Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
# Situasi Genting


__ADS_3

"Bintang ada apa ini?" tanya Zulaikha dengan wajah ketakutan.


    Bintang melihat ke sekeliling. Dia tidak mau gegabah kalau sedang bersama Zulaikha.


Tunggu, diam, dan jangan panik," kata Bintang.


    Bintang pun mengirim sinyal darurat kepada Tim Keamanan Keluarga Hakim. Setelah itu dia duduk manis.


"Bintang, kenapa kita tidak keluar dari mobil?" tanya Zulaikha saat melihat Bintang malah main game.


"Justru berbahaya kalau kita keluar dari mobil," jawab Bintang.


"Bukannya lebih baik kita cari bantuan atau meminta bantuan pada orang lain," ucap Zulaikha.


"Kita tidak tahu orang yang kita mintai tolong itu orang baik atau malah dia itu penjahat yang ingin mencelakai kita. Terlalu beresiko untuk saat ini. Sudah diam saja. Aku juga sudah mengirim pesan darurat meminta bantuan," jelas Bintang.


"Kamu ini terlalu santai di saat situasi seperti ini," kata Zulaikha sambil menyandarkan punggungnya.


PRANG! PRANG!


    Suara sesuatu mengenai kaca mobil yang dinaiki oleh Bintang dan Zulaikha. Bintang melihat ada bekas sesuatu yang berusaha menghancurkan kaca mobilnya.


"Tuh lihat! Musuh punya pistol. Ini mobil dirancang anti peluru. Jadi, lebih aman kalau duduk di sini. Nggak perlu capek-capek lari dikejar musuh," ucap Bintang.


"Kamu sudah sering dalam situasi seperti ini?" tanya Zulaikha.


"Sejak kecil, kita sering mengalami di mana nyawa kita dalam ancaman. Apalagi saat sekolah menengah pertama di Amerika. Kita satu sekolah berada dalam tawanan teror_is yang ingin membebaskan bos mereka dan menjadikan murid sebagai sandera," tutur Bintang menceritakan masa lalunya.

__ADS_1


"Apa? Bagaimana ceritanya? Kalian tidak apa-apa kan?" tanya Zulaikha.


"Kami semua baik-baik saja, kecuali satu teman aku, Dave. Dia dijadikan korban pertama karena permintaan mereka dianggap tidak serius. Sehari semalam kami semua berada dalam tekanan mereka. Karena aku kesal, teman-teman banyak yang stress karena ketakutan. Akhirnya aku dan beberapa orang yang punya nyali melawan mereka. Sampai pemerintah menurunkan tim penyelamat. Meski mereka datang semua musuh sudah berhasil di ringkus," jawab Bintang.


"Hebat!" Zulaikha terpana mendengar cerita itu.


"Jadi, sekarang kita hanya duduk saja menunggu bantuan datang?" lanjutnya lagi.


"Ya. Aku tidak mau ada luka atau badan aku sakit karena besok adalah hari spesial teman aku," ucap Bintang.


"Terima kasih, Bintang! Kamu adalah teman terbaikku," ujar Zulaikha sambil memeluk sahabat dari kecilnya itu.


"Kamu harus dandan yang cantik. Jangan kalah sama aku. Karena aku akan benar-benar memoles wajah agar pengantinnya kalah kecantikannya oleh aku," pungkas Bintang sambil tertawa jahat.


BRAK! BRAK!


"Aaaahk!" teriak Zulaikha.


BRAK! BRAK!


BRAK! BRAK!


"Aaaahk!" Zulaikha terus-terusan berteriak.


    Bintang melihat kalau ada mobil yang terus menabrakkan pada mobilnya. Bintang bisa melihat wajah si Pengemudi.


"Qorun!"

__ADS_1


"Apa? Siapa?" Zulaikha pun memalingkan wajahnya ke arah belakang melihat mobil yang terus menabrakkan mobilnya.


"Tidak. Bintang, tolong aku! Aku takut." Tubuh Zulaikha bergetar hebat. Bintang pun membuka sabuk pengamannya dan memeluk tubuh Zulaikha.


"Tenang, ada aku di sini. Kamu pikirkan saja wajah suami kamu. Sudah?"


"Yusuf … Yusuf … Yusuf!" lirih Zulaikha mencoba merekam wajah suaminya dalam pikirannya sekarang.


"Bagus. Pikirkan hal yang membuat kamu bahagia saat bersamanya," ucap Bintang lagi.


    Zulaikha pun memikirkan saat-saat yang menyenangkan saat bersama suaminya. Kini pikiran dia tidak lagi pada Qorun tapi pada Yusuf.


    Ada beberapa mobil yang mengepung mobil mereka. Mobil itu menabrakkan diri ke mobil yang dikendarai oleh Qorun. Sehingga, menjauh dari mobil yang ditumpangi oleh Zulaikha dan Bintang.


    Beberapa orang pun turun untuk menjemput Zulaikha dan Bintang. Salah satunya Yunus.


"Hai Nona Majikan, ayo turun!" ucap Yunus.


"Yunus?" Zulaikha merasa senang ada ajudan, bodyguard, teman, atau lawan berantemnya.


"Ayo, kita turun! Mereka sudah menjemput," kata Bintang sambil membuka pintu mobil.


"Awas!"


DOR!


DOR!

__ADS_1


***


😱😱😱 Apa akan ada yang terkena tembakan? Siapa kira-kira? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu kasih dukungan buat aku dengan kasih Bunga, Kopi, dan Vote juga. Like dan Komentar untuk menjadi penyemangat 🤗🤗🤗


__ADS_2