
Alin sangat kesal dengan kedatangan Miranda dan temannya yang belakangan diketahui namanya adalah Soraya. Kedua orang itu mengganggu kencan dirinya dengan Raihan. Tatapan keduanya pun tidak lepas pada Raihan yang duduk di depan mereka.
"Sayang, makan yang banyak. Biar semakin montok dan enak saat dipeluk," ucap Raihan pada Alin.
Saat gadis itu membuka mulutnya untuk membantah ucapan suaminya. Raihan lebih dulu memasukan makanan ke dalam mulutnya. Hal ini sangat disukai oleh Alin, akhirnya kedua orang itu saling menyuapi dan mengabaikan kedua orang yang menatap tajam pada mereka. Makanan mereka pun terlihat masih utuh hanya baru termakan sekitar sekali.
Raihan dengan cepat menghabiskan makanan yang dipesan olehnya tadi. Untung Alin bukan tipe gadis yang rewel soal makanan. Setelah selesai makan, tidak ada acara saling senda gurau seperti biasa yang mereka lakukan selama ini.
Keduanya pun pergi dari restoran itu sambil saling merangkul. Membuat Miranda dan Soraya semakin kesal.
"Apa wanita seperti itu tipe kesukaan Raihan?" tanya Soraya dengan tatapan mata yang masih mengarah pada pasangan itu.
"Mungkin saja. Apa bagusnya bocah itu, badannya saja terlihat rata begitu? Nggak ada lekukannya sama sekali," ujar Miranda dengan rasa cemburu.
"Ahk! Setidaknya aku ingin mendapatkan salah satu dari Trio R. Dan hanya Raihan satu-satunya harapan yang aku punya," lanjut Miranda.
***
Raihan dan Alin melanjutkan jalan-jalan ke tempat lain di akuarium raksasa itu. Kali ini ke tempat yang banyak berbagai macam ikan hiu dan ikan predator lainnya. Tanpa sadar rangkulan mereka masih bertengger di pundak dan pinggang pasangannya. Tangan Raihan merangkul pundak Alin sedangkan tangan Alin merangkul pinggang Raihan.
__ADS_1
Handphone milik Raihan tiba-tiba berbunyi. Dia pun menjauh sementara dari Alin karena pembicaraannya sangat penting. Sementara itu, di sana ada beberapa orang yang sedang asik berbicara.
Saat Alin sedang asik memotret ikan-ikan itu. Miranda dan Soraya datang mendekatinya.
"Hei, bocah! Jauhi Ian. Atau kamu akan tahu sendiri akibatnya," ujar Miranda dengan tatapan intimidasi, begitu juga dengan Soraya.
"Maaf ya, Kak. Sepertinya itu tidak bisa karena kita berdua saling mencintai. Sebaiknya Kakak mencari laki-laki yang lain saja. Masih banyak laki-laki single yang belum punya pasangan," balas Alin tanpa ada rasa takut sedikit pun. Dia paling tidak suka dengan wanita yang suka mengganggu hubungan pasangan orang lain.
"Hei, bocah! Kamu berani melawan aku!" bentak Miranda sambil berjalan melangkah semakin menempel pada Alin. Matanya melotot dan tangan mendorong tubuh Alin.
Alin yang pada dasarnya tidak suka ditindas dan selalu melawan, jiwa liarnya bangkit karena di usik oleh Miranda. Dia memasukan kamera digital miliknya ke dalam tas. Lalu balas mendorong tubuh Miranda.
"Berani! Bagiku Kakak tidak ada apa-apanya. Wanita lemah yang suka menggoda laki-laki milik orang lain, dengan penampilan seperti wanita penjajak yang suka bermain dengan hidung belang. Kenapa aku harus takut sama Kakak?" hardik Alin membalas mendorong tubuh Miranda beberapa kali. Kepala dia menengadah karena Miranda lebih tinggi darinya.
Orang-orang di sana langsung memperhatikan keributan yang dibuat oleh ketiga orang perempuan yang kini saling menyerang satu sama lain. Alin dikeroyok oleh Miranda dan Soraya. Akan tetapi dia tidak kalah karena Alin bisa bela diri. Amarah yang memuncak membuat Alin menghajar habis-habisan Miranda dan Soraya sampai babak belur dan darah juga keluar dari mulut keduanya.
Raihan yang kembali ke sana pun sangat terkejut melihat ada kerumunan di tempat tadi Alin berada. Betapa terkejutnya dia melihat ada 2 orang wanita yang sudah terkapar di lantai dengan penuh luka. Sementara itu, istrinya sedang berdiri dalam posisi kuda-kuda untuk menyerang.
"Astaghfirullahal'adzim, Alin!" Raihan langsung menerobos kerumunan orang-orang yang sedang merekam kejadian itu.
__ADS_1
"Ini … apa yang sudah terjadi?" Raihan menatap Alin meminta penjelasannya.
***
Asiah masih mengunci diri di kamarnya. Sampai-sampai membuat Yusuf marah kembali karena kelakuannya. Ini bukan pertama kali dia mengurung diri. Setiap marah Asiah selalu mengurung diri. Dia bahkan selalu melewatkan waktu makannya.
"Asiah, ayo buka pintunya!" teriak Yusuf sambil menggedor pintu kamar dengan kuat.
"Kalau kamu tidak buka juga pintu ini, Ayah akan buka paksa!" lanjut Yusuf dengan suaranya yang keras.
Zulaikha yang ikut berdiri di sana pun ikut merasa cemas. Melihat suaminya yang bisa tenang dan berbicara lembut kini berteriak-teriak, membuat Zulaikha agak takut. Diam-diam dia kirim pesan pada Rayyan. Dia tidak mau kejadian beberapa bulan yang lalu terulang kembali.
"Baiklah kalau kamu tidak mau buka sendiri. Ayah akan membuka pintu kamar ini dengan paksa," ucap Yusuf dan pergi mencari kunci cadangan untuk pintu kamar putrinya.
Betapa senangnya Zulaikha karena Rayyan keburu datang ke rumah. Hanya Rayyan yang bisa mengendalikan mood Asiah.
"Raya, cepat nasehati Asiah agar buka pintunya. Sejak semalam dia mengurung diri," ucap Zulaikha dengan panik.
"Asiah itu sekarang semakin tidak terkendali emosinya," ucap Rayyan sambil menghembuskan napasnya. Emosi Asiah yang labil dan lebih keras kepala dari Raihan ini yang selalu buat dia harus ekstra sabar dalam memberi nasehat.
__ADS_1
***
Apa yang akan terjadi pada Alin atas tindakan kekerasan perbuatannya pada Miranda dan Soraya? Akan kah Rayyan berhasil membujuk Asiah? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kirim Bunga, Kopi, dan Vote juga. Like dan Komentar juga untuk penyemangat aku 🤗🤗.