
Sepertiga malam adalah waktu terbaik untuk melakukan shalat malam. Yusuf melaksanakan sholat istikharah meminta petunjuk kepada Tuhan Penguasa Hati Seluruh Makhluk.
Dalam doa-nya di bersungguh-sungguh, meminta pilihan yang terbaik dalam hidupnya yang bisa membawa kebaikan dan kebahagiaannya di dunia sampai akhirat. Jika, Bilqis adalah jodoh yang terbaik baginya, dia memohon semuanya agar berjalan dengan baik. Jika, Bilqis bukan jodoh yang terbaik baginya, maka dia minta seseorang yang lebih baik dari Bilqis, untuk dirinya.
Kekhususan yang terjadi malam itu membawa Yusuf larut dalam perasaan cintanya kepada Sang Khalik. Pujian dia lantunkan akan kebesaran Allah, sholawat dan salam dia limpah curahkan kepada Rasulullah shalallahu alaihi wassallam. Tidak terasa dia menghabiskan waktunya selama dua jam lebih. Hati dan pikirannya merasa tentram dan tenang. Dia pun kembali membaringkan badannya untuk melanjutkan tidur.
***
Yusuf terbangun dalam tidurnya saat alarm handphone miliknya berbunyi. Dia menarik napasnya dalam-dalam.
"Ya, Allah. Aku mimpi apa barusan?" Yusuf bermonolog. Dilihatnya Asiah masih tidur nyenyak di sampingnya. Dicium kening putrinya itu dengan penuh sayang.
Dia pun berjalan ke arah kamar mandinya untuk mengambil air wudhu. Sambil menunggu waktu subuh, Yusuf membaca Alquran.
***
Zulaikha malu setengah mati saat ketahuan kentut oleh Yunus. Dia pun makan sarapan dalam diam. Sementara Yunus masih saja mesam-mesem menahan tawanya saat melihat wajah Zulaikha. Dia yakin kalau subuh tadi, wajah nona muda berwarna merah. Dia tidak bisa melihatnya dengan jelas karena lampu dapur dalam keadaan mati. Hanya ada lampu hias yang menyala di sana, sehingga menghasilkan remang-remang.
Zulaikha memakan semua masakan buatan Yunus. Meski masakan Yusuf jauh lebih enak darinya, tetapi masih bisa di terima oleh lidahnya. Berbeda dengan dirinya yang tidak bisa memasak.
"Hari ini setelah pulang sekolah, Bintang mengajak kita bertemu. Jadi, nanti tidak perlu di ingatkan lagi," kata Zulaikha datar.
"Iya." Yunus menjawab singkat perkataan majikannya.
__ADS_1
"Hari ini usahakan kamu jangan keluyuran seenaknya dan jauh dari aku!" Yunus memberi titah kepada Zulaikha.
"Kenapa?" tanya Zulaikha menghentikan suapannya yang sudah di depan mulutnya.
"Kenapa kamu tanya sesuatu yang tidak perlu kamu pertanyakan? Sudah jelas kalau saat ini kamu sedang ada yang mengincar. Jadi, jangan jauh-jauh dari aku!" Yunus menatap Zulaikha dengan penuh permohonan agar nona muda itu menuruti kata-katanya.
Melihat mata Yunus yang serius dan bersungguh-sungguh, Zulaikha pun menganggukkan kepala. Dia pun melanjutkan lagi makannya.
***
Seperti biasa saat pagi hari Yusuf sibuk membuat sarapan dan bekal makan siang. Melihat tempat makan yang dia beli khusus untuk Zulaikha, mengingatkan dia akan hari kemarin. Saat dia melihat Zulaikha sedang berciuman dengan seorang murid laki-laki di halaman depan sekolahnya. Dia kembali merasa kesal saat mengingat kembali hal itu. Bayang-bayang Zulaikha dan murid laki-laki itu terus menari-nari di pelupuk matanya.
"Akh si_al! Bikin emosi saja. Pagi-pagi sudah buruk mood aku gara-gara si gadis nakal itu," kata Yusuf bermonolog.
"Maaf, Sayang. Ayah barusan mengingat sesuatu yang sangat buruk dan membuat sangat kesal," balas Yusuf dengan tatapan mata penuh penyesalan.
"Mama Zulaikha mana, Yah?" tanya Asiah sambil celingukan kepalanya mencari sosok gadis cantik yang biasanya sudah duduk manis di sana.
"Tolong panggilkan dia, ya, Sayang! Tidak biasanya dia kesiangan." Yunus meminta Asiah untuk menjemput si gadis nakalnya.
"Siap, Ayah!" Asiah pun berlari menuju apartemen milik Zulaikha.
***
__ADS_1
Asiah yang memiliki tubuh pendek tidak bisa mencapai bel pintu. Dia menggunakan ring besi yang sengaja Zulaikha pasang untuk Asiah, sebagai ganti bel.
Pintu apartemen pun terbuka. Asiah tersenyum manis dan berkata, "Mama Zulaikha, ayo kita sarapan!"
"Mama Zulaikha sudah sarapan barusan dan sekarang mau berangkat ke sekolah," balas Zulaikha dengan penuh penyesalan.
"Kenapa tidak sarapan bersama kami?" tanya Asiah dengan mata yang mulai mengembun.
"Hmmm, bagaimana bicaranya, ya?" Zulaikha terlihat sedang berpikir.
"Apa Mama Zulaikha masih marah sama Ayah?" tanya Asiah dan lolos air matanya jatuh di pipi chubby itu.
Zulaikha bingung cara menjelaskan keadaannya sekarang. Apalagi Asiah masih kecil dan tidak akan mengerti.
"Apa Mama Zulaikha, tidak akan makan bersama kita lagi?" tanya Asiah dalam isak tangisnya.
"Apa benar, kamu tidak mau makan bersama kita lagi?" tanya Yusuf yang baru saja tiba di depan pintunya.
Zulaikha melihat laki-laki yang sudah mencuri ciuman pertamanya dengan rasa malu. Dia kembali mengingat kejadian semalam.
***
Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah dan Vote-nya juga. Terima kasih.
__ADS_1