Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
BAB 25. Pertemuan Kembali Asiah dan Rayyan


__ADS_3

Flashback on,


      Asiah menanti-nanti hari ini karena kekasihnya kembali pulang ke Indonesia. Berbeda sebulan dengan dirinya yang lebih dahulu pulang. Dia berlari menuju bandara karena jalanan tadi macet. 


"Aa!" panggil Asiah dengan senyum lebarnya. Dia berlari dan langsung menerjang ke arah Rayyan.


     Semua orang yang ada di sana menatap ke arah kedua pemuda-pemudi itu. Mata mereka langsung terbelalak saat melihat gadis itu mencium bibir sang pemuda.


"Asiah. Apa yang kamu lakukan? Kita tidak boleh seperti ini," kata Rayyan sambil melepaskan Asiah.


"Apa kamu tidak menyukainya?" tanya Asiah dengan mata mulai mengembun.


"Dengar Asiah, kita belum halal. Tidak boleh melakukan ini. Kalau kita sudah menikah, bebas kamu mencium aku sebanyak yang kamu mau," jawab Rayyan dengan lembut.


"Kenapa? Semua teman-teman aku juga sering melakukan hal itu. Bahkan mereka sering tidur bersama. Aku hanya mencium kamu saja. Kamu, kok kayak gini sama aku? Kamu sudah tidak cinta lagi sama aku?" ujar Asiah dengan meracau terus.


"Kayaknya Asiah sudah terpengaruhi sama teman-temannya," bisik Rain pada Raihan, tetapi Rayyan masih mampu mendengarnya.


"Lima tahun tinggal di negeri orang tanpa pengawasan ketat dari orang tua, wajar juga kalau Asiah kini berubah jadi begini," balas Raihan.


"Beruntungnya kita karena ada Daddy dan Mommy Bilqis yang selalu menjaga dan mengawasi kita," ucap Rain.


"Ya. Kadang pengaruh teman itu lebih kuat dari pada orang tua," kata Raihan.

__ADS_1


     Rayyan pun meletakan sebelah tangannya di kepala Asiah dan berkata, "Aku tidak suka kamu melakukan perbuatan seperti barusan. Seharusnya kamu bisa menjaga diri. Kamu ini perempuan yang harus menjaga kehormatan dan harga diri sebagai seorang muslimah. Jangan kamu obral harga dirimu pada laki-laki yang bukan suamimu, meski sama aku juga. Statusku masih calon suami belum jadi sah suami kamu."


"Apa kamu marah sama aku?" tanya Asiah dengan menatap tajam pada Rayyan.


"Iya, aku kecewa lebih tepatnya sama kamu. Ke mana Asiah yang dulu? Gadis yang pemalu meski kadang ngeselin setelah beranjak remaja. Aku suka Asiah yang pemalu dan bisa menjaga sikap," jawab Rayyan.


"Sepertinya kita harus cepat-cepat pulang, lanjut di rumah saja pembicaraannya," kata Raihan sambil berjalan duluan dan diikuti oleh Rain. Apalagi keluarga mereka sedang menunggu tidak jauh dari sana.


***


     Asiah kecewa sama Rayyan dan mencurahkan isi hati kepada teman-teman di grub chat miliknya. Pandangan mereka dan gaya hidup mereka tidak mempermasalahkan atas sikap Asiah. Justru mereka memprovokasi Asiah kalau Rayyan itu tidak cinta lagi padanya. Mereka berpikir kalau saling mencintai pastinya ingin melakukan skin to skin relationship kepada orang yang dicintainya.


***


"Kamu ini bicara apa, Asiah? Tentu saja aku masih cinta sama kamu. Apa sekarang kamu meragukan perasaan cintaku?" tanya Rayyan dengan mata yang memicing dan tatapan penuh selidik.


"Iya. Aku rasa sekarang Aa sudah tidak secinta dulu sama aku. Buktinya aku cium saja marah," jawab Asiah.


"Astaghfirullahal'adzim, Asiah. Ada apa dengan kamu? Kamu tahu kan apa itu dosa? Apa kamu mau hubungan kita dipenuhi oleh dosa. Bersabarlah sampai kita sah menjadi suami istri. Setelah aku selesai mengurus lamaran pekerjaan menjadi dosen, kita urus pernikahan kita," ucap Rayyan.


"Sudahlah, aku rasa dalam hubungan ini cuma aku yang cinta sama kamu," pungkas Asiah dengan mimik wajah marah.


"Kok, kamu ngomongnya gitu?"

__ADS_1


"Kalau begitu buktikan jika kamu masih cinta sama aku!" tantang Asiah dengan sedikit menyolok.


"Buktikan dengan apa?"


"Cium aku sekarang juga!" 


"Tidak mau," tolak Rayyan.


      Asiah yang kesal sama Rayyan pun langsung menciumnya, tangan dia menekan erat tengkuk kepala Rayyan. Bahkan dia mendudukkan dirinya dipangkuan Rayyan. 


     Rayyan pun membalikan posisi dan mendorong dengan kuat tubuh Asiah, sehingga terlepas pelukannya. Dia menatap marah pada kekasihnya.


"Asiah. Kamu sudah keterlaluan. Kamu aku hukum, jangan temui aku sampai benar-benar bisa mengendalikan diri. Aku tidak suka dengan sikap kamu sekarang ini," bentak Rayyan lalu pergi ke lantai atas dan meninggalkan Asiah.


***


      Sudah 3 hari Rayyan dan Asiah tidak bertemu. Sekarang ini saat hari masih pagi-pagi sekali Rayyan mendapat kabar kalau Asiah dibawa ke rumah sakit dalam keadaan tidak sadar. Asiah mengalami tidur panjang selama 3 hari. Pertengkaran dirinya dengan Rayyan adalah pemicu Asiah mengalami stress, ketakutan, marah, kecewa dan rindu secara bersamaan. Rasa takut ditinggalkan Asiah pun kini dirasakan oleh Rayyan. Itulah kenapa Rayyan hanya bisa mengikuti kemauan Asiah, meski dengan perlahan dia mencoba mengendalikan dan mengarahkan Asiah agar menjadi seorang muslimah yang sesungguhnya. Dia juga perlahan menasehati kekasihnya dengan mempertimbangkan keadaan psikologis Asiah.


Flashback off.


***


Baru saja bertemu langsung dibuat mati suri 🤭. Perjuangan Rayyan agar Asiah tidak jatuh lebih jauh dalam perbuatan buruknya sering mengalami kesulitan ditengah-tengah kelabilan mereka berdua. Menjadikan Asiah sebagai calon istri sholehah adalah perjuangan dia. Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kirim Bunga, Kopi, dan Vote juga. Like dan Komentar juga untuk penyemangat aku 🤗🤗.

__ADS_1


__ADS_2