Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
#Pertengkaran Dua Sejoli


__ADS_3

     Setelah makan siang, Rayyan membicarakan sesuatu yang penting kepada Asiah. Dia sebenarnya takut kalau Asiah nggak setuju. 


"Ada yang ingin aku bicarakan kepadamu. Bagiku ini sangat penting. Dan aku harap kamu juga akan setuju dengan apa yang aku pikirkan saat ini," kata Rayyan dengan menatap Asiah dan tangannya menggenggam tangan sang kekasih.


"Apa itu?" tanya Asiah penasaran, tapi dia merasa takut juga kalau Rayyan bilang sesuatu yang tidak mau dia dengar nantinya.


"Kita sudah pernah berjanji akan lulus bersama saat kamu SMA nanti," kata Rayyan dan diangguki oleh Asiah.


"Aku akan meneruskan kuliah S2 di sini. Dan saat kamu kelas 3 SMA nanti aku akan pulang dan melamar jadi guru di sana. Aku akan ambil kuliah S3 di Indonesia," jelas Rayyan sambil mengusap pipi Asiah yang kini basah oleh air mata.


"Berapa lama lagi aku harus menunggu?" tanya Asiah dengan suaranya yang bergetar menahan tangisnya.


"Satu setengah tahun. Aku akan menyelesaikan S2. Aku harap kamu juga mau bersabar lagi. Aku ingin menjadi yang terbaik untukmu, Asiah." Posisi Rayyan masih sama. Untungnya ada meja yang menjadi pembatas mereka. Jika tidak, sudah dipastikan Asiah akan memeluk tubuh kekasihnya untuk menyalurkan rasa kesedihannya.


"Apa kamu nggak mau cepat-cepat pulang ke Indonesia karena ada perempuan lain di sini?" tanya Asiah menuduh Rayyan.


"Astaghfirullahal'adzim. Tidak ada Asiah. Hanya kamu yang aku suka, yang aku cinta, dan yang aku mau. Kenapa kamu meragukan perasaan aku?" Rayyan melepaskan kedua tangannya dari Asiah. Dia merasa kecewa karena kekasihnya punya pemikiran seperti itu.

__ADS_1


"Lalu, kenapa kamu nggak lanjut saja S2-nya di Indonesia? Kenapa masih ingin kuliah di sini?" tanya Asiah mencerca Rayyan.


"Karena aku juga punya urusan lainnya di sini yang belum selesai," jawab Rayyan dengan pelan dan memalingkan mukanya. Dia tidak mau Asiah melihat wajahnya saat ini. Rayyan juga sangat sedih dan ingin menangis karena pemikiran mereka berbeda.


"Aku kecewa pada kamu. Sepertinya hanya aku yang selalu berharap kalau kita bisa secepatnya bisa bersama." Asiah menghapus air matanya kasar.


"Kamu pikir aku juga tidak punya keinginan untuk bisa bertemu dengan kamu. Dan kita bisa melewati hari bersama-sama seperti pasangan yang lain. Aku ini laki-laki yang kelak akan jadi pemimpin keluarga. Aku juga harus memikirkan masa depan …." Rayyan belum selesai bicara sudah terpotong oleh Asiah.


"Terserah kamu saja. Memangnya aku juga tidak memikirkan masa depan kita." Asiah marah karena dianggap tidak peduli dengan masa depan hubungan mereka.


***


    Suara pertengkaran kedua sejoli itu terdengar oleh Bilqis dan William. Mereka hanya saling lirik dan membiarkan keduanya menyelesaikan masalah sendiri.


"Tuh 'kan, apa kata aku juga. Lebih baik bawa Asiah untuk sekolah di sini saja kalau Raya mau melanjutkan proyek itu," kata William.


"Dari ke tiga bocah itu, Raya yang paling bekerja keras ingin punya penghasilan sendiri. Tidak mau memakai harta pemberian," ucap Bilqis.

__ADS_1


"Iya, juga. Padahal usaha yang sudah dia jalani selama lima tahun ini, sudah banyak menghasilkan uang untuknya," ujar William sambil manut-manut.


"Katanya itu buat memberi nafkah Asiah. Lucu banget Raya ini, masih kecil tapi sudah berpikiran dewasa," kata Bilqis sambil tersenyum lebar.


***


    Yusuf pun meminta Alex untuk menemukan keberadaan putrinya. Dia takut hal-hal yang tidak diinginkan terjadi adanya.


"Asiah sekarang sedang berada di titik 37 kilometer," kata Alex sambil menunjukan titik di layar laptop. 


"Baiklah. Terima kasih." Yusuf pun melihat alamatnya.


"Rumah Kakek Willi," gumam Fatih dan Alex bersamaan.


***


😱😱 Raya dan Asiah marahan. Apa mereka akan baikan atau putus? Kira-kira Yusuf mau melakukan apa ya saat sampai di sana? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kasih Bunga, Kopi, dan Vote juga. Like dan Komentar juga untuk penyemangat aku 🤗🤗.

__ADS_1


__ADS_2