Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
#Bilqis Menghilang


__ADS_3

     William mendatangi apartemen Bilqis. Dia berpikir kalau gadis perawan itu ketiduran. Jam di tangannya sudah menunjukan jam 01.15 saat dia bimbang harus membunyikan bel atau langsung masuk. 


    Setelah beberapa kali membunyikan bel dan tidak ada respon dari penghuni apartemen itu. Maka, William memutuskan untuk masuk karena takut terjadi sesuatu di dalam sana.


"Assalamu'alaikum, Bilqis!" teriak duda bule itu sambil mengetuk pintu kamar. Namun, tidak ada juga jawaban. Dia pun memutuskan untuk masuk ke dalam kamar yang sudah ditempati selama 6 tahun oleh Bilqis. Di sana tidak ada siapa-siapa, bahkan tempat tidur pun dalam keadaan masih rapi. Tanda tidak ada seorang pun yang sudah tidur di sana.


"Bilqis ke mana, ya?" tanya William bermonolog.


    Dia memeriksa setiap sudut apartemen itu. Namun, masih tidak menemukan keberadaannya. 


"Akh! Aku nggak pasang alat pelacak padanya," kata William penuh penyesalan.


"Bilqis, kamu sekarang ini ada di mana?"


***


    Bilqis merasakan guling nya terasa berbeda. Dia membuka mata secara perlahan. Hal pertama yang dia lihat adalah dada bidang. Lalu saat dia mendongakkan kepalanya. Betapa terkejutnya Bilqis saat ini tidur sambil berpelukan dengan Zakaria. Dia pun langsung melepaskan pelukannya dan  terbangun. Bukan hanya itu yang membuatnya terkejut. Bagaikan terkena petir di siang bolong, Bilqis dikejutkan keadaan dirinya dan Zakaria yang sama-sama dalam keadaan tanpa busana. Saat itu juga dia merasa nyawanya direnggut dengan paksa dari tubuhnya. Air mata mengalir, tubuh lemas, suara hilang sampai menjerit pun tidak keluar suara miliknya.


"Astaghfirullahal'adzim. Ya Allah, apa yang sudah terjadi padaku?" Suara Bilqis mencicit.


"Bagaimana ini bisa terjadi?" Bilqis mulai menangis. Dia mengedarkan pandangannya di kamar itu. Tempat yang sangat terasa asing baginya.


"Ya Allah ampuni aku. Aku …." 

__ADS_1


    Dilihatnya jam sudah menunjukan pukul 03.13 dia teringat kalau dia belum sholat Isya bahkan Magrib. Karena niatnya dia akan pulang sebelum magrib.


    Entah tenaga dari mana. Tubuh yang terasa lemas dan tidak bertenaga itu, kini dengan cekatan memakai bajunya. Bilqis pun keluar kamar yang diduga milik Zakaria.


    Saat melewati ruang keluarga, Bilqis melihat Ibu tirinya dan Hafshah, mereka juga masih tidur di sana. Niatnya dia ingin membangunkan Maria. Namun, dia urungkan saat dia melihat bolu di atas meja. Dia teringat kalau kemarin setelah makan bolu dia tidak ingat apa-apa lagi.


***


     Bilqis pulang ke apartemennya. Setelah membersihkan diri dan sholat Isya dan Magrib yang di jamak. Bilqis berdoa dan memohon ampunan atas dosa yang sudah dia lakukan tanpa sadar. Dia menangis tergugu. Dia berpikir kalau sekarang ini dirinya sudah kotor. Tidak layak untuk William, laki-laki yang dicintainya, laki-laki yang sudah menolongnya, dan laki-laki yang selalu membuatnya sabar menunggu.


'Mister, maafkan aku. Aku benar-benar sungguh tak layak untuk kamu. Mister bisa mendapatkan gadis baik lainnya.'


***


    Setelah Subuh Bilqis memutuskan untuk pergi dari apartemen milik William itu. Dia ingin pergi ke tempat tidak ada seorang pun yang tahu siapa dirinya. Dia merasa sudah tidak punya muka lagi, jika harus bertemu dengan orang-orang yang mengenal dirinya. Apalagi dengan keluarga Hakim. Mereka sudah menganggap dirinya adalah keluarga mereka. Pastinya mereka akan merasa kecewa padanya yang tidak bisa menjaga diri dan kehormatannya.


     Merasa semua urusannya sudah dia selesaikan. Maka, Bilqis pun pergi di pagi hari yang masih sepi.


***


"Apa maksudnya Kakek Willi?" tanya Fatih saat dia minta bantuan Fatih untuk mengerahkan beberapa orang dari tim keamanan untuk mencari Bilqis.


"Bilqis menghilang. Semalam dia juga tidak datang ke tempat perjanjian," jawab William mengulangi.

__ADS_1


"Apa? Yang benar?" tanya Fatih tidak percaya kalau gadis yang sudah tergila-gila kepada duda bule ini tidak datang memenuhi janjinya.


"Untuk apa aku berbohong," jawab William sambil memutar bola matanya


"Baiklah aku akan minta Yunus untuk membantu mencari gadis itu," ucap Fatih.


"Om Fatih, ada apa?" tanya Zulaikha yang datang bersama dengan Bintang dari arah dapur sambil membawa satu cup salad buah.


"Bilqis semalam tidak datang ke tempat perjanjian. Dan kini keberadaan dia tidak diketahui," jawab Fatih.


"Apa?" teriak Bintang dan Zulaikha bersamaan. Kedua bumil ini sedang ngidam ingin menginap, makan sarapan, dan bermain di rumah Mentari.


"Hari kemarin aku dan Bilqis masih kontakan. Bahkan saat makan siang aku dan dia chat-an membahas makanan," ujar Zulaikha tidak percaya.


"Kalau begitu pekerjaan aku kemarin sia-sia. Padahal aku dengan bersungguh-sungguh mendekorasi cafe agar terlihat romantis," ucap Bintang dengan kecewa.


"Apa tidak ada alat pelacak yang dipasang di tubuh Bilqis?" tanya Mentari yang tadi diam menyimak.


"Aku baru memasangkan alat pelacak di cincin lamaran ini," jawab William.


"Tenanglah Kakek Willi. Kita usahakan secepatnya untuk menemukan Bilqis," kata Fatih ketika melihat raut kecemasan di wajah saudara sepermainannya.


"Aku sungguh takut terjadi sesuatu padanya, tanpa kita duga," pungkas William dengan nada lemah..

__ADS_1


***


😱😱 Bilqis menghilang! Akankah mereka akan menemukan Bilqis secepatnya? Kelakuan dua Bumil ini ada-ada saja, ngidam menginap di rumah orang lain dan ingin ikut sarapan di sana 😆😆. Jangan lupa untuk selalu kasih dukungan untuk aku dengan kirim Bunga, Kopi, dan Vote 🥰🥰. Like dan Komentar untuk membuat aku semakin bersemangat 🤗🤗.


__ADS_2