Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
# Nasehat Mentari untuk Asiah


__ADS_3

"Bunda, boleh nggak Asiah pamit sama Raya?" Asiah menatap dengan mata yang berembun dan memohon agar dia bisa dipertemukan dengan bocah laki-laki yang selalu mengklaim dirinya sebagai milik dia.


"I–Itu ... maaf ya, Sayang. Kamu dan Raya tidak boleh bertemu dulu. Ini agar Raya bisa introspeksi diri. Asiah, sayang 'kan sama Raya?" Mentari berjongkok menyamakan tingginya dengan Asiah.


"I-ya," jawab Asiah sambil mengangguk.


"Kalau Asiah sayang sama Raya, bantu Bunda agar Raya tidak mengulangi lagi kesalahan yang diperbuatnya seperti kemarin," jelas Mentari. Asiah pun mengangguk.


"Pinter. Kalian akan bermain bersama lagi jika, Raya sudah selesai mendapat hukumannya," ucap Mentari.


"Kalau Asiah kangen sama Raya, bagaimana?" tanya Asiah dengan wajah sendu.


"Hm ... doa kan Raya. Nanti Allah akan menghilangkan rasa kangen Asiah dengan kebaikan untuk kalian berdua," jawab Mentari.


'Ini anak ngerti nggak, ya? Dilihat dari wajahnya nggak mengerti.' Mentari bicara dalam hatinya.


"Gimana caranya, Bunda?" tanya Asiah.


"Ya Allah, lindungilah Raya, di mana pun dia berada. Permudahkan lah segala urusannya. Berikanlah kesehatan dan kebaikan untuknya. Sampaikan rasa rindu aku kepadanya," kata Mentari terjeda, "seperti itu!"


"Asiah akan ingat-ingat doanya," balas Asiah.


"Bagus. Calon mantu Bunda itu pinter! Agar tidak mudah dibodohi oleh orang lain," ujar Mentari.


     Tidak jauh dari mereka ada Yusuf yang tidak mengerti pembicaraan dua orang perempuan yang berbeda generasi itu. Sebenarnya dia penasaran dengan apa yang sedang mereka bicarakan.


"Asiah, kamu mau pamitan sama Raya nggak?" tanya Raihan.

__ADS_1


"Hm." Asiah menggelengkan kepalanya.


"Tolong bilang sama Raya, aku sudah pulang. Lalu bilang jangan kabur dari rumah. Nanti aku akan marah," kata Asiah.


"Iya, nanti aku akan bilangin sama dia. Tapi, beneran kamu nggak akan pamit dulu? Jika, nanti Raya marah sama kamu, bagaimana?" tanya Raihan.


    Asiah jadi gamang. Dia tidak mau kalau Rayyan nantinya marah sama dia. Bibirnya sudah mulai bergetar tanda dia sedang menahan tangisnya.


"Kok kamu bagus?" tanya Raihan.


"Ian, kenapa kamu buat Asiah menangis?" Mentari menatap tajam pada putra sulungnya.


"Asiah," panggil Yusuf dan Asiah pun berlari dan memeluk tubuh Ayahnya. Dia menangis dalam pelukan Yusuf.


"Kenapa?" tanya Yusuf sambil mengelus kepala putrinya. Namun, Asiah malah menggelengkan kepalanya.


"Ian, ayo minta maaf sama Asiah!" titah Mentari.


     Akhirnya Raihan minta maaf dari pada kena omelan Bundanya. Nanti tidak akan dibuatkan puding susu kesukaannya.


***


    Mentari yang mengantarkan makan siang untuk suaminya, malah mendengar perdebatan antara suami dan manta suaminya. Dia berdiri cukup lama di depan pintu. Saking serunya perseteruan kedua laki-laki itu tidak sadar dengan kehadirannya.


    Setelah dia berhasil menghentikan perseteruan keduanya. Kini mereka minta perhatian kepada wanita yang sedang hamil itu untuk menyiapkan makan siang untuk mereka.


"Sayang, sini Mas suapi!" Fatih menatap istrinya.

__ADS_1


"Kalian ini, tidak malu apa ada aku di sini," ujar William kesal mungkin cemburu.


"Pintu ada di sebelah sana, Kakek." Fatih menunjuk pintu dengan dagunya.


"Aku mau jadi satpam saja di sini sambil makan. Lumayan ada makanan sehat lima sempurna yang tersedia di depan mata." William makan dengan lahap makanan yang dimasak oleh Mentari.


"Makanya cepat cari istri! Jangan lama menduda," ujar Fatih.


"Cerewet! Kamu kira mudah bagi aku untuk menyukai seseorang," balas William.


"Kamu jangan kalah sama Yusuf. Dia juga sudah menikah lagi. Padahal belum satu tahun istrinya meninggal, dia sudah dapat gantinya," ucap Fatih.


"Calon istri aku di curi sama laki-laki nggak tahu malu," seloroh William.


"Hah!" Mentari dan William terkejut.


"Siapa orangnya?" tanya mereka lagi.


"Kalian juga kenal baik mereka," jawab William.


"Siapa, sih?" Mentari sungguh sangat penasaran.


"Iya, siapa?" Fatih ikutan.


***


Nah siapa nama yang akan Kakek Willi sebutkan? Kira-kira Zulaikha akan melakukan apa agar membuat Asiah senyum kembali. Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa kasih aku dukungan dengan kasih Bunga, Kopi, dan Vote. Kasih semangat aku dong dengan Like dan Komentar. 😘😘😘😘

__ADS_1


Sambil menunggu Aang Yusuf dan Zulaikha up bab berikutnya. Baca juga karya teman aku. Yuk kepoin Ceritanya. Bagus sekali loh.



__ADS_2