
"Lebih baik Asiah kita pindahkan ke sekolah yang tidak jauh dari sini. Biar aku yang antar jemput," ucap Zulaikha.
Ada rasa tidak rela di hati Asiah. Dia nanti akan berpisah dengan teman-temannya. Padahal dia sudah berteman baik dengan mereka.
"Ya, itu lebih baik. Sebaiknya masuk ke PAUD dulu. Nanti ajaran baru masuk TK," kata Yusuf.
Asiah hanya diam saja. Dia hanya bisa nurut apa yang dikatakan oleh Ayahnya.
Hampir 15 menit Yusuf memberikan wejangan pada putrinya. Dia berhenti karena terdengar suara Adzan Dhuhur. Kalau nggak masuk waktu shalat, kayaknya 1 jam pun Yusuf akan sanggup bicara memberikan nasihat kepada Asiah.
***
Sepulang dari kantor, Bilqis langsung pulang ke Apartemen. Betapa terkejutnya dia saat melihat ada dua orang cleaning servis yang baru saja selesai membereskan barang-barang yang seperti sampah.
"Maafkan kami Nona. Karena petugas kami sebelumnya tidak benar-benar melaksanakan tugasnya dengan benar. Sekarang sudah kami pastikan tidak ada kecoa dan tikus lagi di sini," ucap salah seorang dari mereka.
"Iya, terima kasih," balas Bilqis.
"Kami permisi dulu, Nona. Kalau ada apa-apa bisa hubungi kami langsung," kata laki-laki itu lagi.
"Iya," sahut Bilqis.
Setelah kepergian dua orang dari cleaning servis itu, Bilqis mencoba masuk ke dapur dan melihat di sana sudah bersih, rapi, dan wangi.
"Apa Mister William yang meminta mereka untuk membersihkan di sini?" tanya Bilqis.
__ADS_1
Setelah mandi Bilqis pun memasak untuk makan malam dan sekalian untuk sarapan. Tanggung kalau masak cuma untuk sekali makan. Baginya itu boros bumbu, bahan baku, dan waktu. Untuk sarapan bisa di hangatkan lagi. Bilqis pun buat semur telur yang kalau di hangatkan semakin meresap bumbunya.
Saat selesai masak terdengar suara bel berbunyi. Bilqis pun membukakan pintu, ternyata ada William yang berdiri di sana.
"Assalamu'alaikum," salam William.
"Wa'alaikumsalam, Mister," balas Bilqis.
"Maaf, mengganggu waktu istirahat kamu. Ini ... aku rasa kamu akan membutuhkannya." William menyerahkan sebuah paper bag kepada Bilqis.
"Ini apa Mister?" tanya Bilqis, tetapi dia kini tahu isinya setelah dia mengintip ke dalam.
"Handphone. Kamu tidak punya benda itu kan? Kalau ada apa-apa kamu akan kesukitan menghubungi seseorang," jawab William.
Bilqis mengeluarkan isi paper bag itu dan betapa terkejutnya dia melihat merk handphone yang sudah diberikan oleh duda bule itu. Handphone yang harganya bisa membeli satu unit sepeda motor matic.
"Sudah terima saja," ujar William.
"Tapi–"
"Aku tidak menerima penolakan," lanjut William.
Bilqis menatap mata yang berlensa biru langit itu. Seakan dia sedang entah ada di mana melihat makhluk tampan dengan bola mata yang indah.
Cepat-cepat Bilqis menundukan kepala. Dia tidak boleh terpesona oleh orang yang sudah menolongnya itu.
__ADS_1
"Hm, wangi bumbu masakan. Apa kamu sedang memasak?" tanya William.
"Aku baru saja selesai memasak. Apa Anda mau makan bersama?" Bilqis langsung menutup mulutnya. Dia malu sudah mengajak makan seorang laki-laki yang bukan siapa-siapa baginya.
"Boleh aku mencicipi masakan buatan kamu?" tanya William dengan seulas senyum.
Hanya ada nasi, semur telur, sambal dan juga kerupuk, di atas meja makan. Bilqis merasa malu karena hanya ada itu saja.
"Maaf ya, Mister. Hanya ada ini saja," ucap Bilqis.
"Jangan sungkan. Aku suka masakan Nusantara. Apalagi kalau ada sambal, apapun makanannya pasti akan terasa nikmat," balas William.
"Oh, lidah Anda suka cita rasa Indonesia, ya?" Bilqis tertawa kecil dan William suka saat melihat gadis pemalu itu tertawa.
"Aku kan sejak kita besar di sini. Jadi, wajar kalau suka masakan Nusantara," ujar William.
"Anda, sejak kecil sudah tinggal di sini? Sejak kapan itu? Masakan apa yang Anda sukai?" Bilqis mengangkat wajahnya dan menatap William.
William pun balas menatap Bilqis yang masih tersenyum lebar. Hal yang baru di lihat William.
"Kenapa aku seperti sedang di interview?" William tertawa terkekeh.
"Maaf," kata Bilqis dan menundukkan kepalanya.
"Tidak apa. Kalau kamu penasaran tentang aku, tanyakan saja semuanya. Daripada jadi kepikiran dan tidak bisa tidur," ucap William dan tersenyum jahil pada si anak perawan.
__ADS_1
***
Wah Bilqis sudah berani ngulik tentang kehidupan si duda bule, nih? Bagaimana reaksi Rayyan jika tahu Asiah akan pindah sekolah? Si Zul mau mempersiapkan pesta pernikahan, kehebohan apa yang akan di buat si mantan perawan ini? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa kasih dukungan buat aku dengan kasih Bunga, Kopi, dan Vote. Kasih semangat juga dengan Kasih Like dan Komentar 🤗🤗🤗🤗