
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa kasih like dan komentar. Semoga hari kalian menyenangkan dan bahagia selalu.
***
BAB 136
'Ya Allah, Engkaulah yang menghidupkan dan mematikan setiap makhluk yang bernyawa. Kumohon, selamatkan istri dan anak-anak kami. Berilah kemudahan operasi cesar Rania untuk melahirkan buah hati kami.' batin Rain.
Rain dalam hatinya terus memanjatkan doa agar istri dan anak-anaknya bisa selamat dan dalam ke adaan sehat. Dia meneteskan air mata saat melihat pisau bedah menyayat kulit perut istrinya. Kini dengan mata kepalanya sendiri, dia melihat perjuangan seorang wanita yang akan menjadi seorang ibu. Begitu berat dan besar pengorbanan yang mereka lakukan untuk buah hatinya agar bisa lahir ke dunia ini.
Dokter mengeluarkan satu per satu bayi di dalam perut Rania. Begitu mereka dikeluarkan dari perut ibunya bayi-bayi itu langsung ditangani oleh perawat-perawat yang sudah siap sejak tadi.
Proses operasi cesar kelahiran anak Rain dan Rania berjalan lancar meski memakan banyak waktu. Selama itu juga Rain tidak berhenti menangis.
Semua keluarga Hakim berkumpul di ruang rawat khusus keluarga mereka. Bayi-bayi yang dilahirkan oleh Rania berjenis kelamin laki-laki dua orang dan satu bayi perempuan. Lengkap sudah anak milik mereka.
***
Sementara itu, Chelsea kini berada di rumah sakit milik keluarga Lazuardi. Dia melahirkan di rumah sakit pamannya Mega dari pihak Ayahnya. Chelsea melahirkan secara normal bayi perempuan. Dengan dominan gen bule dari Chelsea.
Erlangga dan Pelangi merasa sangat bahagia dengan kelahiran cucu pertama mereka. Dia pun melakukan video call dengan Cantika dan saling memamerkan cucu mereka.
"Kenapa wajah cucu kita bule semua. Aku ingin cucu kita itu semua Indonesia tidak ada gen bulenya," ucap Cantika.
^^^"Hahaha … apalah Kak. Kalau bibit benihnya itu ada bulenya. Ya, hasilnya juga bule," balas Erlangga.^^^
"Aku mau buat challenge ah, siapa yang bisa melahirkan anak yang kulitnya sawo matang yang eksotis dengan mata tajam berwarna hitam atau coklat tua, rambut hitam lurus, akan aku kasih salah satu pulau milik Alex," kata Cantika sambil mengerlingkan matanya pada sang suami yang sedang tersenyum manis padanya.
"Benarkah itu Tante Cantika?" tanya Rayyan dan Raihan.
"Aku mundur, Ma," ucap Bintang.
"Benar. Tapi, harus 100% Indonesia tidak boleh ada bulenya sedikit pun," jawab Cantika.
"Yah … sulit, dong!" Raihan kecewa.
__ADS_1
"Dalam tubuh kita kan ada gen orang luar," lanjut Raihan.
"Justru peluang kalian lebih besar," bisik Ghazali.
"Benarkah itu, Om?" tanya Raihan dan Rayyan.
"Iya, apalagi istri kalian asli berdarah Indonesia. Beda dengan Rain dan Rania yang keduanya bawa gen campuran," jawab Ghazali.
"Yes! Oke Tante Cantika, aku mau ikutan challenge itu," kata Raihan dengan penuh semangat.
"Aku juga mau, lumayan satu pulau pribadi," tambah Rayyan.
"Ghaza, kamu nggak mau ikutan?" tanya Cantika.
"Tidak, sudah punya enam. Lagian kasihan sama Bintang, jika dia harus punya bayi lagi," kata Ghazali menolak ajakan mertuanya.
"Aku mau minta Alin buat anak yang berwajah Indonesia tulen," kata Raihan dengan senyum lebarnya.
"Aku juga mau Asiah melahirkan anak yang berkulit eksotis," ucap Rayyan.
***
Rain sangat telaten dalam mengurus bayi mereka. Bahkan saat mengurus Rania juga dia tidak pernah mau melibatkan orang lain. Hanya dirinya yang boleh melihat dan menyentuh tubuh istrinya.
Untungnya ASI milik Rania melimpah jadi ke tiga bayi itu tidak pernah kekurangan. Hanya saja mereka sering menangis jika terlambat memberi ASI. Wajah bayi-bayi mereka yang laki-laki mirip Rain dan yang perempuan mirip Rania. Semua mata mereka biru langit seperti mata keluarga Green.
"Sayang, jangan menangis. Sebentar, ya. Giliran dulu sama kakak-kakak kamu," ucap Rain pada putrinya.
Rania yang mendengarnya pun hanya tersenyum simpul. Rain sangat sabar dalam menghadapi anak-anaknya.
"Ya Habibi, sini. Sepertinya si Sulung sudah kenyang," kata Rania sambil menatap anak laki-lakinya.
Nama-nama anak Rania dan Rain adalah, bayi perempuan mereka diberi nama Fahima sedangkan untuk bayi laki-laki diberi nama Fahreza dan Fairel. Setiap nama mereka mengandung doa dan harapan dari kedua orang tuanya.
"Sayang, kita akan mengadakan aqikah begitu usia mereka satu minggu," kata Rain sambil mengusap dan mengecup kepala Rania.
__ADS_1
"Apa semuanya sudah disiapkan?" tanya Rania.
"Sudah beres semua," jawab Rain sambil memamerkan senyum menawannya.
"Jangan sering-sering tersenyum, nanti dilihat sama perawat dan dokter," ucap Rania kesal karena ada banyak perawat baru main lirik ke arah Rain. Mereka tidak tahu kalau Rania itu salah satu kerabat pemilik rumah sakit.
"Iya, Sayang. Aku tidak akan banyak tersenyum saat ada orang lain. Secukupnya saja," balas Rain. Padahal dia juga tersenyum hanya bagian dari keramahtamahan.
***
Hari kelahiran bayi Rania dan bayi Chelsea itu di waktu yang bersamaan. Maka mereka semua mengadakan akikah di waktu bersamaan juga. Hanya saja mereka berbeda tempat. Rania dan Rain memilih mengadakan akikah di pesantren keluarga Hakim. Khalid dan Aurora sudah sangat sepuh saat ini. Mereka memilih tinggal di lingkungan pesantren bersama beberapa kerabatnya.
"Kakek … Nenek, lihat buyut yang baru Nia lahirkan. Mereka sangat cantik dan tampan," kata Rania kepada Ja'far dan Sinar.
"Iya, mereka cantik dan tampan seperti kamu dan Rain. Jangan lama-lama saat tinggal di sana, ya!" pinta Ja'far saat Rania dan Rain mendatangi rumah keluarga Muchtar.
"Nia, tidak bisa janji. Karena Opa dan Oma juga pastinya ingin bersama mereka juga. Kasihan kalau anak-anak Nia di bawa kesana-kemari dalam waktu berdekatan," balas Rania dengan sendu. Dia juga tidak mau membuat kakeknya bersedih.
Ja'far dan Sinar juga sudah sama-sama sepuh dan tidak kuat melakukan perjalanan jauh dalam waktu yang berdekatan. Akhirnya malah jatuh sakit karena kelelahan.
"Tapi, nanti kalian tinggal di sini sampai usia bayi kalian empat bulan," ucap Ja'far.
"Hem!" Rain berdeham. Mana mungkin mereka bisa berlama-lama tinggal di sini.
Rania mencubit kecil paha Rain. Dia tahu apa yang ada di otak suaminya. Kamar tidur yang tidak memakai peredam suara dan adanya kakek dan neneknya, tidak akan membuat mereka nyaman. Pastinya mereka akan merasa malu jika ketahuan sedang mengarungi surga dunia.
"Nia tidak bisa janji kalau sampai usia si kembar empat bulan. Kalau sampai usia kembar satu bulan tidak apa-apa. Mama dan Bunda juga sudah mempersiapkan diri mereka di rumah Nia," balas Rania.
"Bagaimana kalau Kakek dan Nenek ikut tinggal bersama aku, Nia, mama, dan papa juga akan tinggal bersama Nia untuk sementara waktu," lanjut Rain.
"Kakek lebih suka tinggal di rumah sendiri," balas Ja'far dan dibenarkan oleh Sinar.
"Nama anaknya Mega itu siapa, ya? Kakek lupa," tanya Ja'far.
***
__ADS_1
Kira-kira siapa nama anak Chelsea dan Mega? Tunggu kelanjutannya, ya!