
Waktu terus bergulir kini usia Athaya sudah 3 tahun lebih dan Asiah 14 tahun. Seperti prediksi putra Zulaikha ini sudah kesengsem sama anaknya Bintang. Tiap hari bocah itu main ke rumah Aqilah diantar oleh sopir. Sementara itu, Zulaikha juga sibuk ikut mengurus perusahaan milik keluarganya.
Asiah masih menjalin hubungan baik dengan Raya lewat email. Karena lewat medsos pernah hampir ketahuan oleh kedua orang tuanya. Untungnya Rayyan pakai akun bodong dan foto profil menggunakan gambar anime.
#Aa, kapan akan di wisuda? Aku sudah tidak sabar ingin bertemu. Aku sangat rindu padamu, meski kita pernah beberapa kali bertemu saat di Amerika. Tetap saja rasanya sudah 10 tahun lebih kita tidak bertemu.#
Gadis yang beranjak remaja itu menuliskan pesan akan rasa rindu pada kekasihnya. Meski mereka masih menjalin komunikasi di bawah bayang-bayang ketakutan akan ketahuan. Tetap saja rasa rindunya tidak cukup terobati hanya dengan beberapa pesan chat.
"Asiah, Sayang. Ayo, kita makan malam dulu!" seru Zulaikha pada anak sambungnya yang dikira sedang belajar.
"Iya, Ma." Asiah pun cepat-cepat mendatangi ruang makan.
Yusuf dan keluarga kecilnya makan malam bersama. Dia mengusahakan sesibuk apapun bekerja, saat waktunya makan malam, maka diusahakan untuk makan bersama. Hanya saat pagi dan malam hari saja waktu mereka bisa berkomunikasi dengan santai tanpa diburu-buru oleh waktu dan pekerjaan.
Baik Yusuf maupun Zulaikha tidak pernah lembur di kantor. Jika, pekerjaan belum selesai akan di bawa ke rumah. Perusahaan mereka sedang mengalami kemajuan pesat. Makanya orang kepercayaan Yusuf dan Zulaikha diberikan wewenang untuk memegang anak perusahaan yang ada di berbagai kota. Sementara itu, yang dipusat dipegang dan di awasi oleh Yusuf dan Zulaikha.
Meski Zulaikha ikut bekerja, tapi dia tidak lupa akan tugas utamanya sebagai istri dan ibu. Dia belajar banyak kepada Bintang yang bisa mengurus perusahaan sendiri, tetapi anak-anak tetap terurus. Suami masih menjadi prioritas juga saat malam hari. Kalau ada apa-apa juga, Zulaikha tidak malu untuk meminta bantuan kepada Bintang.
Yusuf juga mengambil tanggung jawab dalam mendidik Asiah dan Athaya dalam memahami ilmu agama. Meski baru berusia 3 tahun, Athaya sudah terbiasa ikut berjamaah ke mesjid.
Saat ini Yusuf dan Zulaikha belum ada niatan untuk menambah anak lagi. Mereka tidak mau nanti malah tidak terurus atau tidak sesuai dengan yang telah mereka rencanakan.
__ADS_1
"Yah, Asiah dengar dari Rania, kalau Raya dan Ian akan di wisuda sebentar lagi," kata Asiah dengan penuh semangat sampai-sampai Yusuf terbatuk-batuk. Untungnya makanan di dalam mulut sudah ditelan.
"Apa?" Yusuf memekik saking terkejutnya dia.
"Ayah ini kenapa? Malah membuat aku terkejut," tanya Asiah melihat cemas ke arah Yusuf.
"Tidak. Ayah hanya terkejut saja kalau Raya sudah selesai kuliah sedangkan Asiah masih SMP," jawab Yusuf lemah.
'Gawat! Bocah itu sudah menyelesaikan jenjang S1-nya. Kalau dia menagih janjinya bagaimana?' gumam Yusuf dalam hati.
"Ayah dan Ayah Fatih nggak akan pisahkan Raya dengan Asiah lagi 'kan?" Asiah masih menatap Yusuf.
'Aku harus membicarakan hal ini pada Papi dan Ayah. Kalau Zulaikha, dia mana mau ambil pusing urusan seperti ini karena dia selalu mendukung kemauan Asiah.' Batin Yusuf merasa antara senang dan tidak senang dengan pencapaian calon mantunya itu.
***
Tiga bulan berlalu …
Athaya sudah ketularan cerewetnya Zulaikha. Berbanding terbalik dengan Aqilah yang calm dan nggak banyak bicara. Hanya saja jika sudah dengan Athaya dia akan berubah menjadi anak yang cerewet dan mudah marah. Apalagi Athaya sering memakan makanan milik Aqilah, padahal sudah diberi jatah masing-masing.
"Ini atu(aku)!" kata Athaya yang masih cadel bicaranya.
__ADS_1
"Atha … jangan! Itu punya aku!" rengek Aqilah, saat sepotong kue coklat dimakan oleh Athaya.
"Qiyla, jangan peylit(pelit)!" Athaya sudah memasukan kue itu pada mulutnya.
"Atha, nakal! Kue punya aku hampir semua dimakan sama kamu," kata Aqilah kesal.
"Minta Mommy, buatkan lagi," balas Athaya sambil hendak mengambil satu lagi kue itu, tapi Aqilah langsung menutup toples makanan itu.
"Minta sama mama kamu, kalau kamu ingin kue seperti ini!" titah Aqilah dengan memasang wajah cemberut.
"Jangan cemberut gitu, nanti cepat tua." Athaya menatap wajah bule anak perempuan di depannya.
"Karena kamu ngeselin terus," balas anaknya Bintang, lalu pergi.
"Qiyla, tunggu!" Athaya pun berlari mengikuti dari belakang.
Kedua bocah itu selayaknya Silvester dan Tweety. Nggak ada saling mencari. Jika, bersama kadang ribut pada rebutan.
***
Duda vs anak perawan, akan tamat dan digantikan dengan Panah Asmara Miliarder Muda. Masih di satukan di sini, ya. Jangan lupa untuk kasih dukungan buat aku dengan kirim Bunga, Kopi, dan Vote juga 🤗🤗. Like dan Komentar juga untuk penyemangat aku 🤗🤗
__ADS_1