
Berbekal alamat yang diberikan oleh Ghazali. Yusuf, Asiah, dan Bilqis menjenguk Zulaikha di rumah utama keluarga Basir. Rumah mewah dan megah kini terpampang di depan mobil mereka.
"Apa benar ini rumahnya, Mama Zulaikha?" tanya Asiah terpana melihat apa yang ada di hadapannya.
"Iya, Asiah. Ini rumah Mama Zulaikha," jawab Yusuf sambil melihat ke arah putrinya yang berada pada jok penumpang di belakang.
"Zulaikha itu seorang putri konglomerat, ya?" Bilqis juga tercengang melihat tempat tinggal Bilqis.
Kemudian mereka masuk ke dalam rumah setelah seorang pelayan membukakan pintu. Sambil menunggu kedatangan Zulaikha, kepala pelayan menyuguhkan berbagai jenis kue dan minuman. Juga satu cup es krim untuk Asiah.
Zulaikha turun melalui lift yang berada di rumahnya yang berlantai tiga. Dia senang dengan kedatangan Asiah dan Yusuf.
"Assalammualaikum, Mama!" Asiah berlari dan memeluk tubuh Zulaikha.
"Assalammualaikum, Sayang." Zulaikha pun membalas pelukan Asiah.
"Mama Zulaikha, sakit apa?" tanya Asiah dengan mata mengembung.
"Sepertinya kemarin Mama kebanyakan minum air laut," jawab Zulaikha sambil tertawa dan di ikuti oleh Asiah.
__ADS_1
"Air laut itu 'kan asin. Tidak enak," kata Asiah sambil tertawa kecil.
"Iya, makanya Mama sakit, karena rasanya tidak enak," balas Zulaikha. Kedua gadis beda usia itu tertawa bersama.
Yusuf pun tersenyum tipis saat melihat kalau Zulaikha dalam keadaan baik-baik saja. Dia ingin juga menyapa Zulaikha. Namun, gadis itu tidak meliriknya meski hanya sebentar saja padanya.
Zulaikha melihat kalau Yusuf dan Bilqis duduk saling bersisian. Dia sungguh tidak suka. Ada rasa kesal dan cemburu saat melihat mereka.
"Assalammualaikum, Zulaikha," sapa Bilqis dengan di iringi senyum manisnya.
"Wa'alaikumsalam," balas Zulaikha dan melihat ke arahnya.
Zulaikha berharap Yusuf juga mengajaknya bicara. Namun, laki-laki hanya diam saja.
"Untuk sementara, Mama akan tinggal di rumah ini dahulu," jawab Zulaikha dengan senyum tipis.
Mendengar perkataan Zulaikha, mimik Asiah berubah menjadi sedih. Bibir bergetar dengan mata yang berkaca-kaca. Membuat Zulaikha ikut sedih.
"Apa, Asiah mau ikut tinggal di sini bersama Mama?" tanya Zulaikha karena dia juga sangat rindu dengan gadis kecilnya itu.
__ADS_1
Kali ini Asiah tersenyum dengan mata berbinar, mendengar perkataan dari Zulaikha barusan. Asiah menganggukkan kepala.
"Tidak. Asiah tidak akan tinggal di sini," tolak Yusuf dan itu membuat orang-orang yang ada di sana terkejut.
Zulaikha mengalihkan penglihatannya kepada Yusuf. Senyum getir terulas dari bibirnya. Dia merasa kalau laki-laki di depannya itu sudah berubah. Bahkan dia tidak memberikan izin Asiah untuk tinggal sementara waktu bersamanya. Biasanya juga kalau Asiah ingin menginap di tempatnya, selalu diberikan izin.
'Kenapa kamu sedih, Zulaikha? Bukannya kamu tahu kalau dia itu tidak suka padamu! Kamu tidak pantas untuk berada disampingnya,' batin Zulaikha.
Zulaikha mengepalkan tangannya kuat sampai meninggalkan bekas kuku di tangannya. Dia menyalurkan rasa sakit dihatinya dan menahan agar air matanya tidak keluar.
"Ayah, aku ingin menginap di sini," kata Asiah.
"Asiah, Kak Zulaikha sedang sakit. Dia harus banyak istirahat agar cepat sembuh. Kamu senang 'kan kalau dia cepat sembuh?" Yusuf berjalan mendekati Asiah.
"Kalau Mama Zulaikha, sudah sembuh aku bisa tinggal bersamanya 'kan?" Asiah menatap Yusuf dengan tatapan memohon.
"Iya. Tapi, sekarang tidak boleh. Asiah pulang ikut Ayah," balas Yusuf.
'Entah kenapa otakku mengartikan kalau aku jangan dekat-dekat lagi dengan Asiah. Aku harus tahu diri. Aku ini bukan siapa-siapanya!' pikiran buruk menguasai Zulaikha.
__ADS_1
***
Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.