Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
BAB 28. Rain dan Rania Diserang Penjahat (2)


__ADS_3

DOR!


       Rania menunduk disaat bersamaan dengan terdengarnya bunyi letusan pistol. Dia hendak menyerang orang yang dipanggil 'Bos' kedua orang lainya itu. Peluru yang awalnya diarahkan pada Rania, kini malah mengenai salah satu penjahatnya. 


"Akh!" Si Penjahat itu mengerang kesakitan saat lengan kanannya terkena tembakan.


"Hei, bodoh! Kenapa kamu malah menembak teman kamu sendiri?" teriak Si Penjahat satunya lagi.


"Kak Rain, kita habisi mereka semua. Ternyata mereka hanya penjahat kelas cecunguk!" teriak Rania.


"Oke. Aku punya dua pedang samurai, nih. Kamu bisa menguliti mereka seperti biasa," ucap Rain sambil menatap tajam pada dua orang penjahat yang ada di depannya.


     Ketiga penjahat itu ketakutan melihat Rain yang memasang kuda-kuda dengan pedang di kedua tangannya. Sedetik kemudian, mereka berlari sambil berteriak, "Kabur!"


       Ketiga penjahat itu lari terpontang-panting masuk ke dalam hutan. Saat ini Rain dan Rania sedang berada di jalan perbukitan hutan jati. 


"Kak, apa musuh masih ada yang bersembunyi?" tanya Rania dengan berbisik.


     Telinga Rain yang sangat peka akan bunyi, merasakan ada bunyi kecil dari dalam hutan. Dalam sekali gerakan cepat Rain menarik tubuh Rania dan bersembunyi di balik mobilnya. Sesaat kemudian peluru itu mengenai badan mobil.


      Lalu Rain melemparkan satu samurai milik si Penjahat tadi ke arah dalam hutan. Lalu terdengar teriakan kesakitan dari arah sana.


"Hebat!" gumam Rania pelan.

__ADS_1


     Lagi-lagi ada peluru yang mengarah pada mereka. Kali ini mengenai batang pohon yang ada di belakang Rania dan Rain. Rain pun kembali melemparkan samurai satunya lagi ke arah sumber suara letusan pistol. Teriakan dan erangan kembali terdengar dari arah seberang mereka. 


     Rain dan Rania berjongkok di balik mobil mereka. Kalau-kalau penjahat itu menembakan pelurunya lagi. 


"Kak, apa mereka masih ada atau sudah pergi?" tanya Rania dengan suaranya yang sangat pelan. 


     Rain memejamkan matanya dia berkonsentrasi untuk mendengarkan bunyi. Namun, yang dia dengar malah debaran jantung Rania. Tarikan dan hembusan napas gadis yang ada di sampingnya.


"Sepertinya mereka sudah pergi," kata Rain dan mengalihkan penglihatannya pada sepupunya itu.


"Aduh, kenapa hari ini banyak kejadian yang membuat aku kesal?" Rania memasang wajah cemberutnya. Malah itu menjadi hiburan bagi Rain. Tanpa sadar Rain menepuk kedua pipi ke Rania dan membuatnya mengeluarkan bunyi.


"Kak Rain!" Rania merengek karena lagi-lagi Rain memainkan pipinya.


"Hanya Kak Rain yang bilang aku lucu. Sementara orang lain bilang aku cantik. Kayaknya ada masalah pada mata Kakak," ucap Rania sambil memberengut.


        Rain sudah menghubungi orang kepercayaannya untuk menjemput mereka. Jarak dari Jakarta ke hutan jati itu sekitar 2 jam. Maka, mereka pun menunggu di dalam mobil.


"Masya Allah, langitnya sangat indah!" pekik Rania saat membuka jendela mobil. Langit malam cerah yang berhiaskan jutaan bintang yang terhampar luas di atas sana. Membentuk anak sungai bintang yang begitu sangat indah.


"Lihat, Kak! Jarang-jarang, loh. Kita bisa melihat pemandangan seperti ini. Apalagi di kota," kata Rania dan menarik tangan Rain agar ikut melihat pemandangan itu.


"Ya, indah banget. Waktu di Kanada kita bisa melihat pemandangan seperti ini jika naik ke perbukitan," ucap Rain sambil menengadah melihat langit malam.

__ADS_1


     Muka kedua orang itu bersisian. Rain menahan tangan kiri pada sandaran kursi yang diduduki oleh Rania sedangkan tangan kanan berada di dasboard. Sehingga terlihat seperti sedang mengungkung Rania.


"Kapan kita bisa melihat langit malam yang dipenuhi bintang seperti ini lagi?" gumam Rania dan memalingkan wajahnya ke samping dan hidung mereka beradu. Rania dan Rain cepat-cepat saling menjauh.


     Tiba-tiba ada serangga yang masuk lewat jendela itu. Rania yang takut akan makhluk yang bernama serangga, langsung berteriak histeris. Apalagi saat serangga itu menempel padanya.


"Akh! Kakak." Rania mengibas-ngibaskan tangannya pada tubuh dan kepala. Dia berharap serangga itu tidak masuk ke dalam bajunya.


"Kakak, tolong aku!" Rania menangis sambil menggerakkan kedua tangan dan kakinya.


"Tenang, Nia. Aku akan cari serangga itu," kata Rain.


"Dia merayap di tubuhku, Kak," kata Rania masih menepuk-nepuk badannya.


      Mobil mereka bergoyang-goyang. Ditambah teriakan Rania. Sukses membuat otak orang-orang berpikir yang tidak-tidak, apa yang sedang terjadi di dalam sana.


"Hei, apa yang sedang kalian lakukan!" 


     Rain dan Rania mendadak berhenti bergerak. Saat keduanya melihat ke arah luar, ternyata mobil mereka sudah dikelilingi oleh beberapa orang.


***


😱😱 Rain dan Rania digerebeg warga, nih. Apa yang akan terjadi pada mereka? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kirim Bunga, Kopi, dan Vote. (Ada giveaway bagi rangking pemberi poin tertinggi, aku nggak dihitung, ya 😁). Like dan Komentar juga untuk penyemangat aku (Ada juga pemenang komentar terbaik menurut aku) Kakak bisa dapat double hadiah giveaway jika mendapat poin tertinggi dan komentar terbaik 🤗🤗.

__ADS_1


__ADS_2