
Zulaikha yang sedang memegang botol itu pun menyemprotkan ke arah Buggy dan Yusuf. Dia saking panik dan takutnya. Tidak tahu arah semburan cairan itu.
"Zulaikha!" Yusuf menutup mukanya. Terhirup sedikit dari obat itu. Dia merasa sangat ngantuk. Namun, Yusuf berusaha sekuat tenaga untuk tetap sadar.
Zulaikha menyadari kesalahannya. Lalu dia pun mendorong dengan kuat tubuh Baggy. Lalu mengelap wajah Yusuf pakai jilbabnya.
"Om, tidak apa-apa 'kan?" tanya Zulaikha.
"Kenapa kamu main semprot tanpa melihat ke arah mana musuh berada?" Yusuf nggak habis pikir dengan kelakuan kekasihnya itu.
"Itu ... tadi aku sangat panik! Dan—"
"Awas!"
Dor!
Dor!
Yusuf mendorong jatuh tubuh Zulaikha. Sehingga keduanya jatuh tumpang tindih. Kejadian dahulu terulang lagi. Bibir mereka saling menempel.
'Kenapa harus di situasi seperti ini. Kenapa tidak saat tadi, saja?' batin Zulaikha.
Yusuf pun melemparkan batu sebesar kepalan tangannya ke arah Buggy.
Bugh!
Kepala Buggy terkena lemparan batu. "Aaaahk! Brengsek kalian!"
Baggy mengaduh sambil memegang kepalanya. Darah keluar banyak dari luka yang mengaga di kepala Buggy.
Yusuf pun hendak mengambil pistol milik Buggy, tetapi Zulaikha melarangnya.
"Jangan, Om. Nanti sidik jari milik Om akan menempel. Tendang saja yang jauh!" titah si gadis nakal.
__ADS_1
Maka Yusuf pun menendang jauh-jauh pistol itu. Kini rasa ngantuk sudah tidak bisa dia tahan lagi.
"Zulaikha, aku ngantuk sekali," kata Yusuf dengan suara lemah.
"Om ... hey! Sadarlah!" Tubuh Yusuf hampir ambruk ke tanah, jika tidak ditahan oleh Zulaikha.
"Om, bangun dong! Itu musuhnya belum kalah," kata Zulaikha sambil menepuk-nepuk pipinya Yusuf.
Zulaikha melihat Buggy berjalan ke arahnya. Dia mulai panik.
'Siapa saja tolong aku!' teriak Zulaikha dalam hati. Saking takutnya dia sampai tidak muncul suaranya.
"Rasakan ini gadis gila!" Buggy hendak memukul Zulaikha.
Brug!
Tubuh besar milik Buggy terlempar jauh dan membentur batang pohon. Buggy sampai muntah darah.
Zulaikha yang terkejut dengan yang barusan terjadi di depan matanya. Dia melirik ke arah samping ada Langit dan Akira di sana. Akira pun menghajar Buggy.
"Kamu tidak apa-apa?" Langit mengambil alih Yusuf.
"Aku takut. Aku nyaris mati beberapa kali." Tangisan Zulaikha langsung tumpah. Suaranya juga nyaring.
"Sudah ... sudah! Jangan menangis lagi. Aku sudah datang menyelamatkan kamu," kata Langit.
"Om Yusuf tidur terkena obat semprot aneh itu!" tunjuk Zulaikha pada botol yang tergeletak di tanah.
"Oh, itu buatan Kak Angkasa. Bagus barang ini sangat berguna kalau wanita sedang cerewet atau ngomel. Semprot saja pakai itu, pasti langsung diam," kata Langit sambil tertawa.
"Jangan kasih sama Om Yusuf! Nanti aku jadi korbannya," pinta Zulaikha.
Akira berhasil meringkus Buggy dan mengikatnya. Buggy pun sudah tidak sadarkan diri.
__ADS_1
***
Sementara itu, di tempat Bintang. Dia juga berhasil mengalahkan Oliver. Setelah mereka bertarung dengan adu jotos. Bintang yang menguasai banyak ilmu beladiri, bisa mengalahkan Oliver yang hanya bisa karate. Dengan menggunakan teknik beladiri Judo, Bintang tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga. Ilmu beladiri yang memanfaatkan tenaga lawan.
"Nona Bintang!" Terdengar suara Michael.
"Aku di sini!" teriak Bintang.
Michael sangat senang melihat nona mudanya masih dalam keadaan selamat bahkan terlihat semangat karena sudah mengalahkan musuh.
"Michael tolong urus orang ini! Aku mau mencari Zulaikha dan Om Yusuf," kata Bintang pada Bodyguard-nya.
"Tuan Langit sudah ke sana," ucap Michael.
"Oh, bagus deh. Aku takutnya dia kenapa-kenapa," ujar Bintang.
***
"Ini Om Yusuf mau dibawa kemana?" tanya Langit.
"Sini, aku bikin sadar dulu si Om!" Zulaikha pun mendekati Yusuf yang ada dalam rangkulan Langit.
"Mau apa, kamu? tanya Langit.
"Cium. Biar sadar," jawab Zulaikha.
"Astaghfirullahal'adzim. Zulaikha!" teriak Langit. Sementara Zulaikha hanya tersenyum.
***
Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga. Dukung aku terus ya. Terima kasih.
Sambil menunggu Abang Yusuf dan Zulaikha up bab berikutnya. Baca juga karya teman aku ya. Ceritanya bagus dan menarik. Yuk kepoin karyanya.
__ADS_1