Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
BAB 102. Cinta Rain Untuk Rania


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Terus kasih like dan komentar. Semoga hari ini kalian bahagia.


***


Bab 102


     Malam-malam Rain terpaksa mandi untuk mendinginkan kepala dan tubuhnya yang mulai panas. Semua ini gara-gara Rania yang membuat dirinya ingin menyentuh lebih banyak tubuhnya.


      Senyum tipis tercipta saat melihat Rania sedang tidur dengan selimut membalut tubuhnya, kayak kepompong yang terlihat hanya kepalanya saja. Dia pun ikut berbaring di atas ranjang dan tidur dengan memeluk buntalan tubuh istrinya itu.


"Lucu banget, sih." Rain mencium kening dan mengusap kepala Rania.


       Rasanya Rain ingin bisa langsung tidur begitu memejamkan matanya. Namun, dia malah kepikiran dengan kata-kata Aminah. Dia penasaran dengan kejadian yang sebenarnya terjadi pada Amira. Dia merasa kalau yang salah adalah dirinya, bukan Rania. Sehingga tidak sepantasnya Aminah bilang kalau Amira sakit gara-gara Rania.


"Ya Allah, semoga semuanya baik-baik saja," gumam Rain.


      Tidak mendapat pelukan balik dari Rania, membuat Rain merasa kesal sendiri. Maka, dia pun membuka selimut yang membalut tubuh istrinya itu. Meski dengan susah payah, akhirnya dia bisa tidur sambil memeluk langsung tubuh Rania dan menghirup wangi tubuhnya.


      Butuh agak lama bagi Rain untuk meyakinkan perasaannya kepada Rania. Dia begitu sayang kepada istrinya sejak masih kecil. Dia merasa nyaman dan senang jika berada di dekat Rania. Dia juga menerima segala yang ada pada gadis itu. Sifat manja, hobi makan dan menyanyi, rengekannya, dan kehebatannya dalam membuat berbagai jenis minuman dan olahan makanan jajan. Dirinya tidak pernah terganggu dengan suara Rania yang suka bernyanyi. Padahal dia bukan tipe orang yang suka mendengarkan musik. Bahkan cenderung tidak suka jika berada di acara seperti itu. Begitu juga dengan dirinya yang rela jalan-jalan berkeliling hanya untuk mencari makanan ke sukaan Rania atau mencarikan makanan pesanannya.

__ADS_1


     Rain yakin kalau dirinya itu sudah mencintai istrinya. Begitu banyak pengorbanan yang dia lakukan tanpa sadar untuk Rania. Salah satu alasan dia ingin tinggal di Indonesia sejak kecil adalah Rania. Dia ingin selalu melihat bayi mungil dan menggemaskan baginya. Jauh dari kedua orang tuanya dan rela berada dalam pengawasan kakak perempuannya. Dia juga sering melakukan hal yang diminta oleh Rania. Dirinya tidak bisa menolak permohonan gadisnya. Dia juga tidak mau jika dijauhi atau diabaikan oleh Rania sejak dia masih remaja. Rania mulai berani marah dan ngambek pada Rain setelah masuk sekolah SD. Sehingga Rain yang kala itu sudah remaja, lebih sibuk mencari perhatian sepupu kecilnya dari pada mencari gadisnya yang akan menjadi cinta monyetnya. Hanya Amira teman perempuan yang dekat dengannya. Itu juga karena mereka sama-sama anggota pengurus OSIS.


      Hati Rain juga mudah emosi jika melihat Rania dengan laki-laki lain. Dia akan kesal jika Rania pergi dan pulang diantar oleh supir yang tampan. Kalau supir itu tua atau wajahnya biasa-biasa saja, dia juga nggak merasa kesal. Dulu, dia mengira begitu karena takut Rania di culik. Dia juga minta alat paling canggih kepada kakaknya—Langit—untuk bisa menjaga Rania dan memantau keberadaan gadis itu, selama dia tinggal di pesantren. Dia juga suka ikutan rebutan bersama si kembar jika saat bersama Rania.


      Keluarganya bilang jika orang yang memiliki gen Green, tidak mudah terpancing hasrat kecuali oleh belahan jiwanya. Dulu dia melihat Rania sebagai gadis kecil. Namun, sejak dia melihat tubuh istrinya yang hampir polos itu, gen leluhurnya mulai terpancing. Awalnya dia tidak mengerti dengan perubahan tubuhnya saat berada di dekat Rania setelah kejadian itu. Saat mendengarkan curhatan Raihan kepada Rayyan akan perubahan yang dirasakan dirinya kepada Alin, sepupunya itu bilang kalau mereka merupakan belahan jiwa satu sama lain. Kini dia juga tahu kenapa Rayyan dan Raihan suka sekali mencium pasangannya. Ternyata itu refleks dibawah alam sadarnya, pasti suka nyosor. 


     Masalahnya adalah Rania berbeda dengan kedua istri sepupunya itu. Dia tidak mau berciuman jika bukan dengan laki-laki yang dicintai olehnya. Sehingga otaknya memberikan sinyal kepada tubuhnya jangan mencium Rania. Dia juga sudah bertanya kepada kakak iparnya, Ghazali. Kalau orang yang memiliki gen keluarga Green bisa mengendalikan dirinya jika si pasangan belahan jiwanya itu punya penolakan yang sangat kuat. Contohnya adalah William yang bisa menahan diri dari Mentari, saat wanita itu menolak dengan kuat dirinya, tidak mau disentuh olehnya, dulu saat masih menjadi suami istri. Ghazali bisa menahan dirinya dari Bintang saat gadis itu marah padanya. Kemarin pun Rain bisa menahan dirinya karena mendapat penolakan dari Rania. Kalau sekarang sepertinya akan berbeda karena mereka sudah menginginkan satu sama lain. Meski Rain yang selalu memulainya duluan. 


***


    Raihan kini mengikuti jejak kembarannya yang suka diam-diam pindah tidur ke kamar istrinya. Dia akan memastikan Alin tidur dengan pulas, baru dia akan ikut tidur bersamanya. Tidur dengan memeluk tubuh istrinya, membuat dia merasa nyaman dan tidur dengan pulas.


     Sudah seminggu ini dia bernegosiasi kepada mertuanya untuk bisa menyentuh Alin dan menjadikan istri seutuhnya. Tidak perlu menunggu sampai usia Alin 19 tahun. Apalagi sampai harus menunggu sampai istrinya berusia 21 tahun. Akan tersiksa dia selama bertahun-tahun karena Alin selalu menggodanya secara tidak langsung. Raihan meminta waktu sampai Alin lulus sekolah, tetapi kedua mertuanya itu menolak keinginan dirinya. Bahkan mereka mengancam akan membawa Alin sampai waktunya boleh disentuh olehnya. Maka akan semakin tersiksalah dirinya, jika hal itu sampai terjadi.


"Jika aku dipisahkan dengan Alin, maka tidak akan ada penyemangat untukku. Kamu sudah mencuri hatiku, duniaku, dan pikiranku," lanjut Raihan sambil membelai lembut pipi dan kening Alin.


***


     Rayyan dan Asiah baru menyelesaikan tugas membuat keturunan yang diminta oleh orang tua mereka. Peluh masih membasahi tubuh keduanya.

__ADS_1


"Mau mandi sekarang?" tanya Rayyan.


"Istirahat dulu sepuluh menit," jawab Asiah sambil menutup wajahnya dengan selimut karena merasa malu. Malam ini dia begitu liar dan sangat bernapsu pada suaminya ini.


     Rayyan tertawa kecil melihat tingkah istrinya. Dia tahu kenapa Asiah begitu, karena saat ini sedang merasa malu.


"Lima menit! Nanti ketiduran kalau terlalu lama," balas Rayyan dan Asiah pun mengangguk.


     Pasangan muda yang sudah siap menjadi orang tua itu dengan giat ikut program bayi kembar. Tentunya mereka memilih dokter yang sudah terbukti. Banyak orang-orang yang ingin punya anak kembar mengikuti programnya dan hampir semua melahirkan bayi kembar. Apalagi di keluarga Rayyan baik dari keluarga ayah maupun ibunya punya keturunan kembar.


"A, aku sudah tidak sabar ingin cepat-cepat hamil anak kembar," kata Asiah sambil membuka sedikit selimutnya.


"Semoga saja, kita secepatnya diberikan amanah oleh Allah untuk mencetak generasi penerus yang beriman dan menegakkan agama-Nya," balas Rayyan.


"Aamiin," Asiah tersenyum senang.


"Kayaknya, besok kita harus pergi ke dokter kandungan lagi, deh!" ajak Rayyan.


"Kenapa?" tanya Asiah tidak mengerti.

__ADS_1


***


Rain sudah yakin akan perasaan cintanya. Tinggal buat Rania yakin dengan dengan rasa cintanya juga? Apakah Raihan masih sanggup bertahan menunggu 3-5 tahun lagi untuk menyentuh Alin? Rayyan sudah tidak sabar nih, ingin Asiah cepat hamil. Bagaimana kisah mereka selanjutnya?


__ADS_2