Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
#Penjaga untuk Zulaikha


__ADS_3

     Keesokan harinya saat sarapan Yusuf meminta Asiah untuk memanggil Zulaikha di apartemen miliknya. Namun, Asiah kembali dengan wajah dengan cemberut.


"Kenapa, Sayang?" tanya Yusuf sambil membereskan bekal untuk makan siang.


"Mama Zulaikha, tidak membukakan pintunya," jawab Asiah.


     Yusuf pun mendatangi apartemen Zulaikha. Dia masuk ke dalam dan mencari keberadaan gadis nakalnya.


"Zulaikha ..., apa kamu masih tidur?" Yusuf mengetuk pintu kamar Zulaikha beberapa kali, tetapi tidak terdengar sahutan dari dalam.


"Aku masuk ke kamar kamu, ya?" teriak Yusuf dan membuka pintu kamar tidur milik Putri tunggal keluarga Basir.


     Tidak ada tanda-tanda keberadaan Zulaikha di kamar itu. Yusuf pun mengetuk pintu kamar mandi. Namun, tidak terdengar apa-apa dari dalam. Dia juga membuka pintu itu dan di dalamnya kosong tidak ada siapapun. Bahkan lantai kamar mandi itu kering, menandakan kalau Zulaikha tidak menggunakan kamar mandinya lebih dari setengah hari.


"Apa dia belum pulang?" gumam Yusuf.


"Yah, apa Mama Zulaikha masih di rumah sakit?" tanya Asiah dengan wajah sembabnya.


"Tunggu. Ayah akan tanyakan dulu sama Pak Dokter, ya." Yusuf menghubungi Ghazali.


"Assalammualaikum, Pak Ghazali. Saya mau tanya kabar Zulaikha. Apa dia baik-baik saja? Di mana dia rawat?" tanya Yusuf begitu panggilannya di terima.


[Wa'alaikumsalam. Zulaikha masih dalam pengawasan dokter keluarganya. Sepertinya dia sudah pulang ke rumahnya.]

__ADS_1


"Tapi, dia tidak ada di sini," tukas Yusuf.


[Maksud aku ke rumah orang tuanya.]


"Terima kasih, Pak Ghazali, untuk informasinya," ucap Yusuf kembali.


***


     Pekerjaan kantor pun terasa sulit Yusuf kerjakan. Konsentrasi pecah karena memikirkan keadaan Zulaikha.


"Pak, Anda baik-baik saja 'kan?" tanya Bilqis setelah beberapa kali memanggil namanya, tetapi Yusuf tidak menyahutnya.


"Iya. Ada apa?" Yusuf tersenyum lembut.


"Terima kasih." Yusuf menerima hasil kerja Bilqis dan mengecek hasil laporan itu dan Yusuf pun merasa puas.


"Pak, nanti siang apa akan makan bersama dengan klien atau bersama Asiah?" tanya Bilqis sambil melirik ke arah jam dinding yang sebentar lagi waktunya istirahat.


"Oh, sudah waktunya istirahat, ya." Yusuf berdiri dan mengambil jasnya.


"Ayo, kita makan siang bersama Asiah!" ajak Yusuf.


***

__ADS_1


     Saat Yusuf dan Asiah menikmati makan siang bersama. Lagi-lagi Asiah bertanya tentang Zulaikha.


"Nanti sore kita jenguk Mama Zulaikha, ke rumah orang tuanya," kata Yusuf membujuk Asiah karena mogok makan.


"Beneran kita akan bertemu, Mama Zulaikha?" tanya Asiah dengan tatapan penuh harap.


"Iya," jawab Yusuf.


"Yey ...!" teriak Asiah gembira.


***


     Zulaikha sedang memikirkan kira-kira siapa orang yang bisa dipercaya dan bisa diminta pertolongan untuk menjaga dan melindunginya selama dua puluh empat jam penuh.


     Dalam hati dan pikiran dia, Yusuf 'lah orang yang diharapkannya. Namun, pertengkaran terakhir mereka sudah mengisyaratkan kalau Yusuf tidak menyukai dirinya.


"Berpikirlah yang positif Zulaikha. Pasti akan ada kesatria yang bisa menjaga kamu selama hidupnya." Zulaikha bermonolog.


     Meski tadi siang Bintang sudah merekomendasikan seseorang yang bisa menjadi penjaganya. Dia belum bisa mengiyakan karena harus membicarakan semuanya dengan kedua orang tua dia.


"Kalau Om, nggak mau menjadi penjaga aku. Maka aku akan ambil kamu!" Zulaikha melihat data diri dari orang kepercayaan Ghazali.


***

__ADS_1


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah dan Vote-nya. Dukung aku terus. Terima kasih.


__ADS_2