
Cantika mondar-mandir di kamarnya. Malam ini keempat bocah itu tidur di sana. Ditambah si kembar Shine dan Sky. Kasur yang super luas itu kini penuh. Asiah tidur paling ujung dan dikasih pembatas dengan guling.
Ketiga anak lainnya tidak ada di rumah membuat Cantika semakin tidak tenang pikirannya. Suaminya dan William berada di ruang monitor. Membuat dirinya yakin kalau mereka sedang menghadapi masalah.
"Ya Allah, lindungilah mereka." Cantika terus bergumam berdoa untuk kebaikan semua orang.
***
Bintang melihat bayangan orang yang berlari. Maka dia pun melesatkan peluru ke arahnya.
Dor!
Tembakan Bintang mengenai tubuhnya. Namun, orang itu masih bisa bergerak.
"Aku lupa kalau mereka itu pakai baju anti peluru," gumam Bintang.
Dor!
Sebuah peluru mengarah pada Bintang. Sebelum mengenai tubuhnya, gadis itu sempat menghindar. Sehingga pelurunya menancap di batang pohon dekat kepalanya.
"Hampir saja!" Bintang melirik pada lubang tempat peluru bersarang.
***
Baggy mengendap-endap mencari keberadaan Zulaikha. Hutan yang kini menjadi terang, memudahkan dia untuk bisa melihat kemana saja dengan jelas.
"Ternyata ada untungnya juga bola cahaya itu," kata Buggy.
Saat matanya melihat ada bekas injakan ranting-ranting pohon. Buggy merasa yakin kalau itu bekas injakan Yusuf dan Zulaikha. Maka, dia pun menelusuri patahan ranting-ranting. Dia melihat di semak belukar ada yang bergerak.
"Akhirnya aku temukan ekor anakmu Clive," kata Buggy.
Buggy pun berjalan dan membuka semak-semak itu. Keberuntungan berpihak pada Buggy.
"Akhirnya, aku menemukan kalian!" seru Baggy.
__ADS_1
Yusuf yang duduk sambil memeluk Zulaikha, sangat terkejut ketika melihat laki-laki bertubuh besar, kini berdiri di depannya. Zulaikha mendadak lemas badannya ketika melihat pistol sedang diarahkan padanya.
"Selamat tinggal gadis kecil!" Buggy menarik pelatuk pistol.
Jiwa untuk melindungi orang yang dicintai, meronta dalam diri Yusuf. Sehingga kaki dia bergerak dengan cepat tanpa dia sadari menendang tangan yang sedang memegang pistol itu.
Dor!
Tembakan pun meletus tanpa kena sasaran. Yusuf yang sejak tadi memegang botol semprot gas tidur. Dia pun menyemprotkan pada muka Baggy.
"Aaaahk! Apa ini?" teriak Baggy sambil memegang mukanya.
"Ayo!" Yusuf menarik tangan Zulaikha untuk bangun dan lari dari sana.
"Kaki aku lemas Om," jawab Zulaikha.
Yusuf memutar otaknya mencari cara agar Zulaikha bisa ikut berlari. Sebab, kalau menggandong seperti tadi takutnya mempermudah musuh untuk menembak punggung Zulaikha.
"Kalau kita selamat, aku akan ajak kamu kencan. Kemanapun kamu mau, Zulaikha!" tawar Yusuf agar kekasihnya itu mau berlari menggunakan kedua kakinya.
"Janji loh, Om!" pinta Zulaikha sambil melihat ke arah Yusuf.
Aneh bin ajaib. Kaki Zulaikha kuat berlari.
Sementara Baggy merasakan dirinya mulai mengantuk. Dia merasa sangat ingin tidur.
"Obat bius? Si_al dia punya senjata tak terduga. Maka dia pun menancapkan ranting pada telapak tangannya. Rasa sakit itu mengalahkan rasa kantuknya. Sehingga dia tetap sadar, lalu mengejar Yusuf dan Zulaikha.
Kedua orang itu berlari semakin ke tengah hutan yang gelap karena sinar dari Bola Cahaya tadi tidak sampai sana. Yusuf memegang kuat tangan Zulaikha. Dia tidak mau calon istrinya itu tertinggal apalagi sampai terluka.
"Om, capek! Bisa ... berhenti dulu ... buat tarik napas," kata Zulaikha terputus-putus.
Yusuf menarik tubuh kekasihnya dan bersembunyi di balik batang pohon. Keduanya bernapas ngos-ngosan. Musuh belum terlihat. Mereka bisa beristirahat sejenak di sana.
"Sepetinya obat bius tadi bekerja," kata Yusuf.
__ADS_1
"Maksudnya, Om?" tanya Zulaikha.
"Ini adalah obat bius. Kalau kita semprotkan dan terhirup maka orang itu akan jatuh tertidur," jawab Yusuf.
"Ah masa, Om! Sini aku coba!" pinta Zulaikha dan hendak mengambil botolnya.
"Buat apa?" Yusuf menjauhkan botol itu dari tangan Zulaikha
"Ya, buat di coba. Karena penjahat tadi juga kayaknya tidak jatuh pingsan atau tertidur. Aku jadi penasaran. Apa obat ini berfungsin dengan baik?" Zulaikha masih berusaha ingin menggapai botol itu.
"Kalian buruk sekali dalam bersembunyi." Tiba-tiba Buggy muncul dari arah belakang mereka.
"Aaaaaakh!" teriak keduanya.
***
Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga. Dukung aku terus ya. Terima kasih.
Sambil menunggu Abang Yusuf dan Neng Zulaikha beraksi. Baca juga karya teman aku. Bagus nih ceritanya. Cus meluncur ke karyanya.
Author: LichaLika
Judul: Bu Guru Aku Padamu
Blurb:
Aldo Alexander seorang siswa kelas 12 SMA, jatuh cinta kepada gurunya sendiri Vega Aprillia guru Fisika.
Sosok Aldo yang tampan dan sedikit jail, membuat Aldo dikenal sebagai siswa yang somplak diantara teman-temannya.
Vega Aprillia adalah guru Fisika yang baru di sekolah Aldo.
Aldo sangat membenci pelajaran Fisika, setiap Vega datang ke kelasnya, Aldo selalu membuat kegaduhan, sehingga membuat Vega dibuat pusing bukan kepalang, namun siapa sangka Aldo justru jatuh cinta kepada guru Fisikanya itu.
Apakah Vega akan menerima cinta dari sang murid? Mengingat Vega sudah memiliki seorang tunangan?
__ADS_1
Akankah cinta Aldo bisa tersampaikan kepada gurunya?
Ikuti yuk kisah mereka yang pastinya bikin ngakak dan romantis...