Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
# Gaun Pengantin


__ADS_3

    Yusuf dan Zulaikha mendatangi butik milik Gaya. Setelah dia konsultasi kepada Mentari tentang baju pengantin muslimah yang bagus.


"Assalamualaikum, saya Zulaikha. Tadi sudah buat janji dengan Tante Gaya. Apa beliau ada?" tanya Zulaikha pada seorang pegawai di butik.


"Wa'alaikumsalam. Iya, Nona. Ibu Gaya sudah menunggu Anda. Mari saya antarkan!" Seorang wanita muda berpakaian panjang-panjang menutupi seluruh tubuhnya itu membawa Zulaikha dan Yusuf naik ke lantai atas.


    Ruang luas yang terang karena sebelah dindingnya terbuat dari kaca. Ada beberapa manekin yang dipasangi baju yang sangat indah. Bahkan Zulaikha sangat ingin memakainya. Gaun pesta, gamis sederhana dengan warna cerah. Dan ada baju dinas malam yang sekarang menjadi baju favoritnya saat menggoda suaminya.


"Zul?" panggil seorang wanita dewasa.


"Tante Gaya!" Zulaikha langsung memeluk tubuh wanita yang dulu selalu mengajaknya bersama si Trio Kancil untuk jadi model baju-baju buatannya.


"Tante sangat pangling loh, kamu pakai hijab seperti ini. Cantik!" puji Gaya pada istri Yusuf itu dan membuatnya tersipu.


"Beneran aku cantik, Tante?" bisik Zulaikha.


"Tentu saja kamu cantik. Kalau tampan … dia itu yang tampan," balas Gaya sambil menunjuk Yusuf.


"Awas, jangan ganggu suami aku!" ancam Zulaikha.


"Apa? Suami? Kamu sudah menikah atau mau menikah?" tanya Gaya bertubi-tubi.


"Sudah menikah dan mau mengadakan resepsi pernikahan bulan depan. Pas aku ulang tahun ke sembilan belas tahun," jawab Zulaikha.


"Wah, selamat. Jadi beneran dong kamu ingin baju pengantin muslimah untuk kamu pakai sendiri?" tanya Gaya sambil berjalan ke arah lemari kaca yang ada di sisi kanan.

__ADS_1


"Tante pikir aku tukang bohong!" pekik Zulaikha dengan kesal.


"Bukan bohong, tapi lebih tepatnya aku merasa kamu ini sedang bermimpi atau apa? Tiba-tiba menelepon ingin baju pengantin untuk wanita muslimah. Aku kira itu untuk orang lain," jelas Gaya sambil menyerahkan sebuah baju pengantin berwarna putih dan biru dongker.


"Ini bagus sekali!" teriak Zulaikha girang. 


"Sana kamu coba! Kalau bagus itu buat kamu," ucap Gaya.


    Zulaikha pun mencobanya dan menunjukan pada Yusuf. Gaun pengantin yang tidak mencetak tubuhnya. Pakai jilbab yang menutupi dada. Memiliki hiasan di ujung pergelangan tangan dan bawah gaunnya.


"A~ng, ini cocok tidak?" tanya Zulaikha pada Yusuf. 


"Cantik dan cocok itu sama kamu. Aku juga suka modelnya," kata Yusuf sambil menatap istrinya.


"Sekarang coba yang dongker. Itu terlihat sangat mewah dengan taburan kristal swarovski." Gaya juga memberikan pasangan dari baju itu kepada Yusuf.


"Tante Gaya, aku ingin kedua baju ini, ya?" Zulaikha meminta dengan tatapan memelas seperti anak kucing.


"Iya, boleh." Gaya pun memberikan sebuah gaun lingerie berwarna hitam dan merah kepada Zulaikha. Salah satunya yang ada di patung tadi.


"Tante, ini …?" Zulaikha memegang baju berbahan sangat lembut.


"Itu hadiah dari Tante untuk kamu," ucap Gaya.


"Kado pernikahan?" tanya Zulaikha dengan rona di pipinya.

__ADS_1


"Iya, kado pernikahan untuk kamu. Hati-hati Bintang sedang menuju ke sini sehabis dari Jepang terlebih dahulu. Katanya tidak terima kalau kamu sudah menikah duluan. Sementara dia tunangan saja belum," ujar Gaya diiringi tawa dan Zulaikha pun ikut tertawa bersama.


"Akhirnya, bisa juga aku mendahului Bintang dalam hal pernikahan. Buat anak juga, ah! Biar Bintang semakin panas," ucap Zulaikha diikuti tawa jahil.


"Kalian berdua itu, sama-sama tidak mau mengalah." Gaya hany menggelengkan kepalanya.


***


Bilqis sedang menyiapkan untuk makan malam. Dia pun tanpa sadar kirim pesan kepada William.


[Mister, apa Anda akan makan malam di apartemen?


Jika iya, aku akan masak banyak.]


Tak berapa lama ada pesan masuk dari William.


[Maaf. Hari ini aku akan makan malam bersama keluarga.]


"Astaghfirullahal'adzim. Kenapa aku malah kirim pesan seperti ini!"


"Malu-maluin kamu, Bilqis." Gadis berjilbab itu menepuk-nepuk pipinya karena terasa panas akibat malu akan perbuatannya tadi.


***


Bilqis sangat berharap bisa makan malam bersama William lagi 😁😁😁. Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk kasih dukungan buat aku dengan Kasih Bunga, Kopi, dan Vote juga. Mumpung lagi hari Senin nih 🤭🤭🤭. Kasih Like dan Komentar untuk membuat aku semakin bersemangat 😘😘😘

__ADS_1


Sambil menunggu Aang Ucup dan Neng Zul up bab berikutnya. Yuk Baca juga karya teman aku. Ceritanya nggak kalah seru loh. Cus meluncur.



__ADS_2