
Dalam pigura foto yang di pegang oleh Bilqis terdapat dua orang anak kecil laki-laki dan perempuan berwajah bule yang tersenyum ke arah kamera. Diusapnya kaca pigura itu.
"Ini siapa?" tanya Bilqis bicara sendiri.
"Apa anak-anaknya Mister William?"
"Anak laki-laki ini sangat tampan dan yang perempuan juga cantik dan imut."
Bilqis melihat-lihat ada beberapa foto di sana. Dia juga melihat foto Mentari dalam pelukan William dan berbaring di rumput yang hijau.
"Bukannya ini Bundanya si Kembar?"
"Oh, iya. Mereka 'kan dulu suami istri. Dilihat dari foto-foto di sini, mereka terlihat saling mencintai. Kenapa mereka berpisah, ya?"
Bilqis pun menyimpan kembali pigura foto Mentari dan William yang saling berpandangan dengan senyum lebar menghiasi wajah mereka. Meski dari samping, tetapi tatapan mata mereka memancarkan binar cinta yang begitu besar.
Dia pun melanjutkan perjalanan mengelilingi apartemen yang luasnya menyamai luas rumahnya dahulu. Ternyata di sana banyak foto-foto Mentari dengan berbagai ekspresi.
"Wanita ini sungguh cantik. Makanya Tuan Fatih juga sangat mencintainya." Bilqis berdiri di sebuah foto Mentari yang sangat besar.
Wanita berjilbab merah dengan gamis merah bersulam benang sutra emas. Duduk di sebuah kursi mewah. Dengan memasang wajah serius menatap kamera. Berbeda dengan foto yang di sampingnya. Terlihat wanita itu wajahnya kotor oleh tepung dan tertawa bahagia.
"Aku jadi merasa penasaran dengan kisah cinta mereka," gumam Bilqis.
***
Bilqis merasa bingung dia punya baju 3 sekarang. Baju yang di simpan ada 2 dan 1 yang dia pakai.
"Semoga saja barang-barang aku masih ada yang tertinggal di rumah." Harap Bilqis saat di hari meninggalkan rumah, semua barang miliknya tidak dibuang sama pemilik yang baru.
***
__ADS_1
Hajar dan Maharani mendatangi rumah Yusuf yang ada di samping rumah orang tuanya. Mereka ingin menjenguk anak dan menantu mereka yang tidak muncul-muncul meski hari sudah siang.
"Ke mana mereka, ya? Kok, jam segini belum keluar rumah." Hajar menengok ke jendela kaca.
"Itu seprai sudah di jemur. Berarti mereka sudah ...." Maharani menutup mulutnya.
"Emang nggak salah langsung menikahkan mereka itu. Aku dulu selalu takut kalau Yusuf dan Zulaikha itu melewati batas dalam menjalin hubungan. Makanya aku minta Asiah untuk mengawasi Ayah dan Mama-nya," ucap Hajar.
"Tapi, mereka itu ke mana? Apa tidak lapar? Setelah tenaga terkuras habis semalam," kata Maharani bertanya-tanya.
"Semalam Yusuf bawa cemilan dan air minum. I-itu mereka makan buat sarapan sekalian mungkin.
***
Merasa ada suara di depan rumahnya. Akhirnya Yusuf mengakhiri memijat tubuh Zulaikha yang merasa sangat pegal.
"Sayang, sudah, ya! Sepertinya ada orang di depan rumah," kata Yusuf.
Yusuf pun membuka pintu dan terlihat ada Hajar dan Maharani sedang berdiri di sana. Dia sangat terkejut dengan kedatangan kedua wanita paruh baya itu.
"Ibu dan Mami ngapain krasak-krusuk di depan rumah?" tanya Yusuf.
"Mau mengingatkan kalian untuk makan. Kita orang tua merasa khawatir karena kalian belum juga datang untuk sarapan bersama," jawab Hajar sambil melirik sesekali ke arah dalam rumah anaknya.
"Oh, itu Zulaikha tertidur lagi setelah Subuh dan baru saja bangun. Tapi, dia merasa pegal-pegal badannya, maka Yusuf pijat dulu," aku Yusuf sambil tersenyum malu.
"Apa Zulaikha baik-baik saja?" tanya Maharani khawatir.
"Dia baik-baik saja. Kalau tidak percaya lihat saja ke dalam!" jawab Yusuf.
Maka tanpa di suruh dua kali, Hajar dan Maharani masuk ke dalam rumah Yusuf dan terlihat Zulaikha sudah berpakaian lengkap dengan jilbabnya.
__ADS_1
"Ibu dan Mami ada apa?" tanya Zulaikha heran karena tiba-tiba saja kedua wanita paruh baya itu datang menghampirinya.
"Sayang, kamu baik-baik saja? Mana saja yang sakit?" tanya Hajar dan Maharani bersamaan.
"Maksud Ibu dan Mami sakit saat kita melakukan malam pertama?" tanya Zulaikha secara frontal.
Kedua wanita dewasa itu sangat terkejut mendengar ucapan Zulaikha. Mereka pun akhirnya mengangguk.
"Sakit banget awalnya, tapi karena aku menjalaninya karena niat ibadah dan menyenangkan hati suami, jadi nggak kepikiran lagi sakitnya," jelas Zulaikha.
"Kalau kamu masih merasa sakit ibu akan buatkan ramuan agar seluruh badan kamu tidak sakit lagi. Sehingga nanti malam kamu bisa ulangi lagi sama suami kamu," kata Hajar dengan berbisik.
"Mau, Bu! Apa obat buat 'itu' juga ada?" tanya Zulaikha.
"Itu?" tanya Hanya tidak mengerti.
Lalu Zulaikha membisikan sesuatu. Hajar pun tertawa renyah.
"Ya, ibu akan buatkan sekalian," balas Hajar.
"Ayo, Mami! Biarkan mereka menikmati waktu honeymoon mereka," ucap Hajar dan mengajak pergi sang besan.
"Yusuf, kamu ikut ibu dulu! Mau ibu kasih ramuan buat istri kamu," ucap Hajar.
"Ramuan apa, Bu?" tanya Yusuf tak mengerti.
***
Ramuan apa, ya? Yang dibuat oleh Ibunya Yusuf untuk Zulaikha? Yang Jawab di foto itu Liam dan Alluna, hebat kalian 👍👍👍. Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa kasih aku , Like dan Komentar, biar makin semangat. Bunga, Kopi, dan Vote juga jangan ketinggalan. Yuk lanjut baca!
__ADS_1