Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
#Makan Malam


__ADS_3

     Yusuf pun mengajak keempat anak itu ke perpustakaan sebelum makan malam. Dia bersama dengan Clive menunjukan sebuah permainan game yang baru buatan Langit. Keempat bocah itu terlihat antusias.


"Sana pergi!" kata Clive tanpa mengeluarkan suara.


"Terima kasih, Pi," balas Yusuf.


    Yusuf pun diam-diam keluar dari ruangan itu. Dia mengirim pesan sama Zulaikha dan mengajaknya jalan-jalan ke luar rumah. Dia akan menunggunya di depan gerbang.


     Dengan jantung yang berdetak dengan kencang, Yusuf menunggu kekasihnya. Entah berapa kali dia melihat jam di tangannya. Disaat seperti ini satu menit saja terasa satu jam baginya.


"Aduh, Zulaikha mana? Kok belum muncul juga! Anak-anak nanti keburu sadar kalau kita tidak ada di rumah."


Brak!


     Yusuf sangat terkejut mendengar suara pintu dibanting. Dia melihat Zulaikha dengan tatapan tidak percaya pada gadis di depannya ini.


"Ada apa, Om? Bukannya kita akan jalan-jalan," ucap Zulaikha ketika melihat kekasihnya menatap tidak percaya.


"Kamu yakin mau pakai baju itu?" tanya Yusuf.


"Iya. Memangnya kenapa? Nggak boleh?" tanya Si Gadis Nakal itu dengan ketus.


"Senyamannya kamu saja," jawab Yusuf.


'Paling dia nanti akan marahin aku lagi!' batin Yusuf.


***


    Selama dalam perjalanan pun Zulaikha masih cemberut dan melihat ke arah luar jendela. Hal ini membuat Yusuf gemas karena kekasihnya itu diam tidak cerewet seperti biasanya.


     Ketika memasuki kawasan restoran mewah. Zulaikha membelalakkan matanya. Dia tidak menyangka kalau calon suaminya itu mengajak ke tempat seperti ini.


'Tidak! Tidak! Ini hanya singgah saja,' batin Zulaikha.


    Apa boleh dikata saat sopir memarkirkan mobilnya di area sana. Zulaikha pun melirik ke arah Yusuf.


"Ayo, turun!" titah Yusuf pada kekasihnya.


"Ini beneran kita mau masuk ke dalam?" gumamnya.

__ADS_1


"Ayo, Sayang! Kita makan malam di sini," kata Yusuf saat membukakan pintu mobil untuk Zulaikha.


"Om, tidak bercanda 'kan?" tanya Zulaikha dengan tatapan berharap kalau ini semua bohongan.


"Tidak. Aku serius. Kita sudah mereservasi tempat di sini dari sore tadi," jawab Yusuf.


"Kenapa Om nggak bilang mau makan malam di restoran mewah begini?" Zulaikha mulai menangis.


"Bukannya aku sudah bilang. Kita akan jalan-jalan dan makan malam di luar," balas Yusuf.


***


    Kini kedua orang itu makan di tempat yang sudah ditentukan. Menunya pun sesuai kesukaan Zulaikha.


"Apa kamu suka?" tanya Yusuf saat mereka sedang menunggu pesanannya datang.


"Aku suka ... hanya saja aku malu, Om. Lihat semua orang datang dengan baju dan riasan yang elegan dan glamor. Sementara aku, cuma pakai traning dan hoody sama sendal jepit," kata Zulaikha sambil menangis kembali.


"Bukannya, tadi sudah aku tanya. Kamu yakin akan pakai baju ini? Kamu jawab iya. Bukan salah aku karena tadi sudah mengingatkan," balas sang Duda.


"Aku malu, Om. Peluk aku! Biar mereka tidak melihat wajah aku," pinta Zulaikha sambil menyembunyikan wajahnya di meja.


"Bintang ... sedang apa ... kamu di sini?" tanya Zulaikha dengan terputus-putus.


"Kita sedang merayakan keberhasilan Langit dalam meluncurkan game baru miliknya," jawab Bintang.


    Ternyata ada Angkasa dan Langit dibelakang Bintang. Hal ini malah semakin membuat Zulaikha malu.


"Loh ada Zulaikha juga di sini?" tanya Langit.


"Mau ikut gabung bersama kami di ruang khusus?" ajak Angkasa.


"Ada siapa saja yang ikut makan malam bersama kalian?" tanya Zulaikha. Dia tidak mau kalau banyak orang. Namun, kalau di sini dia juga malu setengah mati karena sejak tadi banyak orang yang meliriknya.


"Ya, keluarga kami. Rain juga sedang di jemput sama Papa dan Mama. Kalau Shine dan Sky menyusul bersama Opa Willi," jawab Bintang.


     Zulaikha ingin rasanya kabur saja dari sana. Namun, saat melihat Yusuf dia urungkan lagi.


"Om, kapan-kapan ajak aku makan malam romantis, ya!" pinta Zulaikha. 

__ADS_1


"Asalkan kamu bahagia, akan aku lakukan," ujar Yusuf sambil tersenyum hangat.


"Om, asalkan bersama dengan Om, aku pasti akan bahagia," balas Zulaikha.


"Bukanya kamu sedang marah kepadaku saat ini," ucap Yusuf sambil menatap wajah kekasihnya.


"Aku minta maaf. Bukan maksud aku marah sama Om. Aku tadi hanya sedang kesal saja, semua rencana yang aku buat jadi berantakan," kata Zulaikha dengan pelan.


"Gantinya, rencana yang aku buat juga kayaknya akan jadi berantakan," ucap Yusuf sambil menyerahkan handphone miliknya. Di sana ada pesan masuk dari calon mertuanya kalau anak-anak ikut makan malam keluarga Alex.


"Lebih baik, kita nikmati makan malam ini bersama mereka," ucap Zulaikha dengan tersenyum.


"Setelah kita menikah nanti, kita akan sering pergi berdua saja," kata Yusuf menghibur calon istrinya itu.


"Aku tidak yakin itu, Om." Zulaikha tersenyum lebar.


"Ya, kecuali kalau Asiah sudah besar dia pasti akan mengerti," lanjut Yusuf.


"Ada apa, sih? Dengan kalian berdua," tanya Bintang penasaran.


"Itu bukan urusan kamu, ini urusan internal," balas Zulaikha.


"Awas loh, ya! Main rahasia-rahasiaan begitu." Bintang menatap pada Zulaikha.


    Belum juga Zulaikha membalas ucapan Bintang. Makanan mereka keburu datang.


     Bintang pun menyusul kedua saudara kembarnya. Kini tinggal Zulaikha dan Yusuf berdua saja. Mereka makan dan kadang saling menyuapi. Sebelum pasukan bocil datang. Mereka ingin menikmati waktu mereka berdua.


"Katanya mereka mau ke sini? Tapi kok nggak muncul-muncul, ya?" tanya Zulaikha sambil melirik ke arah pintu masuk.


"Katanya mereka di ajak masuk lewat pintu lain," jawab Yusuf karena dia minta pada Alex dan William menjaga anak-anak jangan sampai mengganggu acara makan malamnya.


***


Akhirnya berhasil juga makan malam berdua. Hanya saja salah kostum saja. Si Zulaikha sengaja pakai traning. Dikira mau jalan-jalan ke taman komplek 🤣🤣🤣.


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya. Teman-teman jangan lupa ya kasih LIKE, KOMENTAR, BUNGA, VOTE juga. Kalian membuat Author senang, maka Author juga semangat mengetiknya. Terima kasih 😘😘😘


Sambil menunggu Abang Yusuf dan Zulaikha up bab berikutnya. Mampir nih ke karya teman aku. Ceritanya bagus dan menarik loh. Yuk kepoin novelnya.

__ADS_1



__ADS_2