Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
# Penyesalan Sarah


__ADS_3

"A—Apa? Pak Yusuf sudah di pecat oleh perusahaan. Kapan?" tanya Bilqis sangat terkejut dan tidak percaya.


 "Apa kamu belum tahu?" tanya William menatap Bilqis. Dia mengira kalau keluarnya seorang direktur keuangan gara-gara menolak cinta sang CEO akan menjadi sebuah gosip yang enak untuk di goreng oleh para karyawan di kantornya.


"Tidak tahu, Mister. Karena aku juga sudah di pindahkan dari divisi keuangan," jawab Bilqis.


"Ya, sudah kalau begitu. Kamu mau masuk ke kantor atau mau tetap di sini?" William berdiri dan tanpa sengaja dia melihat foto keluarga kecilnya.


'Kapan aku akan bisa merasakan kebahagian itu kembali?' William menatap nanar foto dirinya dengan Mentari dan di sampingnya ada foto Allura dan Liam yang masih bayi.


'Aku rindu kalian semua!' 


    Bilqis melihat William menatap lekat dan ada sorot mata yang syarat akan rasa rindu. Dia pun ikut melihat ke arah mana tatapan mata si Bule. Di sana banyak foto Mentari, baik yang seorang diri maupun yang sedang bersama dengan si Duda.


***


    Akhirnya, Bilqis memutuskan datang ke kantor dengan di antar oleh William yang sekalian lewat ke arah kantor perusahaan MAKMUR JAYA.


    Untung Bilqis memutuskan masuk kerja. Ternyata  ada banyak pekerjaan yang menunggu persetujuan atau tanda tangannya.


"Bilqis nanti setelah makan siang kita akan ada rapat," kata Asma sambil menyerahkan sebuah laporan.


"Baiklah," jawab Bilqis.


     Saat makan siang pun Bilqis makan mie instan yang kemarin dia beli. Saat dia makan mie di pantry, ada Zakaria–mantan asisten Yusuf–masuk ke sana.


"Bilqis? Ngapain kamu makan mie instan di sini?" tanya Zakaria.


"Nggak apa-apa, seru saja makan bersama mereka di sini," kata Bilqis sambil menunjuk beberapa orang yang makan bersama di pantry. Kebanyakan mereka adalah para pekerja yang membawa bekal sendiri dan selalu berbagi dengan teman yang lain.


"Oh. Nggak baik makan mie instan kebanyakan, loh!" ucap Zakaria sambil melihat isi mangkok yang sedang dimakan oleh Bilqis.


"Aku jarang makan mie instan, baru kemarin dan hari ini saja aku memakannya," balas Bilqis dan berhenti makan.

__ADS_1


    Orang-orang di sana diam-diam memperhatikan keduanya. Mereka sangat penasaran ingin tahu ada hubungan apa? Kenapa asisten Direktur Keuangan itu sangat cerewet akan masalah makan siang gara-gara mie instan. 


"Aku tidak melarang kamu makan mie instan. Hanya mengingatkan saja kalau kebanyakan akan buruk bagi kesehatan," ucap Zakaria. Kemudian dia mengedarkan pandangannya ke arah orang-orang yang masih makan.


"Nanti bagi siapa saja yang sudah selesai makan, tolong buatkan Bu CEO teh kesukaannya," lanjut sang asisten Direktur Keuangan.


    Zakaria pun pergi, tetapi sebelum itu dia masih sempat melirik pada Bilqis yang meminum air putih. Bibir merah gadis itu selalu menggoda di matanya.


"Bilqis, apa kamu dan Pak Zakaria punya hubungan dekat?" tanya salah seorang di antara mereka dan yang lainnya ikut memperhatikan.


"Kita pernah jadi rekan kerja di divisi keuangan. Dia salah satu atasan di sana, jadi kita kenal," jawab Bilqis lalu dia berdiri dan berjalan ke arah kitchen set di dekatnya. Dia pun membuatkan terhadap untuk Sarah.


***


     Kepergian Yusuf bak di telan bumi membuat Sarah agak depresi. Dia mendatangi apartemen beberapa kali, tidak ada siapa-siapa. Dia mendatangi sekolah Asiah pun tidak ada. Pihak sekolah cuma memberi tahu kalau Asiah minta izin untuk tidak masuk karena ada urusan keluarga.


"Yusuf kamu itu di mana? Kenapa sulit sekali ingin bertemu dengan kamu?" Sarah bermonolog sambil menatap langit-langit ruang kerja yang dihias.


    Terdengar suara ketukan di pintu. Maka Sarah pun berseru, "Masuklah!"


"Kok Bu Bilqis yang bawakan? Apa OB atau OG tidak ada di pantry? tanya Sarah.


"Ada, hanya saja mereka masih makan siang," jawab Bilqis dengan lembut.


"Apa kamu depat kabar sesuatu dari Yusuf?" tanya Sarah lagi karena penasaran.


"Tidak. Sudah lama sekali kami tidak menjalin komunikasi. Memangnya kenapa dengan Pak Yusuf?" tanya Bilqis karena penasaran.


"Dia mengundurkan diri. Dan aku ingin meminta maaf kepadanya," jawab Zulaikha dengan mata yang mulai berembun.


"Sayang sekali. Padahal Pak Yusuf itu karyawan yang rajin dan baik," seloroh si gadis pemalu itu.


***

__ADS_1


     Sesuai keinginan si pengantin baru. Mereka berangkat ke Jakarta jam 09.30 pagi. Itu dikarenakan di pengantin wanita masih  menghabiskan waktu berdua dengan suaminya. Katanya mumpung tidak ada yang menganggu.


    Perjalanan menghabiskan waktu 2 jam karena jalanan lancar. Dalam perjalanan pun Zulaikha hanya ingin berduaan saja dengan suaminya. Orang tua dan kedua mertuanya naik mobil yang dikendarai oleh Mang Sholeh.


"A~ng, mulai hari ini kita tinggal di rumah aku. Di rumah ini banyak sekali kenangan yang aku miliki. Mau itu kenangan yang manis dan membahagiakan bahkan menyakitkan. Namun, kini aku ingin mengisinya dengan kenangan indah cerita cinta aku dan kamu," kata Zulaikha.


"Padahal aku itu hanya ingin tinggal di rumah sederhana dan kecil. Tapi, Allah mengatur aku mendapatkan perempuan cantik yang kaya dan rumahnya besar. Aku tidak mempermasalahkan akan tinggal di mana? Asalkan itu bersama kamu, Sayang," balas Yusuf.


"A~ang. Aku makin cinta!" Zulaikha pun menyerang suaminya dengan serangan cinta yang tidak dapat ditolak oleh Yusuf.


"Kalian mau sampai kapan di dalam mobil terus?" Clive mengetuk kaca jendela mobil.


"Papi, ih! Mengganggu kesenangan orang lain saja," gerutu Zulaikha setelah melepaskan pagutan mereka.


"Sudah jangan sering mengomel. Nanti cepat tua," ujar Yusuf sambil mengusap puncak kepala istrinya.


"Masuklah! Mami dan Ibu sudah menunggu kamu dari tadi. Aku akan jemput dulu Asiah." Yusuf tidak ikut turun.


"Kecupan penyemangat!" Zulaikha mencium sekilas bibir suaminya.


***


    Raihan dan Asiah hanya bermain berdua. Meski begitu mereka merasa kurang puas berada ada yang kurang.


"Aku kangen Raya," kata Asiah.


"Aku juga. Mmm, masih lama kalau satu bulan," balas Raihan.


"Tapi, katanya Raya sedang merencanakan sesuatu agar kita bisa bertemu," ucap Asiah.


"Benarkah? Pasti akan seru!" Raihan tersenyum lebar.


***

__ADS_1


Apa sih yang akan dilakukan oleh Rayyan? Kita tunggu aksinya. Neng Zul malah senang indehoy berduaan saja sama Aang Ucuf. Bagaimana kisah Bilqis mencari kebahagiaannya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa kirimkan Bunga, Kopi, dan Vote untuk penyemangat aku. Like dan Komentar selalu, ya 😊 Terima kasih.


__ADS_2