
"Asiah, Sayang. Buka pintunya, dong!" teriak Rayyan sambil mengetuk pintu.
Sudah beberapa kali di ketuk pintu itu tetap tidak mau terbuka. Yusuf pun datang membawa kunci duplikat dan langsung membuka pintu kamar putrinya.
Pemandangan yang pertama kali dilihatnya adalah Asiah yang tergeletak di lantai beralaskan karpet. Rayyan langsung berlari menyerbu dan meraih tubuh kekasihnya itu. Wajah Asiah sangat pucat layaknya mayat.
"Asiah, bangun!" Rayyan mengguncangkan badan Asiah yang berada dalam dekapannya.
"Raya, bawa ke atas ranjang dulu!" titah Yusuf. Lalu Rayyan pun membaringkan badan Asiah.
"Ayah, tubuh Asiah mulai dingin," kata Rayyan panik saat memegang tangan dan pipinya.
"Apa? Sayang, tolong panggil dokter, cepat!" perintah Yusuf pada Zulaikha.
Tubuh Zulaikha seakan membeku. Dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali. Air matanya meleleh membasahi pipinya yang putih.
Rayyan yang melihat calon ibu mertuanya hanya diam mematung. Dia pun menghubungi dokter pribadi keluarganya agar datang ke rumah Yusuf.
Yusuf yang baru menyadari keadaan istrinya, dia pun beranjak dan memeluk tubuh Zulaikha. Membiarkan istrinya menangis dalam dekapannya.
__ADS_1
"Ang, aku takut terjadi sesuatu pada Asiah," kata Zulaikha dengan pelan sambil menahan isak tangisnya.
"Dia akan baik-baik saja. Asiah anak yang kuat," ujar Yusuf.
Rayyan pun memegang tangan Asiah dan menggosoknya memakai minyak telon, begitu juga dengan kakinya. Dia juga memanggil namanya dengan lembut.
Dokter keluarga Fatih pun datang ke sana dan memeriksa keadaan Asiah. Gadis itu diduga mengalami stress beban pikiran dan kekurangan cairan dan perut kosong. Dia pun dirawat di rumah karena Zulaikha ingin merawatnya.
Zulaikha merasa bersalah pada putri sambungnya itu. Semalam mereka sempat beradu mulut karena perbuatan Asiah yang sudah melewati batas. Setelah Yusuf menasehati bahkan memarahi habis-habisan putrinya, Zulaikha mendatangi kamar Asiah. Niatnya dia ingin menasehati putrinya karena merasa kasihan pada suaminya. Namun, Asiah tidak mau terima dirinya yang disalahkan. Dia justru menyalahkan kedua orang tuanya yang tidak mau menikahkan dirinya dengan sang kekasih.
Luapan emosi Asiah dibalas dengan kemarahan Zulaikha dan tanpa sadar mengeluarkan kata-kata yang menyakiti hati gadis itu. Setelah sadar dengan apa yang sudah dia ucapkan, Zulaikha pun meminta maaf. Sayangnya, Asiah sudah terlanjur sakit hati dan tidak mau memaafkannya. Bahkan langsung pergi ke kamar mandi dan menguncinya. Zulaikha pun pergi meninggalkan Asiah. Itulah terakhir kalinya dia melihat Asiah.
***
Raihan menatap tajam ke arah Alin. Dia minta penjelasan mengenai kejadian barusan. Alin pun menceritakan kronologi kejadian bagaimana semua ini sampai terjadi.
"Aku tidak suka kalau kamu berbuat seperti itu lagi," kata Raihan dengan tegas.
"Tapi, mereka yang memulai duluan. Aku nggak akan balas kalau mereka tidak berbuat macam-macam sama aku duluan," ucap Alin dengan wajah yang kesal.
__ADS_1
"Iya, tetapi kamu nggak perlu pakai kekerasan," sanggah Raihan.
"Jadi, Kakak menyalahkan aku? Alin tidak terima. Dia pun pun pergi meninggalkan Raihan yang menyusulnya kemudian.
"Alin, tunggu! Kamu jangan berbuat seenaknya. Apa kamu tahu kalau perbuatan kamu ini terancam dengan hukum," teriak Raihan yang berjalan mengejar istrinya.
***
Rayyan dengan setia duduk di samping ranjang, menunggu Asiah tersadar. Betapa sedihnya dia saat melihat wajah kekasihnya yang biasanya merona kini pucat pasi.
"Asiah, bangunlah! Kalau kamu begini terus bagaimana rencana yang sudah kita buat bersama?" Rayyan berbicara berharap kekasihnya itu cepat membuka matanya.
"Ini salah aku. Seandainya aku tidak memisahkan kalian berdua dulu. Seandainya aku bisa mendidik Asiah secara langsung. Seandainya aku bisa menjadi Ayah yang hebat. Seandainya aku–" Yusuf menahan tangisnya.
"Tidak, Ayah Yusuf. Tidak ada seandainya! Ayah Yusuf melakukan semua ini demi kebaikan kita berdua. Ayah Yusuf juga sudah sebisa mungkin memberikan yang terbaik untuk Asiah. Hanya saja Asiah masih sering labil. Baik pikiran dan ucapan, dia juga belum bisa mengendalikan perbuatannya. Masih suka berbuat seenaknya sendiri. Dia kadang tidak mau mendengarkan omongan orang lain yang tidak sepaham dengannya. Kita perlu merubahnya secara perlahan, jangan langsung mencap dia sebagai orang yang salah. Saat ini Asiah masih berada di zona abu-abu antara hitam dan putih. Siapa orang yang kuat memberi pengaruh, maka di sana Asiah akan berada. Saat ini pengaruh teman-teman yang ada di sekitarnya masih kuat. Apalagi Asiah juga masih menganut paham pemikiran teman-temannya saat di London. 'Lakukan apapun yang kamu, selama itu tidak merugikan orang lain.' Dan 'hiduplah seperti apa yang kamu mau untuk mendapatkan kebahagiaan.' Itulah yang dia pahami saat ini. Maafkan kami, yang sudah membuat semua orang khawatir," jelas Rayyan.
"Seharusnya Ayah yang meminta maaf pada kalian. Apalagi semalam tidak bisa mengendalikan emosi," ucap Yusuf.
"Yang aku takutkan adalah Asiah menolak untuk sadar seperti dulu," kata Zulaikha tiba-tiba dan membuat dua orang laki-laki yang berbeda generasi itu mendadak pucat.
__ADS_1
***
Apa yang sebenarnya pernah terjadi pada Asiah dulu? Apakah akan terulang kembali? Akankah Alin berurusan dengan hukum? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kirim Bunga, Kopi, dan Vote juga. Like dan Komentar untuk membuat aku semakin bersemangat 🤗🤗.