Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
BAB 41. Ngorok Vs Snack


__ADS_3

Raihan sangat puas saat pengacaranya memberitahukan, kalau saat ini status Miranda dan Soraya juga menjadi tersangka. Sementara itu, laporan untuk Alin sedang ditinjau kembali dengan adanya bukti baru. Ahli penerjemah mulut pun, memberikan kesaksian yang sama dengan isi video yang kemarin di dapat oleh Yunus.


"Aku ingin sebelum tanggal satu nanti, status Alin sudah bebas dari tuduhan," kata Raihan.


"Akan kami usahakan," balas pengacara keluarga Hakim.


"Terima kasih, Pak!" Raihan menyalami tangan pengacaranya.


"Sama-sama, Den Ian. Jadi, curiga nih! Kenapa meski sebelum tanggal satu status Nona Alin sudah harus bebas?" Pengacara itu tersenyum simpul.


"Biasa urusan anak muda," balas Ian sambil berbisik. Pengacara itu pun tertawa terkekeh.


***


Alin, Rania, dan Asiah sedang menerima wejangan dari Mentari. Ketiga perempuan itu duduk berjajar di sofa yang berhadapan dengan Mentari.


"Jadi, kita sebagai istri harus bisa menutupi aib suami. Apapun itu kekurangan yang ada pada pasangan kita, jangan sampai kita ceritakan pada siapa pun. Meski yang kita anggap sepele, tapi sebenarnya itu bisa menjadi nama baik suami kita tercemar," jelas Mentari.


"Contohnya, Bun?" tanya Rania.


"Misal, 'suamiku itu kalau tidur suka ngorok!' kayak gitu. Mungkin bagi kita itu hal sepele dan wajar orang tidur ngorok. Tapi, mungkin saja bagi pasangan kita itu memalukan dan merasa sudah tercoreng nama baiknya," jawab Mentari.


"Apa Ayah Fatih, kalau tidur suka ngorok?" tanya Alin penasaran.


"Tidak! Suamiku tidak suka ngorok," jawab Mentari.


"Alin, meskipun suami kita suka ngorok jangan dibilangin sama orang lain, nanti dia malu," ujar Rania sambil tertawa.


"Hei, memang pada kenyataannya Ayah Fatih nggak suka ngorok," bantah Mentari.


"Jangan-jangan Kak Rain kalau tidur suka ngorok?" Alin menatap Rania dengan memicingkan matanya.

__ADS_1


"Ish, enak saja! Masa ganteng-ganteng tidurnya ngorok," gerutu Rania.


"Kalau membandingkan orang lain dengan suami kita, bagaimana itu, Bun?" tanya Asiah.


"Jelas, tidak boleh itu, Sayang. Mau bagaimanapun kita tidak boleh membandingkan suami kita dengan orang lain. Apalagi kalau membandingkannya itu, kesan suami kita malah semakin jelek di mata orang lain," jawab Mentari.


"Contohnya, Bun." Alin pikir dia harus memahami betul bagian ini. Jangan sampai nanti dia melakukan kesalahan yang membuat Raihan sakit hati karena ulahnya.


"Misal, kamu dan Nia sedang curhat. 'Suamiku itu begini dan begini, mending suami kamu'. Atau 'Aku punya suami itu orangnya begini begitu, beda sama suami orang lain yang begono,' itu tidak boleh," jelas Mentari.


"Jadi, intinya kalau mulut kita itu harus dijaga. Agar tidak membicarakan kekurangan dan keburukan suami kita," ujar Rania.


"Yap, benar!" balas Alin dan Asiah.


"Tunggu, ini toples kue dan snack habis semua?" Mentari takjub sama cara makan putri dan kedua menantunya. Ketiganya pun cuma menyeringai.


Mereka bertiga habis 6 toples kue, 4 keler besar keripik singkong, ubi ungu, pisang, dan talas. Bahkan sebelumnya mereka masing-masing makan salad buah satu cup ukuran besar.


"Protes!" kata Alin


"Nggak!" kata Rania dan Asiah.


Ketiga perempuan itu melirik ke arah Alin. Membuatnya gugup dan malu. Jadinya, Alin hanya menyeringai malu.


"Apa Ian, marah atau cuma protes saja?" tanya Mentari.


"Kak Ian selalu suka jahil, Bun. Tiap hari menggoda Alin dan suka bilang 'kamu harus rajin minum susu biar tambah tinggi', atau 'kurangi makan snack, nanti kamu makin gendut' gitu, Bun." Alin malu-malu saat menjawabnya. Hal ini membuat semua orang tertawa terkekeh.


***


Raihan mengunjungi kantor Mega dan kebetulan ada Rain dan Rayyan yang sedang berada di sana. Dia meminta bantuan agar acara kencan dengan Alin, untuk melihat bintang itu bisa terlaksana. Dia juga mau pinjam villa milik keluarga Erlangga yang ada di Lembang.

__ADS_1


"Apa itu?" tanya Mega saat seorang karyawan memberikan kartu debit milik Raihan.


"Biasa jajan Alin," jawab Raihan.


"Kamu itu suka ngomelin Alin yang suka makan snack banyak. Tapi kamu sendiri yang membelikan jajanan itu," ujar Mega sambil tertawa kecil.


"Daripada dia jajan yang enggak-enggak. Kalau begini kan kita tahu apa saja yang masuk dalam perutnya," balas Raihan.


"Ya, benar. Aku juga selalu mengecek makanan yang dimakan oleh Asiah. Dia itu pemakan segala. Mau itu makanan asin, manis, pedas, atau asam. Semua dia makan. Makanya aku harus terus memantau makanan yang ada di rumah," ucap Rayyan.


"Aku tidak terlalu memperhatikan cemilan yang dimakan oleh Nia. Kayaknya dia tahu mana yang baik dan nggak baik untuk dia makan," kata Rain.


"Biasanya anak gadis itu suka diet," ucap Mega.


"Tidak akan aku biarkan Alin berdiet," ujar Raihan.


"Yap, aku juga," kata Rayyan dan Rain bersamaan.


"Kenapa?" tanya Mega penasaran.


"Aku nggak suka memeluk tubuh yang kurus," jawab Raihan sekenanya.


"Setuju," ucap Rayyan dan Rain membenarkan.


"WOW. Kalian sudah sampai tahap itu, hebat. Aku nggak menyangka," kata Mega menggoda Raihan.


"Memangnya kamu suka memeluk tubuh yang kurus?" balas Raihan.


"Tidak. Justru aku menyuruh Chelsea untuk membuat tubuhnya montok. Kan enak saat dipeluk nanti," ujar Mega sambil menaik turunkan alisnya. Keduanya pun tertawa sedangkan Rayyan dan Rain hanya mendengus.


***

__ADS_1


Ih, Ian malah mempasilitasi stok cemilan untuk Alin 😁. Akan kah acara kencan Alin dan Raihan bisa berjalan lancar? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kirim Bunga, Kopi, dan Vote juga. Like dan Komentar juga untuk penyemangat aku 🤗🤗.


__ADS_2