Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
#Menagih Janji


__ADS_3

     Suasana kediaman Smith kini ramai oleh suara banyak orang. Clive mengundang keluarga Alex bersama si Kembar untuk makan malam bersama. Sekalian merayakan kebahagiaan karena ancaman terhadap keselamatan Zulaikha. Apalagi Oliver dan Buggy juga sudah berada dalam sel penjara.


     Yusuf dan Zulaikha sedang berada di ruang perpustakaan. Mereka sedang melakukan video call bersama kedua orang tua Yusuf.


"Yusuf, Ayah kamu ingin bertemu dengan Zulaikha. Dia ingin berkenalan dengan calon menantunya," kata Hajar dan dibenarkan oleh suaminya.


"Insya Allah setelah pulang dari Amerika, kita akan ke rumah Ayah dan Ibu. Mami dan Papi Zulaikha juga ingin bertemu," balas Yusuf.


"Iya. Kita tunggu kedatangan mereka di sini. Sampaikan salam kami pada orang tua kamu Zulaikha," ujar Hajar dan diangguki oleh suaminya.


"Iya, Bu. Kami di sini masih empat hari sama dalam perjalanan pulang." Zulaikha menghitung jumlah hari yang tersisa.


    Obrolan mereka pun berhenti setelah bicara selama hampir 30 menit. Karena tadi suara anak-anak sangat berisik jadinya mereka pindah ke ruang perpustakaan.


"Om, jangan lupa sama janji yang kemarin," kata Zulaikha dengan kerlingan mata menggoda calon suaminya itu.


"Janji? Janji apa, ya?" tanya Yusuf. Dia pura-pura lupa hanya untuk menggoda si gadis nakalnya.


"Jadi, Om lupa sama janji kencan kita?" Zulaikha balik bertanya dengan tatapan kesal.


"Kencan? Perasaan nggak ada janji kencan, deh!" Yusuf kukuh merasa tidak membuat janji.


"Oke. Sudah lupakan saja kencan kita itu. Kayaknya itu cuma mimpi alias bunga tidur," ucap Zulaikha kesal lalu berbalik dan jalan sambil menghentak-hentakan kakinya.


     Yusuf hanya tersenyum simpul. Ada kesenangan menjahili atau menggoda si anak perawan ini.


    Saat Zulaikha hendak menuju pintu yang terbuka, dengan cepat Yusuf menutup dan menahan tubuh calon istrinya dari belakang. Tinggi badan mereka tidak jauh. Yusuf memiliki tinggi 176 centimeter sedangkan Zulaikha memiliki tinggi badan 170 centimeter. Zulaikha yang masih kesal hendak memarahi Yusuf. Dia pun membalikan kepalanya.


"Om–"

__ADS_1


Duak!


"Aaaaw!"


     Zulaikha memegangi bibirnya yang membentur dagu Yusuf. Dia merasa bibirnya tergigit sedikit dan itu pastinya mengeluarkan darah. 


"Maaf. Sini aku lihat?" Yusuf mendongakkan kepala Zulaikha. Terlihat bibir sensual milik kekasihnya itu mengeluarkan darah sedikit. Sedikit pakai sekali.


     Yusuf yang panik melihat ada darah yang keluar dari bibir kekasihnya itu. Langsung mengusap pakai ibu jarinya. Kulit bibir yang lembut milik Zulaikha, hampir saja membuat Yusuf lupa diri. Dia hampir saja melu_mat benda berstruktur lembut itu. Netra keduanya saling beradu. Yusuf cepat-cepat menjauhkan dirinya.


"Zulaikha, sebaiknya ... kita langsung ... ke KUA saja ... begitu sampai di Indonesia," ucap Yusuf terputus-putus karena gugup


"Setuju, Om. Aku juga tinggal beberapa bulan lagi berusia sembilan belas tahun. Bisa kali langsung dinikahkan," balas Zulaikha.


"Kamu itu merupakan ujian terberat buat aku," kata Yusuf sambil menatap serius gadisnya. Zulaikha malah tersenyum kikuk.


"Pokoknya, secepatnya aku ingin kita menikah!" lanjut Zulaikha.


'Hah, dekat bersama kamu itu takut-takut tapi suka. Tapi banyak takutnya,' kata Yusuf dalam hatinya.


'Kamu itu selalu membuat diriku ini was-was.'


"Jadi, besok kita kencan 'kan?" tanya Zulaikha dengan senyum simpul diwajahnya.


"Ya. Besok kita semua akan pergi jalan-jalan ke mana?" tanya Yusuf.


"Hm... kalau kencan itu asiknya ke taman hiburan. Apa ke Disneyland saja?" Zulaikha sudah membayangkan akan pergi berdua ke sana.


"Terserah kamu saja, Sayang!" Yusuf tersenyum hangat.

__ADS_1


"Ah, Om. Kamu buat hati aku semakin meleleh," ucap Zulaikha sambil tersenyum malu.


***


     Apa yang sudah Zulaikha impikan dari semalam itu, ini hancur. Dengan adanya empat orang anak kecil ikut bersama mereka.


"Om, kita mau pergi berkencan atau mau mengasuh anak?" tanya Zulaikha dengan tatapan sendu.


"Dua-duanya," jawab Yusuf tanpa beban.


'Padahal aku sudah membayangkan adegan romantis dengan kekasih ganteng aku ini,' kata Zulaikha menggerutu dalam hati.


"Sudah jangan cemberut seperti itu. Anggap saja kita sedang latihan jika nanti punya banyak anak," kata Yusuf sambil mencolek ujung hidung Zulaikha.


"Anak? Om, ingin punya banyak anak dengan aku?" tanya Zulaikha tidak percaya.


"Apa kamu cukup dengan satu anak?" tanya Yusuf balik.


"Tidak! Aku juga ingin melahirkan anak untukmu, Om. Kasihan kalau Asiah hanya seorang diri, nggak punya saudara," ujar Zulaikha.


"Kalau begitu, ini waktu yang bagus untuk latihan mengasuh anak kita nanti," ucap Yusuf berhasil membujuk calon istrinya.


***


Kencan yang di idam-idamkan oleh Zulaikha, harus mendapat gangguan dari kwartet balita 😆😆😆. Bagaimana kisah mereka saat pergi berkencan eh mengasuh? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga. Dukung aku terus ya kawan.


Sambil menunggu Abang Yusuf dan Zulaikha up bab berikutnya. Yuk mampir ke karya teman aku. Ceritanya nggak kalah bagus loh. Cus meluncur ke lapaknya.


__ADS_1


__ADS_2