
Yusuf terdiam dan pikirannya mulai membayangkan laki-laki bertubuh tinggi tegap dan menjadi teman yang selalu menjaga Zulaikha dari Qorun. Dia yakin kalau Yunus itu bukan pemuda sembarangan sehingga berani menjadi penjaga si gadis nakalnya. Sementara dia tidak akan bisa mampu menjaga Zulaikha dari Qorun karena tidak bisa berkelahi.
'Ya Allah, bagaimana ini? Jika, gara-gara aku tidak bisa melindungi dan menjaga Zulaikha dari Qorun, membuat hatinya berpaling dariku.' Yusuf berkata dalam hatinya.
'Apa aku harus menikahinya begitu dia lulus dan menyelesaikan sekolah menengah atas. Agar Zulaikha tidak direbut oleh laki-laki lain. Bagaimana dengan orang tuanya? Apakah mereka akan memberikan restu padaku yang seorang duda ini?' Banyak pertanyaan yang bermunculan dalam pikirannya.
Selain Aisha, wanita yang mampu menggetarkan hatinya adalah Zulaikha. Meski kepribadian mereka bertolak belakang. Apalagi penampilan keduanya. Namun, rasa yang dulu pernah dia rasakan kepada mendiang istrinya. Kini rasa itu muncul lagi untuk Zulaikha meski agak berbeda. Cintanya untuk Aisha suci dan mengalir tanpa adanya hambatan, ketakutan, dan kecemasan. Sementara dengan Zulaikha, ada rasa takut akan jatuh dalam dalam kubangan dosa zina. Kecemasan akan keselamatan kekasih hatinya, dan perbedaan usia yang jauh serta status dirinya.
Dalam hati Yusuf mulai bimbang. Jika memikirkan masa depan hubungannya dengan Zulaikha ternyata akan banyak rintangan. Buka dari dirinya atau dari Zulaikha juga. Melainkan faktor pendukung di sekeliling mereka.
"Ayah ... Ayah!" panggil Asiah dan menyadarkan Yusuf dari lamunannya.
"Iya, Sayang." Yusuf mengalihkan perhatiannya kepada Asiah yang kini sedang memegang tangannya.
"Kenapa Ayah melamun?" tanya putri semata wayang Yusuf.
Ditanya seperti itu Yusuf bingung harus menjelaskan bagaimana kepada Asiah. Dia pun hanya tersenyum simpul.
"Ayah tidak melamun hanya berpikir saja. Sepertinya untuk menikah dengan Kak Zulaikha itu masih agak lama. Apa Ayah ikat dulu, ya? Tapi kalau mau lamaran kita harus ke Amerika, dong! Karena Mama dan Papanya, Kak Zulaikha itu ada di sana," jawab Yusuf dan Asiah mendengarkan dengan seksama.
"Amerika itu sangat jauh, ya,Yah?" tanya Asiah dengan tatapan bola mata beningnya.
"Ya. Sangat jauh sekali. Harus menaiki pesawat terbang dan itu memerlukan waktu satu hari," jawab sang duda.
"Kalau gitu telepon saja, Yah. Bilang sama orang tuanya, kalau Ayah ingin menikah sama Mama Zulaikha." Asiah memberikan ide yang ada di dalam pikirannya. Yusuf pun hanya tertawa terkekeh karena kepolosan pikiran putrinya.
***
__ADS_1
Setelah makan siang dengan Asiah dan mengantarkannya ke apartemen karena sudah ada Ibu dan yang lain di sana. Yusuf kembali ke kantor perusahaan.
Bilqis menjadi sering menghindari dirinya. Bahkan memberikan laporan pun langsung pergi, biasanya dia akan menunggu jika ada yang harus di koreksi dari pekerjaannya. Yusuf pun memaklumi itu. Mungkin dimatanya sekarang ini dirinya adalah laki-laki tidak bertanggung jawab. Atau laki-laki brengsek yang mempermainkan perasaannya. Meski semua itu tidak tepat ditujukan kepadanya. Dia dulu hanya mengajukan diri menjadi salah satu calon laki-laki yang ingin menikahinya. Namun, keluarganya juga menolak dirinya dengan alasan status duda beranak. Lalu hartanya juga tidak banyak menjadi alasan utama keluarga Bilqis tidak menyetujui dirinya. Mereka lebih memilih laki-laki singel dan banyak hartanya. Jadi, dia tidak perlu bicara dan melakukan apa-apa untuk menjalin hubungan dengan Bilqis. Ditambah Asiah tidak mau kehilangan Zulaikha. Menyadarkan akan hatinya dan mulai melabuhkan pada si anak perawan tetangganya itu.
"Bu Bilqis, tolong perbaiki lagi laporan keuangan dari cabang kota Bandung. Ada beberapa perbedaan di sini." Yusuf menghubungi lewat telepon.
Saat Bilqis masuk ke dalam ruang kantor Yusuf dan mengambil map berisi laporan miliknya. Handphone milik Yusuf menyala dan menampilkan gambar laki-laki itu dengan Zulaikha yang terlihat seperti sedang tidur bersama. Apalagi posisi Yusuf yang mencium kening si gadis belia itu. Tanpa Bilqis tahu bagaimana foto itu dibuat dan dipasang di sana oleh si gadis nakal.
'Ternyata hubungan kalian sudah sampai sejauh itu.' Bilqis berkata dalam hatinya dan terasa banyak anak panah yang mengarah padanya. Sakit. Sangat sakit.
'Aku tidak menyangka kalau dia akan melakukan hal yang diharamkan dalam agama. Mereka itu bukan suami istri tapi sudah tidur bersama!' Tanpa disadari kalau air matanya sudah mengalir.
'Apa karena ini? Kamu tidak mau memperjuangkan kelanjutan hubungan kita,' batin Bilqis berkecamuk.
Bilqis yang merupakan gadis sholahah yang berusaha agar menjauhkan diri dari perbuatan dosa. Selalu menjaga dirinya dari hal-hal yang dilarang dalam agama. Dia juga meminta Bapaknya jangan menerima pinangan dari Samiri juga karena laki-laki itu suka mabuk dan jauh dari agama Islam. Sementara dirinya mengharapkan laki-laki yang menjadi suaminya adalah sosok yang mampu membimbing dirinya dan keluarganya kelak.
***
"Yunus, kamu mau pesan apa?" tanya Zulaikha pada ajudannya.
"Lobster yang besar, tiga dan cumi ekstra pedas!" jawabnya asal karena dia sedang memperhatikan keadaan di sekitar mereka. Dia merasa ada yang hal yang mencurigakan.
"Apa semua itu akan habis?" gerutu Zulaikha karena pemuda yang di ajak bicara malah celingukan kesana-kemari.
"Tentu saja," balasnya.
Ada laki-laki yang sejak Zulaikha keluar sekolah terus membuntutinya. Laki-laki itu tidak bisa mendekati target karena ada pemuda yang selalu menempel. Kemudian dia menghubungi seseorang lewat telepon.
__ADS_1
"Bos, target sedang berada di restoran seafood "BAHARI" hanya saja ada seorang pemuda yang bersama dengannya."
[Singkirkan saja laki-laki itu!]
"Baik!" Percakapan mereka pun berakhir.
***
Akhirnya Zulaikha membeli makanan seafood dan Kue yang bentuknya lucu beraneka ragam. Tidak lupa dia juga membeli es krim dengan rasa ke sukaan Asiah dan dirinya.
"Sekarang kita akan kemana lagi?" tanya Yunus saat hendak masuk ke dalam mobil.
"Pulang! Aku mau memanjakan diri dulu sebelum bertemu dengan si Om ganteng. Biar dia makin kepincut sama kecantikan aku yang tiada taranya ini!" kata Zulaikha dengan gayanya yang agak narsis.
'Sama Bintang saja masih kalah jauh,' kata Yunus dalam hati.
Saat dalam perjalanan dan dua mobil yang mengikuti mereka. Yunus sudah curiga dengan kedua mobil yang berada di belakang mereka.
"Zulaikha, kita di buntuti. Apapun yang terjadi nanti kunci pintu mobilnya. Tutup mata kamu jangan lihat apapun yang ada di luar," ucap Yunus memberi peringatan pada majikannya itu.
"Apa mereka suruhan Qorun?" tanya Zulaikha.
"Entahlah. Aku tidak tahu. Nanti aku akan tanya mereka. Mereka itu bekerja untuk siapa?" balas Yunus.
***
Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga ya. Dukung aku terus. Terima kasih.
__ADS_1