
Yusuf berjalan bersama William dan salah satu asisten yang akan mendampingi Yusuf nanti. Ketiga orang itu berjalan di lorong menuju salah satu ruangan yang berjajar di lantai 25 khusus ruang rapat para direksi.
"Ishak, mereka sudah tahu kalau ada rapat hari ini?" tanya William karena dia tidak mau kalau ada rapat penting para bawahannya tidak hadir.
"Sudah, Tuan. Bahkan mereka semua sudah hadir barusan," jawab Ishak.
Mereka pun masuk ke ruangan itu. Semua kursi sudah terisi penuh, kecuali ada tiga yang kosong.
"Assalamu'alaikum. Selamat pagi, semuanya!" sapa William begitu masuk.
"Wa'alaikumsalam."
"Selamat pagi."
Semua memberi salam dan mata mereka melihat ke arah wajah orang yang datang bersama William. Ada beberapa orang yang sudah tahu pada Yusuf, dan ada yang baru melihatnya.
"Seperti yang sudah kalian tahu kalau pertemuan hari ini adalah untuk memperkenalkan CEO baru di perusahaan ini. Sebelumnya aku akan mengenalkan siapa beliau ini." Ishak pun mulai memberitahu biodata tentang Yusuf. Riwayat pekerjaan dia.
Yusuf pun maju ke depan dan memberi tahu akan misi dan visi dia untuk perusahaan barunya itu. Dia juga berjanji akan amanah dalam menjalankan tugas memimpin perusahaan yang diembankan kepadanya.
William memberitahu alasan kenapa dia memilih Yusuf sebagai CEO di perusahaan miliknya. Dia juga bilang akan melihat kinerja Yusuf dalam 3 bulan pertama dan 6 bulan setelahnya. Jika, dia merasa puas akan kerja Yusuf maka akan memberikan tanggung jawab penuh dan percaya kepadanya. Namun, jika dalam waktu yang sudah diberikan itu tidak sesuai harapan dia. Maka, Yusuf akan diturunkan dari jabatannya.
***
__ADS_1
Keberadaan Yusuf di sana menjadi buah bibir para karyawan. Terutama karyawan penyuka gosip. Mau itu karyawan laki-laki ataupun perempuan. Bahkan para perempuan yang suka dengan laki-laki yang berparas tampan pasti langsung berusaha menarik perhatian Yusuf saat lewat depan mereka.
"Wuish ... ganteng bener CEO kita kali ini. Bukan Bapak-bapak tua. Ini bikin semangat dalam bekerja," kata salah seorang karyawati di sana.
"Tapi, dengar-dengar dia itu sudah punya istri," ucap yang lainnya.
"Setahu aku, dia itu seorang duda beranak satu. Istrinya itu baru meninggal beberapa bulan yang lalu," ujar salah satu karyawan laki-laki yang kebetulan tahu kepada Yusuf karena pernah bekerja sama dengannya saat masih di perusahaan lama.
"Wah, lumayan dong duda tampan dan masih muda. Kini ditambah lagi punya jabatan tinggi." Wanita cantik berpenampilan seksi itu tersenyum.
***
Yusuf kini duduk di meja yang tertulis nama jabatan CEO. Sesuai keinginan sang istri tadi pagi, dia juga memberi tahu kalau dia sudah menikah dan punya istri cantik.
"Iya. Saya kenal dengannya," balas Yusuf.
"Bagaimana sifat dan karakter orang itu di mata kamu?" tanya William.
"Bilqis itu gadis pemalu yang hebat. Dia selalu berjuang dan pantang menyerah. Dia juga sayang sama keluarganya," jelas Yusuf.
"Hm. Berarti tidak salah menempatkan dia di apartemen itu," gumam William dan tidak terdengar oleh Yusuf.
***
__ADS_1
Zulaikha kedatangan tamu yang tidak dia sangka. Gadis yang pernah jadi saingan cinta dalam memperebutkan hati Yusuf.
"Ada apa Tante Sarah datang ke sini?" tanya Zulaikha dengan nada sinis. Dia sangat kesal saat melihat perempuan yang sudah membuat suaminya dikeluarkan dari perusahaan milik keluarganya.
"Aku ... dengar kamu sudah bertunangan dengan Yusuf," jawab Sarah dengan ragu-ragu.
"Aku dan dia sudah menikah," jawab Zulaikha.
"Apa? Kamu jangan bohong!" pekik Sarah tidak percaya.
"Ini, cincin nikah kami," ucap Zulaikha sambil memamerkan jari manisnya yang dihiasi sebuah cincin bermata satu.
Bagai tersambar petir itu yang sedang dirasakan oleh Sarah. Jantung dia terasa diremas dengan kuat. Sampai dada dia terasa sakit karena sesak.
"Kapan kalian menikah?" tanya Sarah masih tidak percaya.
"Beberapa hari yang lalu. Setelah kami pulang dari Amerika," jawab Zulaikha lagi.
"Bohong!" teriak Sarah.
***
Sarah tidak percaya kalau laki-laki yang di cintai olehnya sudah menikah. Kira-kira dia akan melakukan apa, ya? William sudah berani menanyakan tentang Bilqis kepada Yusuf. Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa kasih Bunga, Kopi, dan Vote juga 🤗 untuk memberikan dukungan kepada aku. Lalu kasih semangat dengan Like dan Komentar juga 😘😘😘
__ADS_1