
"Tante At-Tin, kamu di mana?" Seorang anak kecil perempuan mencari seseorang yang selalu bersamanya.
"Zul, sedang mencari apa?" tanya seorang anak laki-laki berwajah bule dan bermata biru.
"Langit lihat Tante At-Tin, nggak?" tanya Zulaikha.
"Entahlah, tadi sepertinya dia pergi ke sana bersama Uncle Qorun." Langit menunjuk ke arah belakangnya.
"Zul, ayo kita main petak umpet selagi menunggu sesi foto berikutnya!" ajak anak perempuan cantik bermata biru.
"Ayo, yuk! Asal jangan aku yang jadi kucingnya, ya," balas Zulaikha.
"Iya. Biarkan Kak Angkasa yang menjadi kucingnya," lanjutnya lagi.
"Kak Angkasa bagian jaga, ya! Aku, Bintang, dan Zulaikha yang bagian bersembunyi," jelas Langit.
Mereka bertiga pun berpencar. Zulaikha kecil masuk ke dalam ruang kostum. Dia bersembunyi di sana. Tak lama terdengar pintu terbuka, masuk 'lah dua orang dewasa laki-laki dan perempuan.
"Jujur! Kamu sudah selingkuh 'kan di belakang aku!" Teriak laki-laki yang sering di panggil Uncle Qorun oleh Si Trio Kancil dan Zulaikha.
__ADS_1
"Sudah aku katakan berulang kali, kalau aku tidak berselingkuh!" teriak wanita yang sering dipanggil Tante At-Tin oleh ke empat bocah itu.
"Bohong! Aku punya buktinya. Foto-foto saat kamu dan selingkuhan kamu itu!" Laki-laki itu mencekik leher si wanita dan mendorongnya sampai menempel ke dinding.
Saat itu si wanita melihat Zulaikha. Netra mereka saling beradu. Dia meletakan telunjuknya meminta nona mudanya itu untuk diam.
At-Tin hampir ke habisan napas. Dia menendang inti milik kekasihnya sampai mengerang kesakitan. Sehingga, cekikan itu terlepas. At-Tin pun berlari terseok-seok dan berhasil di terjangnya oleh Qorun.
Lelaki itu mengeluarkan pisau dari balik punggungnya. Kemudian, dia menusuk dan mencabik-cabik tubuh pengasuh yang melihat ke arah nona mudanya dan meneteskan air matanya karena dia tidak akan bertemu lagi dengan bocah nakal yang selalu membuatnya ektra perhatian. Dia meletakan jari telunjuknya ke mulutnya lagi, meminta Nona Muda-nya untuk diam dan tidak bersuara.
Zulaikha kecil, terdiam dan tidak mampu berbuat apa-apa. Shock itu sudah pasti, karena menyaksikan kematian langsung pengasuhnya di depan matanya. Mulut kaku, wajah pucat dan kedua kaki lemas.
Si Trio Kancil menyembunyikan di mana Zulaikha, di temukan. Mereka meminta Gaya–desainer–untuk membawa mereka ke rumah sakit milik keluarga Hakim.
***
Zulaikha terbangun dari mimpi buruknya. Dia melihat waktu masih dini hari sebelum subuh. Tenggorokan dia terasa kering. Maka, dengan langkah gontai di keluar kamar menuju dapur. Sambil berjalan Zulaikha mengelus-elus perutnya.
DUUUUUTTTT
__ADS_1
PRET PRET
"Alhamdulillah, plong." Zulaikha tersenyum setelah kentut besar dengan suara yang nyaring di tambah suasana masih sepi.
"Yunus masih tidur kan?" Zulaikha celingukan ke arah pintu kamar tidur Yunus.
"Semoga saja dia tidak dengar suara kentut aku barusan. Ini kebanyakan makan pedas kemarin," kata Zulaikha bermonolog.
"Aku dengar dengan jelas suara kentut kamu barusan," tiba-tiba terdengar suara.
"Astaghfirullahal'adzim!" Zulaikha melonjak saking terkejutnya.
Yunus tiba-tiba muncul dari balik kulkas dan itu membuat Zulaikha membelalakkan matanya.
"Ka–Kamu ...." Zulaikha menunjuk Yunus yang kini menatapnya dengan menahan tawanya.
"Mampus!" gumam Zulaikha sambil memalingkan muka karena malu.
***
__ADS_1
Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan, Vote-nya juga. Terima kasih.