Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
#Nasehat Calon Ibu Mertua


__ADS_3

     Perkataan Zulaikha yang penuh semangat barusan membuat tercengang semua orang. Sementara Yusuf menahan malu karena Zulaikha secara terang-terangan sudah tidak sabar ingin menikah dengannya.


     Mang Sholeh tertawa cekikikan, dia tidak menyangka calon menantu dari Kakak sepupunya itu selain cantik, ternyata masih belia dan sangat lucu. Dia mengerti kenapa keponakannya juga ingin cepat-cepat menikah lagi. 


     Begitu juga Abah Taha memberikan penilaian yang tidak jauh Mang Sholeh. Sekarang dia mengerti kenapa menantunya itu memilih ingin menikah lagi karena takut jatuh pada perbuatan dosa. Sebab, gadis belia berwajah cantik itu memang terlihat menarik. Jelas pasti banyak laki-laki yang suka padanya. Serta keinginan Yusuf untuk meminangnya pun dia pahami. Cantik, menarik, dan mempesona. Itu nilai yang dilihat saat pertama kali melihat sosok Zulaikha.


     Hajar pun memegang tangan Zulaikha. Dia menatap gadis yang kini menempati hati putra semata wayangnya itu. 


"Nak, kamu itu cantik. Tapi, sayangnya kecantikan kamu ini di umbar kepada orang lain," kata Hajar kepada Zulaikha.


     Zulaikha pun paham maksud dari ucapan calon ibu mertuanya itu. Om gantengnya juga pernah meminta dia untuk menutup aurat. Agar terjaga dari api neraka karena tidak menuruti perintah Tuhan Sang Pemberi Balasan. Dia juga bilang akan menutup auratnya setelah Yusuf meminangnya atau mengikat hubungan dengannya.


"Zulaikha juga sudah punya niatan mau pakai hijab, Bu. Hanya hari belum terlaksana. Zulaikha juga sudah bilang sama Om Yusuf kalau kita sudah menikah, maka aku pun akan memakainya." Zulaikha membalas.


"Niatkan 'lah karena Allah, Nak! Jangan karena Yusuf. Kewajiban seorang wanita muslim itu menutup auratnya. Itu yang membedakan wanita umat muslim dengan kafir. Bagaimana, jika kalian tidak berjodoh? Apa kamu tidak akan menutup aurat?" Hajar mengingatkan Zulaikha.


"Bu ...." Yusuf memanggil ibunya.


     Terlihat Zulaikha menganggukkan kepalanya. Mata dia terlihat berkaca-kaca.


"Insha Allah, Bu. Meski nantinaku dan Om Yusuf tidak ber–"


"Tidak, Zulaikha! Jangan bicara yang nggak-nggak," kata Yusuf memotong pembicaraan Zulaikha.


"Ibu, Yusuf mohon jangan bicara hal yang tidak mau aku dengar," ucap Yusuf dengan nada meminta.

__ADS_1


"Semoga Allah menjadikan kalian berdua, berjodoh di dunia sampai akhirat," lanjut Hajar dan mengusap kepala Zulaikha.


"Terima kasih, Bu." Yusuf dan Zulaikha bicara bersamaan.


"Kalian harus bisa jaga diri. Kalau menikah adalah jalan terbaik, maka lakukanlah secepatnya," tukas Abah Taha.


"Yusuf harus menemui kedua orang tua Zulaikha dan meminta putrinya untuk di jadikan istri dan ibu bagi anak-anakku nanti," balas Yusuf.


"Bagus itu, Nak. Temuilah mereka dan minta restu padanya," ucap Hajar diiringi senyum bahagianya.


"Nenek, jadi Mama Zulaikha itu akan menikah dengan Ayah? tanya Asiah kepada Hajar.


"Apa kamu mau gadis cantik ini menjadi Bunda baru untuk kamu?" tanya Hajar kepada cucunya.


"Ya tentu saja, Sayang. Agar Ayah dan Mama Zulaikha tidak jatuh pada kubangan dosa," balas Hajar dengan lirikan ke arah Yusuf dan Zulaikha.


"Oh ... agar mereka juga bisa berpelukan dan berciuman iya 'kan, Nek?" tanya Asiah dengan penuh semangat.


     Muka Yusuf dan Zulaikha langsung berubah warna menjadi merona. Mereka pernah kepergok oleh Asiah, saat pertama kali mereka berciuman.


"Iya tentu saja mereka harus menikah. Agar tidak berdosa," jawab Hajar dengan menatap wajah cucunya. Sebenarnya Hajar merasa aneh kenapa Asiah bisa tahu hal seperti ini.


"Jangan bilang kalau kalian pernah melakukan hal yang dikatakan oleh Asiah barusan?" Mata Hajar menatap tajam ke arah Yusuf.


'Aduh ... Asiah, kenapa kamu bicara begitu?' batin Zulaikha. Dia yakin kalau sebentar lagi calon ibu mertuanya akan memberikan nasehat untuknya lagi.

__ADS_1


     Yusuf yang ditatap tajam oleh ibunya hanya bisa menahan napasnya. Seorang anak tidak mungkin bisa membohongi kepada sosok seorang ibu. Meski mereka menyembunyikan atau berbohong, perasaan seorang ibu sangat peka.


"Itu terjadi karena kecelakaan dan tanpa direncanakan sebelumnya," jawab Yusuf dengan pelan.


"Ibu, jangan marahi Om Yusuf! Itu terjadi karena benar-benar tanpa disangka dan di duga. Tenang, Bu. Biar Zulaikha yang akan bertanggung jawab," balas Zulaikha mencoba membujuk calon nenek anak-anaknya  nanti.


"Bertanggung jawab?" Mang Sholeh, Abah Taha, dan Hajar bicara bersamaan.


"Iya, Zulaikha akan bertanggung jawab menikahi Om Yusuf," ujar Zulaikha dengan nada yang meyakinkan.


"Kenapa kamu yang bertanggung jawab? Bukan Yusuf." Mang Sholeh merasa heran.


     Sementara Yusuf ingin sekali membungkam mulut lemes kekasih hatinya itu. Kebanyakan orang pasti berpikir kalau pihak laki-laki 'lah yang seharusnya bilang kan bertanggung jawab. Bukan pihak perempuan yang akan bertanggung jawab.


"Itu ... karena ... Zulaikha yang pertama kali mencium pipi Om Yusuf," aku Zulaikha dengan memasang wajah malu-malu.


"Bukannya Ayah dan Mama Zulaikha berciuman di bibir!" Asiah membongkar ketua mereka berdua.


'Astaghfirullahal'adzim, Asiah. Kenapa kamu bongkar itu!' Yusuf kini pasrah saja jika ibunya akan marahi nanti dirinya karena sudah mencium anak gadis orang lain.


'Ya Allah, ibu calon mertua akan marah nggak, ya?' Zulaikha bicara dalam hatinya.


***


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga ya. Dukung aku terus. Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2