
"Sayang, apa kamu tahu kalau istri itu bagai pakaian suaminya, sebaliknya suami adalah pakaian bagi istrinya. Maksudnya adalah kamu jangan membicarakan apa-apa yang ada pada diriku kepada orang orang lain. Mau itu aib pasangan kamu, atau kelebihan atau kebaikan pasangan kamu. Begitu juga dengan aku, tidak boleh membicarakan tentang kamu kepada siapapun. Mau itu mengenai keindahan tubuh kamu, kehebatan kamu dalam melayani suami, apapun yang menjadi kelebihan diri kamu dibanding dengan orang lain. Aku tidak mau kalau sampai ada lelaki yang tiba-tiba bernapsu kepada kamu setelah aku menceritakan dirimu. Bagaimana kamu dirampas dariku? Aku nggak rela jika harus kehilangan dirimu. Begitu juga dengan kamu, Sayang. Jangan bicarakan apapun tentang aku," jawab Yusuf yang kini menarik tubuh Zulaikha di atas pangkuannya.
"Aku sering dengar wanita yang membanggakan kehebatan laki-laki ketika di atas ranjang, terus temannya bilang penasaran ingin juga mencobanya. Apa seperti itu?" tanya Zulaikha.
"Iya. Kamu tahu banyak orang yang selingkuh dengan teman atau sahabat pasangannya?" tanya Yusuf sambil membetulkan anak rambut di kening istrinya.
"Kebanyakan mereka itu karena mendengar curhatan salah seorangnya. Sehingga menjadi penasaran dan ingin mencobanya. Seterusnya akan terjadi perselingkuhan. Itulah awal kehancuran rumah tangga," langsung sang mantan duda.
"Curhatan suami atau istri yang tidak puas akan perhatian dan layanan dari pasangan. Dia curhat pada temannya, lama-lama mereka akan saling simpati dan berlanjut memiliki rasa yang lain. Kedepannya, Aang minta kalau ada sesuatu yang kamu tidak suka bilang saja dengan cara baik-baik. Ingat, jangan ceritakan apapun tentang pasangan kita. Kecuali ... ini juga kalau kamu sudah buntu tidak bisa memikirkan apa lagi yang harus kamu lakukan. Ceritakan itu hanya pada Ibu dan Mami, tidak boleh pada yang lainnya," jelas Yusuf dan Zulaikha mengangguk.
Yusuf pun mencium kening istrinya. Selanjutnya, benda kenyal, lembut, dan agak manis yang menjadi kesukaannya. Entah berapa kali Yusuf mencium Zulaikha dalam sehari ini.
***
Bilqis di antar oleh Nur ke apartemen William dengan motor maticnya. Tetapi dia hanya mengantar sampai parkiran.
"Nur terima kasih, ya. Untung dompet aku masih ada di dalam tas," ucap Bilqis dengan senyum lebar.
'Alhamdulillah, Ya Allah. Kartu identitas pun masih ada, ATM juga ... meski tidak ada isinya karena uang gaji selalu dikirim lewat rekening.' Bilqis berkata dalam hatinya.
"Mungkin mereka lupa. Mereka malah sibuk mencari kunci motor milik kamu," balas Nur.
"Aku sangat bersyukur meski cuma dompet ini tinggal satu-satunya harta yang aku punya saat ini," ujar Bilqis. Di dalam dompet itu ada uang sebanyak lima ratus ribu sisa membayar listrik dan PDAM, kemarin lusa. Setidaknya dia bisa bernapas lega untuk biaya hidup 2 minggu kedepan, sebelum gajian tanggal 25 di tiap bulannya.
__ADS_1
***
Setelah selesai menata semua barang yang dia punya. Bilqis pun mengambil wudhu karena sudah masuk Magrib. Shalat wajib 3 rakaat dan shalat sunat 2 rakaat dia lakukan dengan sebaik mungkin. Dilanjutkan dengan membaca Al Qur'an. Hati dan pikirannya akan merasa tenang dengan membaca kita suci itu. Bilqis mengaji sampai masuk waktu Isya. Dia pun melanjutkan ibadah yang menjelang malam itu.
Seperti siang tadi, menu makan malam pun sama, yaitu mie instan. Bedanya kalau tadi siang itu berkuah, sekarang jenis mie goreng.
Tidak ada handphone atau laptop yang biasa menemani hari-hari Bilqis. Maka dia pun mengambil buku dan membacanya. Bingung karena mau melakukan apa lagi. Bilqis iseng-iseng membuka album foto yang ada di ruang tengah itu berisi Mentari dan William.
"Oh, mereka pasangan yang sangat serasi dan romantis," ucap Bilqis saat melihat deretan foto Mentari dan William.
"Apa tidak apa-apa, ya? Bilqis masih penasaran ingin melihat isi Album itu.
"Mereka sangat terlihat saling mencintai darinya mata. Betapa Mister sangat mencintai mantan istrinya ini," ucap Bilqis sambil membelai wajah William di foto yang besar itu. Foto William yang tersenyum pada Mentari ketika mereka naik komedi putar.
***
"Asiah sudah rindu sama Ayah dan Mama Zulaikha. Sama Grandpa dan Grandma juga. Besok Asiah tunggu kedatangan semuanya," kata Asiah.
Setelah selesai bicara dengan orang tuanya. Asiah diam-diam mendatangi kamar Rayyan.
"Raya," panggil Asiah sambil mengetuk pintunya.
"Asiah!" seru Rayyan di balik pintu.
__ADS_1
"Kamu baik-baik saja 'kan?" tanya si gadis kecil.
"Tidak! Aku rindu sama kamu. Ingin melihat kamu juga. Ingin bermain bersama lagi," jawab Rayyan.
"Aku harus apa? Agar bisa masuk ke kamar kamu?" tanya Asiah.
"Tidak ada cara apapun yang bisa buat aku lepas dari hukuman ini. Tunggu aku satu bulan lagi," ucap Rayyan.
"Iya, Asiah akan tunggu satu bulan lagi. Nanti kita akan bermain bersama lagi," balas Asiah.
"Aku berharap besok juga sudah bisa bermain bersama dengan kamu lagi," kata Rayyan.
"Katanya satu bulan lagi! Raya ini bagaimana, sih? Mana yang benar?" tanya Asiah enggak ngerti.
"Diam jangan banyak bicara ada cctv," kata Rayyan dengan berbisik.
"Iya, aku akan diam," balas Asiah juga ikutan berbisik.
"Kamu tunggu aku, nanti aku akan menemui kamu," lanjut Rayyan.
"Kamu mau kabur?" tanya Asiah menduga-duga.
***
__ADS_1
Apa yang akan dilakukan oleh Rayyan, ya? Zulaikha kini akan sering dapat siraman rohani dari Aang Yusuf, nih! Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa kasih dukungan dengan Bunga, Kopi, dan Vote. Jangan lupa Like dan Komentar untuk memberikan semangat pada aku agar rajin crazy up. 🤗🤗🤗🤗 Terima kasih.