familiar di telingaku,” Gilbert masih menatap Ivan berusaha mengingat sesuatu.


“Duduklah, sudah lama kita tidak bertemu,” Edward meminta Gilbert bergabung bersama mereka.

__ADS_1


“Baiklah,” Gilbert menyetujui permintaan Edward, “Sudah lama juga kita tidak bertemu.”


Keduanya mulai terlibat percakapan ringan seputar keluarga yang sudah lama tidak bertemu. Ivan hanya tersenyum menimpali percakapan keduanya. Hingga akhirnya pertanyaan Edward pada Gilbert membuatnya menghentikan aktivitasnya di ponsel. Ia sangat tertarik mendengar pembicaraan keduanya.


“Tampaknya kamu sangat akrab dengan klienmu barusan dan keluarganya,” Edward memulai percakapan yang lebih intens.


“Aku pernah menyelesaikan kasus adiknya 3 tahun yang lalu,” Gilbert berkata dengan santai, “Kamu lihat perempuan cantik dengan dua anak kembarnya? Itulah adik mereka yang telah mereka sembunyikan selama ini.”


Telinga Ivan langsung berdiri, ia menajamkan pendengarannya seketika. Pandangannya dan Edward bertemu seketika.


“Wah, nominal yang kamu terima ku yakin fantastis,” Edward mencibir ketika mengetahui sepupunya memiliki klien yang tajir melintir.


“Tidaklah. Malah gratis,” Gilbert berkata dengan serius.


“Why?”  Edward mengerutkan kening dengan senyum meremehkan tak percaya mendengar perkataan Gilbert.


“Serius.  Daddy   dan  uncle Aditama teman baik di masa lalu. Uncle yang banyak membantu bisnis daddy hingga membuatku bisa menjadi seperti sekarang ini,” Gilbert berkata dengan serius.


“Aku hanya ingin ditraktir makan malam bersama. Dan baru kali ini kesempatan itu datang setelah sekian lama. Akhirnya aku bertemu adik kesayangan mereka yang telah ku bantu proses hukumnya.”


Gilbert berkata dengan serius. Ivan  semakin penasaran mendengar cerita Gilbert, tapi dia tidak nyaman bertanya langsung. Ia memberi isyarat pada Edward untuk membuat sepupunya bercerita.


“Wah, aku jadi tertarik mendengar ceritamu,” Edward memahami arti pandangan Ivan, “Kasus apa yang kamu pecahkan untuk klienmu itu?”


“Baru  kali ini kau tertarik dengan kasus yang ku tangani,” Gilbert memandang Edward penuh selidik, “Apa kau mengenal perempuan itu?”


“Siapa yang tidak mengenalnya. Dia keluarga pengusaha terkenal. Aku mengenal tuan Ariq dan melihatnya saat chek  in kemarin bersama perempuan cantik itu. Walau pun dia sudah mengubah  penampilan, tatapan matanya tak bisa dilupakan,” Edward menjawab sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal mengurangi kecurigaan Gilbert.


Ivan menatap Edward dengan raut masam. Telinganya panas mendengar puja-puji yang terlontar dari kedua lelaki player itu.


“Sayang dia terlalu mencintai almarhum suaminya .... “ Gilbert berkata dengan serius, “Walau pun janda dia sangat menarik.”

__ADS_1


Edward melihat kilatan di mata Ivan saat Gilbert mengucapkan apa yang ada di hatinya. Ia jadi penasaran dengan cerita Gilbert.


“Apa kamu mengurus proses perceraiannya dan mantan suaminya?” Edward tak bisa menahan rasa ingin tau karena menurut Ivan dia tidak pernah mengurus surat cerai.


“Kamu sangat mengenal nona Aisya,” Gilbert semakin penasaran dengan Edward yang terus mencecarnya dengan pertanyaan yang tak bisa ia hentikan.


“Nona Aisya?” Edward terkejut mendengar perkataan Gilbert selanjutnya. Ia memandang Ivan tak mengerti.


“Tampaknya kalian yang harus membayarku lebih karena membuang waktu berhargaku,” Gilbert  menatap Edward sambil mencibir, “Dan tarifnya ku hitung perjam.”


“Tidak masalah,” Edward mengedipkan matanya pada Ivan yang dibalas Ivan dengan anggukan, “Tinggal sebut bayar pake dolar atau rupiah.”


“Ha ha ha .... “ Gilbert tertawa lebar mendengar jawaban Edward, “Tapi memang harus ku akui diantara klien yang lain kasus nona Aisya cukup rumit dan memakan waktu yang tidak sedikit.”


Rasa penasaran Ivan semakin kuat. Ia berpandangan dengan Edward yang juga semakin penasaran dengan cerita Gilbert.


“Kasus nona Aisya sangat komplit. Pertama  yang ku urus  adalah  perubahan identitas, kemudian pembatalan pernikahan .... “


“Astagfirullahaladjim .... “ Ivan tak bisa menahan keterkejutannya mendengar perkataan Gilbert, “Pembatalan pernikahan?”


“Yup,” Gilbert tidak menyadari perubahan pada wajah Ivan yang memerah menahan marah mendengar  perkataannya.


Edward menatap Ivan dengan perihatin. Ia tidak menyangka ternyata nasib pernikahan  sahabatnya setragis itu.


“Proses pembatalan pernikahan memakan waktu hampir tiga bulan,” Gilbert masih serius melanjutkan ceritanya, “Pihak keluarga nona Aisha minta aku melegalkan dengan suami pertamanya dan mengurus semua di pengadilan agama, hingga menerbitkan buku nikah baru dengan suami pertamanya.”


Ivan menggelengkan kepala mendengar cerita Gilbert. Ia tidak menyangka saudara Khaira telah bertindak mengakhiri pernikahan mereka atas perbuatannya meninggalkan Khaira untuk  bersama Bryan dalam proses penyembuhannya.


“Kamu baik-baik saja?” Edward menatapnya dengan prihatin.


Kini tatapan Gilbert beralih pada Ivan yang tampak sedih bercampur kesal mendengar nasib pernikahannya dengan Khaira yang sudah hancur berantakan.  Ia tidak menyangka perbuatannya telah membuatnya kembali jatuh tercerai berai.

__ADS_1


Kesempatannya untuk kembali membina rumah tangga bersama Khaira semakin sulit. Pernikahannya telah dibatalkan oleh pengadilan agama. Ia tidak tau tindakan apa yang harus ia lakukan untuk memulai kembali.  Otak Ivan tak mampu menerima semua kenyataan yang kini ada di depan mata.


__ADS_2