
Pesta pun dilanjutkan lagi. Tamu yang tadi sempat panik, kini terlihat sangat menikmati pesta. Kedua mempelai pengantin pun terlihat sangat bahagia. Senyum lebar terus menghiasi wajah keduanya.
"A~ang, aku lapar," rengek Zulaikha dengan mata puppy eyes.
Tatapan mata sang istri membuat Yusuf gemas dan rasanya ingin langsung membawanya ke kamar. Yusuf pun berkata, "Kita makannya di kamar saja, yuk!"
Mendengar ajakan dari suaminya itu membuat Zulaikha tersenyum tersipu malu. Lalu dia pun mengangguk dengan kerlingan mata nakalnya.
"Mi …, Pi! Yusuf dan Zulaikha pamit undur diri dulu," kata Yusuf.
Clive dan Maharani tersenyum dan mempersilakan menantunya membawa anak mereka. Namun, keduanya bicara secara bersamaan dengan kalimat yang bertolak belakang.
"Jangan buat Zulaikha hamil dulu!"
"Segera buatkan kami cucu, ya!"
Zulaikha membalikkan badannya dan menghadap ke arah orang tuanya. Terlihat wajahnya yang cemberut.
"Mami sama Papi itu maunya gimana?"
"Kamu itu akan masuk kuliah. Jadi, tahan dulu punya anaknya sampai lulus. Nanti kamu keteteran kuliah sama mengurus anak. Dari segi usia juga kamu belum matang," jawab Maharani.
__ADS_1
"Tidak masalah itu. Papi yakin kalau kamu itu bisa melakukan hal itu," balas Clive.
"Kita pasrahkan saja semua pada yang di atas. Seandainya, Zulaikha hamil, Yusuf akan selalu mendampingi dan menjaga. Jika sudah melahirkan nanti kita bisa menggunakan jasa baby sitter. Yang mana pun itu Yusuf akan membuat Zulaikha merasa hidupnya bahagia," ujar Yusuf.
"Ah~, Aang~. Aku makin cinta dan semangat untuk buat anak deh. Mau langsung isi atau nggak. Itu tidak akan menjadi masalah," pungkas Zulaikha dengan nada manja.
Yusuf pun membawa istrinya ke kamar pengantin yang sudah di dekorasi. Di kamar presidential suite room. Sebenarnya ini hampir tengah malam. Namun, Zulaikha dan Yusuf benar-benar sangat lapar. Apalagi kejadian bom 2 kali. Semakin membuatnya menguras energi.
"A~ang, Asiah tidur dengan siapa?" tanya Zulaikha teringat akan anak sambungnya. "Dia tadi minta izin tidur dengan Ibu dan Ayah. Aku senang Ayah kini banyak tersenyum. Terima kasih, ya. Kamu selalu sabar saat komunikasi dengan Ayah." Yusuf membelai kepala istrinya yang bersandar di dada.
"Benarkah?" tanya Zulaikha tidak menyangka kalau dia yang suka cerewet dan banyak tanya ini itu pada ibu mertuanya itu malah membuat Ayah mertuanya senang.
"Iya. Ayah bilang suka akan kecerewetan kamu yang tidak tahu apa-apa, tapi mau bertanya dan mau belajar," jawab Yusuf.
"Kok kesannya aku ini wanita bodoh yang tidak tahu apa-apa ya?" Zulaikha menyeringai malu.
"Lebih baik banyak bertanya jika kamu memang tidak tahu. Daripada diam dan tidak melakukan apa-apa sama sekali. Orang tua aku itu selalu sayang sama menantunya. Mau kamu pintar atau bodoh, selagi kamu tulus dan ikhlas menjalankan peranmu sebagai istri, menantu, dan ibu yang baik, kami semua senang. Kamu tidak dituntut menjadi istri yang sempurna. Cukup dengan diri kamu apa adanya. Harapkan semua itu mendapatkan ridho dari Allah, ya Sayang."
"Hm. Lalu kapan kita akan buat adik untuk Asiah?" tanya Zulaikha malu-malu tapi mau.
"Sekarang juga aku sudah siap," bisik Yusuf.
__ADS_1
Malam syahdu dilalui oleh pasangan yang sedang berbahagia itu. Menggapai surga dunia sampai lupa akan dunia ini hanya ada mereka berdua.
***
Beberapa jam sebelumnya ….
Bilqis yang matanya ditutup oleh tangan William, merasakan aliran darah yang bergejolak dalam tubuhnya. Seandainya iman dia lemah. Mungkin kini dia akan berbalik dan memeluk tubuh laki-laki yang kini selalu muncul dalam bayangannya.
"Mis–ter, kenapa menutup mataku?" tanya Bilqis dengan suara yang bergetar.
"Karena ada pemandangan yang tidak boleh dilihat oleh kamu," jawab William.
William pun membawa Bilqis ke taman samping hotel yang terdapat taman bunga dan air mancur yang dihiasi lampu-lampu. Keduanya duduk di kursi besi yang ada di sana.
***
Kira-kira apa yang akan mereka lakukan di sana, ya? 🤔🤔
Spoiler bab berikutnya:
"Jangan seperti ini! Bagaimana nanti jika aku jatuh cinta padamu," kata Bilqis jujur dia takut William akan marah dan menjauhinya.
__ADS_1
😱😱😱 apa yang terjadi pada mereka? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu kirimkan Bunga, Kopi, dan Vote juga 🤗 sebagai dukungan kalian kepadaku. Like dan Komentar untuk mendukung aku 🤗🤗🤗