Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
#Kecelakaan Membawa ....


__ADS_3

     Mendengar kata-kata Yusuf kepada Asiah, membuat hati Zulaikha semakin terluka. Dia tahu dan bisa menilai kalau Bilqis itu lebih baik darinya. Padahal kemarin laki-laki itu selalu memberikan perhatian lebih padanya. Bahkan dia sampai merasa kalau perasaannya mendapat sambutan dari sang duda.


'Om, kamu sungguh menyebalkan!' jerit hati Zulaikha.


     Asiah melihat ke arah Bilqis yang terlihat berharap bisa menjadi ibu sambung untuknya. Kemudian Asiah melihat ke arah Zulaikha. Wajah yang selalu terlihat ceria itu kini terlihat sedih dan terluka. Matanya juga berembun.


"Asiah tidak mau berpisah dengan Mama Zulaikha," jawab Asiah sambil menggandeng tangan Zulaikha.


     Senyum lebar langsung tercipta di wajah tampan Yusuf. Dia pun langsung memeluk tubuh putrinya. Lalu, berkata dengan berbisik," Terima kasih, Sayang. Kamu sudah memilih yang terbaik buat kita."


    Zulaikha menitikan air mata kebahagiaan. Setelah sempat merasa sakit hati tadi.


"Maafkan aku, Bu Bilqis. Aku mencari seorang istri yang bisa menjadi ibu bagi putriku. Jadi, aku menyerahkan keputusan itu kepada Asiah. Dan Asiah memilih Zulaikha untuk menjadi ibunya," jelas Yusuf dengan hati yang terasa tenang setelah barusan merasa kalut.


     Air mata Bilqis meluncur membasahi pipinya. Hatinya merasa hancur saat mendapat penolakan dari Asiah. Padahal dia berharap bisa bersama dengan Yusuf dan Asiah menghabiskan sisa hidupnya.


"Tuh 'kan apa yang sudah aku bilang. Kalau Samiri itu laki-laki yang pantas untuk Bilqis. Dia itu laki-laki yang mapan. Banyak harta bendanya, sehingga nggak perlu mengkhawatirkan kesejahteraan Bilqis dan keluarga kita nantinya," ujar Hindun dengan nada sinis.


"Iya, Pak. Mana mungkin ibu sembarangan memberikan laki-laki untuk Bilqis. Kita semua kan sayang sama Bilqis," tukas Harun juga.


     Daud menarik napasnya dan berkata, "Bilqis itu yang akan menjalaninya. Jadi, dia berhak menentukan laki-laki pilihannya."


"Bilqis, kamu itu harusnya bersyukur. Samiri banyak melakukan kebaikan bagi keluarga kita. Terima saja pinangan dia. Dan yang jelas dia itu bukan duda. Jadi, kamu nggak akan dibayangi oleh kehidupan dari masa lalu istri pertamanya," ucap Hindun sambil memegang tangan anak tirinya itu.


     Bilqis tidak bicara apapun. Dia hanya mengusap air matanya yang terus jatuh.


    Yusuf merasa bersalah sudah membuat gadis sholahah itu menangis. Dia berharap laki-laki yang berjodoh dengan Bilqis adalah laki-laki yang sholeh dan mereka saling mencintai dan menyayangi.

__ADS_1


     Zulaikha memeluk Asiah dan merasa senang karena sudah di pilih oleh gadis kecil itu. Diciuminya pipi gembul Asiah dan sesekali mengucapkan terima kasih.


"Aku harap kamu bisa menemukan kebahagian dengan laki-laki yang menjadi suami nanti. Maaf kalau aku sudah membuat kamu sakit hati dan bersedih," ucap Yusuf. Bilqis hanya mengangguk.


Zulaikha rasanya ingin bersorak senang. Namun, dia tidak mau menunjukan rasa bahagianya di depan seorang gadis yang sedang bersedih karena keinginannya di tolak oleh beberapa pihak. Kalau bukan jodoh mau bagaimana lagi? Justru dalam hatinya dia berharap kalau Yusuf adalah jodohnya.


***


     Yusuf pun pulang ke apartemen. Asiah ternyata menghubungi Neneknya dan menceritakan kejadian yang sudah terjadi pada Ayahnya yang kecelakaan dan dirinya yang diculik. Dia melakukan video call dengan Abah juga. Hal ini membuat orang-orang yang ada di kampung panik dan khawatir dengan ke adaan Yusuf dan Asiah di kota.


     Yusuf setelah pulang dari rumah sakit langsung tertidur akibat minum obat. Jadi, dia tidak tahu kalau Asiah menghubungi keluarganya yang ada di kampung halamannya.


     Zulaikha memandangi wajah Yusuf sambil tersenyum bahagia. Dia senang karena sang pujaan hati tidak jadi melamar saingannya. Bahkan tadi dia bilang akan menunggu sampai Zulaikha selesai sekolah dan benar-benar sudah siap untuk menjadi seorang istri dan ibu kelak.


"Terima kasih, Om. Sudah memberikan aku kesempatan untuk menjadi calon istri dan ibu bagi Asiah." 


"Huh, padahal saat ini dia dalam keadaan tidak berdaya. Mau aku cium juga nggak akan melawan," gumam Zulaikha dengan kesal.


"Mending main sama Asiah!" Zulaikha pun beranjak dari kamar Yusuf.


***


     Yusuf bangun dari tidurnya. Kini tangannya sudah tidak pakai penyangga lagi. Sudah mulai bisa digerakkan juga. Saat keluar kamarnya dia melihat kalau Zulaikha dan Asiah sedang tertidur beralaskan karpet. Keduanya saling berpelukan.


"Kenapa nggak pakai kasur lantai? Nanti sakit badannya kaku karena tidur di lantai seperti ini," gumam Yusuf.


"Zulaikha, bangun! Pindah ke kamar kalau mau tidur," ucap Yusuf dengan posisi masih berdiri.

__ADS_1


     Bukannya bangun, Zulaikha malah membalikan badannya menghadap Yusuf dan memunggungi Asiah. Yusuf pun kembali mengulangi panggilannya untuk membangunkan Zulaikha. Kalau tangannya nggak sakit sudah pada di gotong dua-duanya ke kamar.


    Yusuf pun berjongkok di depan Zulaikha. "Zulaikha, pindah tidurnya!"


     Masih tidak ada respon dari Zulaikha, maka Yusuf pun memajukan badannya dan tanpa dia sadari. Kakinya masuk ke bawah karpet dan jatuh tersungkur.


CUP


    Aneh tapi nyata, seperti yang terjadi di film-film. Saat terjatuh si tokoh utama antara laki-laki dan perempuan itu jatuh dan bibir mereka menempel. Begitu juga sekarang, Yusuf nyungsep ke arah Zulaikha dengan bibir mereka saling menempel. Lagi-lagi Yusuf bisa merasakan lembutnya bibir Zulaikha. Tanggung kepalang sekalian saja dia menuruti napsunya. Insting jiwa laki-lakinya bekerja. Hal yang tidak di sadari oleh Yusuf kalau Zulaikha juga membalas ciuman itu. Keduanya terbuai dalam napsu.


Meski napas keduanya hampir habis. Tidak ada yang mau menghentikan ciuman itu. Meski sempat terlepas tautannya, mereka melanjutkan sampai benar-benar kesadaran mereka kembali. Serta dua-duanya merasa malu dan saling menghindar tidak berani saling melihat satu sama lainnya. Saat merasa malunya mereka saat ini.


"Apa yang tadi aku lakukan! Lagi-lagi aku tidak bisa menahan hasrat ini." gumam Yusuf dengan muka yang masih merah padam.


"Ahk! Si Om, kalau mencium membuat aku mabuk kepayang. Sehingga nggak mau berhenti. Aku menyukainya," gumam Zulaikha dengan wajah merah merona dan menyentuh bibirnya yang agak bengkak. Senyum lebar terus menghiasi wajah Zulaikha.


"Maaf, tadi aku tidak sengaja. Kaki aku tersandung karpet saat mau membangunkan kamu," ucap Yusuf memecah keheningan di antara keduanya.


"Nggak apa-apa kok, Om. Aku suka di cium sama Om, seperti barusan. Kalau Om mau berciuman lagi, nggak apa-apa, aku akan sangat senang," balas Zulaikha.


Yusuf menyentil kening Zulaikha. Betapa malunya dia saat ini. Ditambah dengan omongan si gadis nakal itu. Semakin malu.


'Ini namanya kecelakaan membawa nikmat, eh hikmah. Atau dosa?' Zulaikha berkata dalam hatinya.


***


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga ya. Dukung aku terus. Terima kasih.

__ADS_1


     


__ADS_2