Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
# Dibalik Tragedi


__ADS_3

"Aku mencintaimu, William Green," kata ini mengalun lembut dari mulut Bilqis.


"Terima kasih kamu masih menjaga perasaan cinta kamu untukku," balas William dengan senyum yang menawan terlukis di wajahnya.


"Apakah Mister juga, mencintaiku?" tanya Bilqis hanya untuk menyakinkan dirinya meski tadi kata itu keluar dari mulut si duda bule.


"Hn, aku juga mencintai Bilqis," jawab William dengan tatapan hangat dan senyum tampannya.


    Wajah Bilqis kini merona karena pernyataan cinta dari William. Saking malunya dia menutup mukanya dengan kedua tangan.


"Hey, kamu kenapa?" tanya William.


"Aku malu, Mister," jawab Bilqis masih menyembunyikan wajahnya.


"Malu? Kenapa malu? Apa kamu malu karena aku sudah sangat tua?" tanya William dengan ragu-ragu.


"Bukan!" bantah Bilqis cepat-cepat.


"Lalu kenapa?" tanya William lagi dengan gemas. Saat ini Bilqis malah seperti Rania yang sering membuatnya gemas sehingga selalu ingin membuatnya menghujani dengan ciuman untuk menggodanya. Namun, dia mana mungkin melakuakan hal itu pada Bilqis.


"Aku malu … pasti muka aku merah karena mendengar pernyataan cinta dari Mister tadi," jawab Bilqis.


"Aku mencintaimu! Aku mencintaimu!" William sengaja menggoda Bilqis yang kini wajahnya sudah seperti kepiting rebus.

__ADS_1


"Mister, jangan buat aku semakin malu," kata Bilqis memohon.


"Aku akan mengatakan kata-kata itu setiap hari saat kamu menjadi istriku nanti," ucap William.


"Bilqis, maukah kamu menjadi istriku yang akan selalu berada disisiku, menjadi ibu bagi anak-anak aku, nanti? Maukah kamu mau menjadi pendamping aku dalam menggapai ridho untuk mendapatkan pahala di sisi Allah? Aku tahu mungkin bukan seorang imam yang selalu bisa membimbing kamu. Jika aku melakukan kelalaian atau khilaf, maukah kamu mengingatkan aku dengan cara yang benar?"


"In Sya Allah, aku akan melakukan semampu aku. Selagi Mister mengajak aku dalam kebenaran aku pun akan selalu mengikuti Mister. Jika, Mister khilaf maka sudah kewajiban aku juga untuk mengingatkan."


    Keduanya kini sudah sepakat untuk menjalin hubungan yang serius. Dikarenakan Bilqis hanya hidup sebatang kara. Maka William meminta kepada Aurora untuk mengurus acara pernikahannya. Mulai dari acara lamaran sampai pesta pernikahan mereka.


***


    Liburan Rania yang hanya beberapa hari ini di manfaatkan oleh Bilqis untuk mengurus atau menyelesaikan membuat laporan untuk kurikulum sekolahnya. Meski banyak yang kecewa karena Bilqis berhenti mengajar.


    Kedatangan William ke kampung itu, membawa berkah bagi keluarga Zainab. Rumah gubuk kayu itu di bangun menjadi rumah berlantai dua, yang memiliki banyak kamar. William juga membeli sebidang tanah untuk diberikan kepada keluarga Zainab agar mereka bisa mengelola lahan itu dan hasilnya bisa membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.


***


   Kedatangan Bilqis di rumah Khalid disambut baik. Aurora meminta Bilqis untuk tinggal di rumahnya. Dia suka kalau rumahnya banyak orang.


    Acara lamaran pun berjalan lancar. Cincin yang dipesan oleh William dari perusahan perhiasan terkenal di dunia pun kini tersemat di jari tangan kiri Bilqis.


   Pernikahan mereka akan dilaksanakan 3 bulan lagi. Mereka akan mengurus dokumen pernikahan beda negara. 

__ADS_1


   Selain itu Bilqis juga akan di didik oleh Aurora untuk menjadi seorang Nyonya dari keluarga Green.


***


    Ruangan yang luas dan hanya berisi kursi dan meja itu, kini hanya di isi oleh seorang wanita paruh baya dan seorang laki-laki yang tangannya di borgol. Keduanya kini sedang terlibat pembicaraan serius.


"Harun, apa kamu tahu kalau Bilqis kini sudah diketahui keberadaannya," kata wanita paruh baya yang duduk dengan tegap.


"Di mana?" tanya laki-laki bernama Harun itu.


"Saat ini berada di sebuah keluarga kaya raya," jawab Maria.


"Bagus, Bu. Ibu harus bisa menguras uang mereka. Jangan seperti kemarin! Meski mereka dibuat seolah seperti sudah melakukan hubungan suami-istri. Bilqis tetap saja pergi dari laki-laki kantoran itu. Dia tidak meminta pertanggungjawaban kepada laki-laki itu," balas Harun.


"Ibu juga kaget. Pas ibu bangun mereka sudah tidak ada di rumah. Dan Hafshah juga tidak sempat melihat mereka tidur bersama. Kalau saja rencana dulu itu berjalan lancar sudah bisa dipastikan kita akan mendapatkan uang mas kawinnya." Maria sungguh merasa sangat kesal kalau mengingat kembali kejadian itu.


     Dia makan lagi bolu yang sudah diberikan obat tidur dalam adonannya. Lupa kalau dia punya satu obat penawarnya. Setelah menggotong Bilqis dan Zakaria, ke dalam kamar si pemuda itu dan membuka semua pakaian keduanya. Maria pun makan sisa bolu itu karena sudah merasakan lapar lagi. Akhirnya dia pun jatuh tertidur dan lupa membuat bukti berupa foto.


"Iya, nanti ibu akan pura-pura bersedih karena dia tiba-tiba menghilang. Bilqis itu terlalu baik dan mudah di manfaatkan. Dia dengan mudahnya percaya sama cerita ibu yang hidup di jalanan. Dia kayak nggak pernah berpikir, bagaimana orang yang hidup di jalanan itu seperti apa?" 


"Ya karena dia seumur hidupnya tidak pernah hidup di jalanan. Jadi, tidak tahu. Pokoknya sekarang tidak boleh gagal lagi. Aku juga ingin segera keluar dari sini. Ibu harus secepatnya cari uang jaminan untuk membebaskan aku," ucap Harun.


"Tenang, ibu akan mencari tahu dulu informasi orang kaya itu. Terus kenapa Bilqis bisa sampai di rumah itu," balas Maria dengan senyumnya yang culas.

__ADS_1


***


😱😱😱 si Ibu Tiri masih saja mau berbuat dzalim pada Bilqis. Bagaimana Willian dan Bilqis akan menghadapi wanita yang seperti Mak Lampir ini, ya? 🤔🤔. Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu mendukung aku dengan kirim Bunga, Kopi, dan Vote juga 🥰🥰. Like dan Komentar untuk membuat aku semakin bersemangat 🤗 🤗.


__ADS_2