
Alin sedang meminum susu di bawah pengawasan Raihan. Istrinya itu tidak akan meminum susu kalau tidak di ingatkan olehnya.
"Nih, sudah!" Alin menunjukan gelasnya yang kosong.
"Pinter," kata Raihan sambil mencubit pipi Alin.
"Kak, lusa di sekolah akan mengadakan kemah," ucap Alin sambil menggendong tasnya.
"Berapa hari?" tanya Raihan sambil mengambil tas kerjanya.
"Tiga hari," jawab Alin sambil menggandeng tangan Raihan.
"Kamu senang pastinya bisa pergi kemah?" Raihan menatap Alin.
"Tentu saja senang," balas Alin dengan senyum manis tercipta di wajahnya.
"Ish, senang karena kamu tidak perlu minum susu. Iya, kan?" Raihan memiting leher Alin.
"Aduh, Kakak! Kan nggak apa-apa cuma 3 hari libur minum susunya," ujar Alin.
***
"Nia, maaf. Kemarin aku pergi ke panti asuhan dan di sana terjadi keracunan masal. Aku antar anak-anak itu ke rumah sakit dan mengurus semuanya," kata Rain saat bertemu dengan Rania di dapur.
"Iya," jawab Rania pendek. Dia sibuk membuat sarapan.
Rain pun duduk memperhatikan Rania yang sedang membuat minuman. Dia merasa tidak enak pada Rania, gara-gara masalah kemarin.
__ADS_1
Rania pun meletakan jus tomat dan sandwich di depan Rain. Tidak ada canda atau senyuman manis untuk suaminya. Rania pun langsung memakan sarapannya tanpa bicara apapun. Tidak sampai 2 menit, Rania selesai memakan habis semua makanannya.
"Kak, aku tunggu di bawah," kata Rania tanpa melihat ke arah Rain. Bahkan peralatan makannya pun tidak dia cuci.
'Rania, marah.' Rain hanya bicara dalam hatinya. Dia hanya melihat punggung istrinya yang pergi menjauh.
Saat perjalanan ke sekolah pun Rania tidak mengeluarkan suaranya sedikitpun. Biasanya dia suka banyak bicara atau bernyanyi. Rania malah sibuk membaca buku dan mengabaikan keberadaan Rain.
"Nia, sudah sampai," kata Rain sambil mengalihkan perhatiannya pada Rania.
"Nia, sekolah dulu." Rania menciumq tangan Rain, lalu turun dengan cepat.
Rain masih diam di sana dan memperhatikan Rania yang berlari ke arah Chelsea dan terlihat tertawa. Entah kenapa dia merasa kesal karena istrinya itu tidak memberikan senyuman untuknya pagi ini.
***
"Kamu mau kemah ke mana?"
"Bukan aku yang mau kemah, tapi Alin. Dia akan kemah selama tiga hari," kata Raihan.
"Nia, nggak bilang akan pergi kemah. Apa dia tidak ikut?"
"Alin bilang semua murid anak sebelas pergi kemah," jawab Raihan.
"Mungkin Rania lupa. Jadi, belum memberitahu aku."
"Padahal lusa pagi-pagi mereka akan pergi berkemah ke pegunungan," ujar Raihan.
__ADS_1
"Ya, sudah. Kita janjian ketemu di mana?"
"Di mall milik Om Erlangga saja. Karena pastinya Mega juga akan ikut mempersiapkan keperluan Chelsea," jawab Raihan.
"Baiklah, aku ke sana sekarang."
***
"Apa? Jadi, kemarin kamu pulang di antar Ayah Fatih!" Alin terkejut saat tahu adik iparnya tidak pulang dengan suaminya.
"Kak Rain kenapa tidak jadi menjemput kamu?" tanya Alin penasaran.
"Dia menolong anak-anak panti asuhan yang keracunan masal," jawab Rania.
"Oh. Lalu, kita nanti sepulang sekolah akan belanja keperluan untuk kemah. Kak Ian barusan kirim pesan akan mengajak aku ke mall. Apa kamu juga akan belanja bareng Kak Rain?" tanya Alin.
"Kayaknya perlengkapan untuk kemah aku punya dan masih bagus. Lagian sedang malas jalan-jalan. Aku mau menonton drakor saja atau tidur," jawab Rania.
"Kalau ada yang kurang bagaimana?" tanya Alin lagi.
"Aku sudah cek barang-barang aku beberapa hari yang lalu. Begitu agenda kemah disepakati, aku langsung mengecek barang-barang milik aku. Dan semua masih bagus," jawab Rania.
"Ya sudah, kalau begitu." Alin pun tidak memperpanjang lagi pembicaraan kemah.
'Untung saja semua perlengkapan kemah tahun lalu masih bagus. Malas kalau nanti mereka pada tanya-tanya masalah kemarin,' gerutu Rania dalam hati.
***
__ADS_1
Bagaimana acara kemah mereka? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa kasih dukungan buat aku dengan kirim Bunga, Kopi, dan Vote juga 🤗🤗. Like dan Komentar juga untuk penyemangat aku 🤗🤗.