
Perasaan Zulaikha saat ini antara senang dan gugup. Biasanya dia akan langsung masuk ke dalam apartemen Yusuf karena sudah tahu kodenya, tetapi kini dia membunyikan bel.
"Ayah, ada tamu membunyikan bel!"
Yusuf yang sedang membantu Ibunya memasak di dapur menyangka ada tamu setelah mendengar teriakan Asiah. Dengan langkah tergesa Yusuf membukakan pintu. Terlihat seorang gadis cantik dengan penampilan yang memukau di matanya.
"Zulaikha?" Yusuf merasakan jantungnya berdetak lebih kencang saat melihat gadis nakalnya berdandan cantik.
"Assalamu'alaikum, Om ganteng." Zulaikha mengucapkan salam dengan senyum cantiknya.
"Wa'alaikumsalam, Cantik," balas Yusuf tanpa sadar dengan ucapannya karena Zulaikha sangat cantik malam ini.
"Beneran, Om? Aku cantik!" Zulaikha memekik senang.
"Hem ... hem. Kenapa nggak langsung masuk saja seperti biasanya, tidak perlu membunyikan bel segala." Yusuf merasa malu karena ucapannya tadi memuji kecantikan Zulaikha.
"Aku 'kan harus menjaga imej baik di depan calon mertua," gerutu Zulaikha dengan bibir dimanyunkan dan terlihat menggemaskan di mata Yusuf.
__ADS_1
Keduanya pun masuk ke dalam ruang keluarga. Di sana ada Asiah sedang bermain puzzle bersama Abah. Sementara Mang Sholeh menonton televisi.
"Assalamu'alaikum, Asiah." Zulaikha memberikan salam pada calon anak tirinya itu.
"Mama Zulaikha! Cantik sekali," kata Asiah memuji dengan mata yang berbinar.
"Benarkah? Mama Zulaikha, cantik." Zulaikha malah tersipu malu.
"Ayah, Mama Zulaikha cantik sekali kan malam ini?" tanya Asiah pada Yusuf.
Dag Dig Dug!
"Ayah! Menurut Ayah, Mama Zulaikha cantik nggak!" tanya Asiah lagi.
"I–Iya. Can–tik!" jawab Yusuf terbata dengan telinga memerah.
"Assalamu'alaikum, Pak, Bu!" salam Zulaikha pada orang yang tadi dia temui di lift saat pagi hari.
__ADS_1
"Loh, kalau tidak salah ... kamu yang tadi pagi berseragam SMA 'kan?" tanya Hajar setelah menelisik Zulaikha dengan seksama.
Ada rasa malu dan haru, kalau ibu paruh baya yang dia temui olehnya tadi di lift adalah calon ibu mertuanya.
"Iya, Bu. Kenalkan mana saya Zulaikha," sapa Zulaikha kemudian mencium tangan dengan takzim.
"Suf, ini calon istri kamu?" tanya Mang Sholeh dan berkata lagi, "masih muda, ya? Cantik lagi!"
"Ternyata calon kamu masih sekolah. Pantas saja kamu bilang ingin segera menikah secara agama dulu. Takut ada yang nyerobot nanti di sekolahan, ya?" goda Abah pada Yusuf dan Zulaikha.
Kedua orang yang jadi bahan obrolan malah tersipu malu-malu tapi mau. Mereka saling melirik secara diam-diam. Wajah keduanya pun merona dengan senyum menawan menghiasi.
"Kak Hajar, sudah nikahkan saja si Yusuf sama Zulaikha. Tuh sudah terlihat sama-sama mau dari keduanya!" Mang Sholeh menggoda sejoli yang terlihat jelas sedang dimabuk cinta.
"Aku tidak masalah kalau Yusuf mau menikah dengannya. Toh dia yang akan menjalaninya. Jika, menikah lebih baik bagi mereka," ucap Hajar. Dia takut kalau anaknya jatuh dalam dosa karena ada gadis cantik di dekatnya. Lebih baik segera saja mereka dinikahkan. Perasaan seorang ibu juga mengatakan kalau anaknya itu benar-benar menyukainya.
"Mau, Bu. Aku mau dinikahkan sama Om Yusuf. Kapan pun aku siap. Sekarang juga nggak apa-apa kalau mau menikah secara agama dulu," balas Zulaikha dengan penuh semangat dengan senyum cantik terlukis di wajahnya.
__ADS_1
***
Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga ya. Dukung aku terus. Terima kasih.