Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
BAB 113. Obrolan Tidak Bermutu


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai ya, terus kasih like dan Komentar. Semoga kalian semua dipermudahkan segala urusannya.


***


BAB 113


"Kakak!" Rania mengejar Rain yang berlari meninggalkan dapur.


"Kenapa ada foto aku lagi tidur seperti itu?" teriak Rania masih mengejar suaminya.


"Ini foto koleksi pribadi," ucap Rain sambil melindungi handphone miliknya.


     Betapa malunya Rania melihat foto dirinya yang tidur hanya memakai lingerie. Tanpa jilbab dan tanpa gamis yang menutupi tubuhnya. Itu foto bahkan memperlihatkan dada bagian atasnya yang berkulit putih mulus tanpa cacat.


"Kakak~ nggak mau, pokoknya itu harus dihapus," rengek Rania sambil memutari sofa mengejar Rain.


"Tidak, Sayang. Ini obat rindu untuk aku, saat kamu sedang bersekolah," tolak Rain dengan senyum jahilnya.


"Apa bagusnya gambar? Lebih bagusan yang aslinya," gerutu Rania.


"Bagi aku foto juga bagus. Kalau yang asli lebih bagus karena terlihat dan terasa kalau mencubit pipi chubbynya," kata Rain dengan tatapan puas menjahili istrinya.


"Malam ini Kakak dilarang menyentuh aku," kata Rania mengancam.


"Kamu kan sedang datang bulan, jadinya aku nggak bisa sentuh," balas Rain.


"Akh, lupa! Aku kan sudah suci hari ini, tadi juga sudah sholat Ashar. Lebih baik aku tidur di kamar bawah saja," ujar Rania membalikkan badannya. Senyum kemenangan tercipta saat melihat mata Rain terbelalak.


"Ya Humaira, Cintaku, Sayangku, Cantikku … ini akan aku hapus fotonya. Tapi, nanti kita tidur bersama, ya?" pinta Rain mencoba merayu Rania.


"Tidak, mau. Kakak yang duluan membuat aku kesal," ujar Rania duduk di sofa sambil tumpang kaki dan tangan dilipat di dada.


"Nia, Saya~ng," panggil Rain mencoba meluluhkan hati istrinya.


"Jangan marah, dong!" Rain duduk di samping Rania.


"Hapus, nggak!" Rania mengembungkan kedua pipinya.


"Inikan sangat cantik dan seksi. Kamu lagi tidur, ada ilernya, terus beleknya juga ada—"


"Enak saja ada iler. Aku nggak pernah ngiler. Orang cantik tidak operan," bantah Rania dengan sewot.

__ADS_1


"Ish, nggak percaya kamu. Kamu itu setiap malam suka ngiler, aku yang susutin. Biar pas bangun masih kelihatan cantik," ujar Rain.


"Apa? Aku tidur sampai ngiler begitu pasti karena kelelahan. Jadi, sekarang kita ibadah malamnya seminggu sekali pas malam Jumat saja, ya." Rania melirik ke arah suaminya.


'Mati kamu, Rain! Niat mengerjai istri, kamu sendiri yang rugi,' batin Rain.


"Ya, sudah aku hapus ini foto." Rain pun menghapus foto itu di depan Rania.


"Terima kasih, Suamiku yang ganteng," balas Rania dengan senyum penuh kemenangan, lalu mencium pipi Rain.


"Sudah mau adzan Maghrib. Cepat pergi ke masjid!" titah Rania.


'Untung masih banyak koleksi foto Rania punya aku. Itu foto yang diambil semalam dan belum dipindahkan.' Rain bicara dalam hatinya.


***


"Kak Ian, tahu nggak ciri-ciri orang yang masih perawan dan yang sudah tidak perawan?" tanya Alin yang bersandar pada tubuh suaminya.


"Kenapa kamu tanya hal seperti ini?" Ian balik bertanya.


      Kedua makhluk berbeda gender ini sedang duduk di atas kasur sambil bersandar. Mereka saling merangkul dan membicarakan banyak hal.


"Ya, ingin tahu saja. Soalnya ada beberapa orang siswi perempuan di sekolah sedang heboh membicarakan tentang sugar daddy. Katanya mereka itu simpanan om-om dan selalu melakukan hubungan badan," ujar Alin.


"Terus yang kedua adalah dia sudah punya suami. Eh, yang ini dianulir. Kamu meski sudah punya suami, masih perawan. Hmm, apa lagi, ya?" Raihan memutar otaknya.


"Ah, jika perempuan itu menyusui bayi, sudah dipastikan di itu sudah tidak perawan," lanjut Raihan.


"Oh, berarti perempuan yang sedang hamil juga itu sudah bisa dipastikan sudah tidak perawan, ya?" Alin manggut-manggut.


"Ya, tentu saja," balas Raihan.


"Untung deh Alin tidak hamil, jadi masih perawan," ujar Alin manggut-manggut.


"Apa maksud kamu, Alin?" Suara Raihan menggelegar dan membuat Alin tersentak karena terkejut.


"Alin 'kan masih perawan karena tidak hamil seperti kak Asiah," balas Alin sambil menjauhkan diri dari Raihan.


"Jangan bilang kalau kamu sudah pernah melakukan hubungan badan dengan laki-laki lain!" bentak Raihan dengan mata menatap tajam kepada Alin.


"Pastinya dong, Kak. Kita kan pastinya melakukan hubungan badan jika berinteraksi dengan orang lain," ujar Alin kesal karena suaminya melotot padanya.

__ADS_1


"Kamu tahu nggak maksud dari hubungan badan?" tanya Raihan sangsi akan cara berpikir Alin yang lemot jika pelajaran Biologi.


"Hubungan badan itu bukannya hal yang sering kita lakukan selama ini? Bukannya kita kalau sedang berhubungan dengan orang lain itu pastinya dengan seluruh anggota badan kita?" jawab Alin dengan wajah dan tatap mata tanpa beban dan salah.


"Sini aku beri tahu apa hubungan badan? Atau kita praktekkan saja langsung. Biar kamu langsung tahu dan selalu ingat, sehingga tidak akan pernah lupa," ucap Raihan sambil menarik tangan Alin dan merebahkan tubuh mungil itu. Lalu, Raihan mengungkungnya.


"Kak Ian, mau apa?" tanya Alin dengan gugup.


"Kita praktekkan bagaimana hubungan badan itu," jawab Raihan dengan senyum tampannya.


***


     Rayyan sedang asik mengusap-usap perut Asiah yang sudah membesar. Selain itu mulutnya tidak lelah berbicara dengan anaknya yang masih di dalam perut.


"Anak-anaknya papa jangan suka bertengkar, ya. Kasihan mama kalian, sering meringis kesakitan kalau kalian terlalu banyak bergerak," ucap Rayyan.


"A, kok rasanya ingin makan es krim buatan Rania, seperti yang kemarin," kata Asiah yang sejak dulu suka sekali eskrim.


"Besok ya, kita minta Nia buatkan eskrim yang enak," balas Rayyan.


"Tapi, A~." Asiah sudah membayangkan betapa enaknya makan es krim itu.


"Rain, nanti marah waktu luangnya bersama Nia, terganggu. Kamu juga nggak suka 'kan, jika ada yang menghubungi aku saat kita sedang berduaan?" tanya Rayyan.


"Iya, besok saja. Sayang, jangan ileran, ya. Amit-amit jangan ngeces, deh," kata Asiah sambil mengusap-usap perutnya.


     Rayyan langsung mengambil handphone miliknya, "Assalamu'alaikum, Nia. Sedang apa?"  tanya Rayyan menghubungi adik perempuannya.


^^^"Nia sedang mau belajar, Kak," jawab Rania.^^^


"Ya, sudah kalau begitu. Tolong buatkan kakak es krim seperti yang dikasihkan kemarin. Keponakan kamu ingin makan es krim buatan Tantenya," ucap Rayyan.


^^^"Oke, Nia buatkan sekarang, nanti kalau sudah jadi bisa Kakak ambil. Paling besok, baru bisa diambil," balas Rania.^^^


"Oke. Terima kasih adikku Sayang," ujar Rayyan dengan senyum lebarnya.


     Ada pesan masuk dari nomor Rain. 


^^^Mengganggu saja.^^^


     Rayyan tertawa terkekeh setelah membaca pesan itu. Dia yakin kalau Rain dan Rania sedang bermesraan. 

__ADS_1


***


Raihan mau apakan Alin 🙈? Tunggu kelanjutannya ya. Pusing ngetik sampai 3X kehapus gara-gara ketiduran 😁. Ceritanya jadi beda sama yang tadi.


__ADS_2