Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
# Panggilan Sayang


__ADS_3

     Berita pernikahan antara Yusuf dan Zulaikha membuat terkejut semua orang. Apalagi teman-teman sekolahnya. Medsos milik si Gadis Nakal dipenuhi oleh komentar. Salah satunya Bintang yang sedang berada di belahan bumi yang lain. Dia sedang menjaga Yunus yang masih di rawat di rumah sakit.


"Gila, yang benar saja si Zul ini sudah benar-benar ngebet ingin kawin!" pekik Bintang saat melihat foto yang di unggah bahkan ada video.


"Ada apa?" tanya Yunus yang masih berbaring.


"Tuh, lihat majikan kamu! Dia sudah menikah secara agama karena sudah nggak kuat ingin kawin, kayaknya," seloroh Bintang dengan sedikit ngedumel karena dia tunangan saja belum.


    Yunus tertawa kecil. Dia kalau Zulaikha itu pastinya ingin segera halal bagi Yusuf. Dari tatapan matanya saja jika melihat Yusuf, dia itu terlihat ingin memakannya atau menerkam si duda.


"Itu bagus untuknya. Dia itu sudah dibuat mabuk kepayang oleh si duda. Daripada terjerumus kepada hal yang enggak-enggak," ucap Yunus.


"Si Zul itu baru pertama kali jatuh cinta, tapi langsung minta di kawinkan. Sementara aku, harus menunggu dua tahun lagi kalau mau nikah sama Om Aria," rengek Bintang. Yunus hanya tersenyum tipis.


'Apa di mata para wanita itu laki-laki lebih dewasa terlihat mempesona?' tanya Yunus dalam hatinya.


***


     Zulaikha dan Yusuf duduk bersisian. Entah kenapa Zulaikha jadi malu saat ini perasaannya. Apa karena dia tadi begitu ngebet ingin menikah dengan pujaan hatinya. Namun, kini setelah halal malah malu untuk menyentuh tangannya apalagi menatap wajahnya.


"Kamu, bahagia 'kan, Sayang?"tanya Yusuf dengan berbisik. 


"Sangat ... sangat ... sangat bahagia, Om," jawab Zulaikha.


"Kenapa masih panggil aku Om?" tanya Yusuf.


"Lalu aku harus panggil apa?" tanya Zulaikha dengan senyum tersipu malu.


"Ya, terserah kamu dong, Sayang. Aku juga sekarang panggil kamu 'Sayang' coba panggil aku dengan mesra!" perintah Yusuf.


"Aku malu, Om!" Zulaikha menunduk tersipu malu.


"Jangan malu," kata Yusuf memakasa.


"A—"


"A ... Aang saja, bagaimana?" tanya Zulaikha dengan suara pelan. Pipi yang merah merona.


"Ya, nggak apa-apa. Senyaman kamu saja," jawab Yusuf.


    Melihat istrinya yang menunduk terus membuat Yusuf gemas. Rasanya dia ingin menghujani wajah yang merona itu dengan ciuman sayangnya.


"Sayang, angkat wajah kamu. Sini aku suapi!" titah Yusuf.

__ADS_1


    Zulaikha mengalihkan pandangannya ke arah Yusuf dengan senyum malu-malu. Dia mencubit paha suaminya.


"Malu, Ang. Banyak orang yang melihat," bisik Zulaikha.


"Hm, baru sekarang malu. Lalu, kalau tadi merengek ingin menikah, rasanya nggak malu, ya?" goda Yusuf sambil tertawa kecil.


"Aang, kamu yang bikin aku malu setengah mati." Zulaikha menutup wajahnya dengan kedua tangan.


"Itu kenapa Neng Zulaikha?" tanya kerabat Yusuf.


"Katanya malu," jawab Yusuf dan memancing tawa semua orang di sana.


"Pengantin baru itu inginnya cepat-cepat ngamar. Sana bawa istri kamu ke rumah kamu. Di sana tidak ada siapa, Biar Abah Taha di sini saja," ucap istrinya Mang Sholeh dan di iyakan olehnya.


"Zulaikha mau pergi ke rumah aku?" tanya Yusuf. Zulaikha pun mengangguk.


    Yusuf pun pamit kepada semua orang. Dia membawa Zulaikha ke rumahnya yang ada di samping.


***


     Yusuf membawa istrinya ke rumah yang dulu ditempati oleh Asiah. Dia rumah itu banyak foto mereka Yusuf, Asiah, dan wanita  antik yang diduga Aisha.


"Ini ...." Tunjuk Zulaikha pada sebuah pigura foto yang besar menampilkan Yusuf dan Asiah. Mereka duduk bertiga.


"Kini ada aku yang akan mendampingimu," ucap Zulaikha menakup kedua pipi suaminya.


CUP


    Sebuah kecupan Zulaikha layangkan ke bibir suaminya. Ada binar cahaya kebahagiaan di mata Zulaikha dan Yusuf.


    Mantan duda itu kini merangkul pinggang istrinya dengan sebelah tangan. Sementara yang sebelah lagi dia menahan tengkuk. Ciuman mesra yang selama ini mereka inginkan bisa mereka rasakan. *******-******* mereka lakukan dengan lembut, dan keduanya tidak mau kalah. Ingin memberikan yang terbaik untuk pasangannya.


     Kini kedua orang itu duduk di sofa sambil menunggu waktu magrib yang tinggal beberapa detik lagi. Keduanya saling lempar senyum malu-malu.


"Kita wudhu dan berjamaah shalat Maghrib!" ajak Yusuf sambil beranjak ke kamar utama miliknya dulu dengan Asiah.


***


    William mendapat laporan dari Raihan kalau Rayyan sedang di hukum oleh Ayahnya. Maka, dia pun ingin datang untuk mengunjunginya dan memberikan semangat untuk putra dari mantan istrinya.


     Saat dia sedang berada di tengah jalan melihat seorang perempuan di kejar-kejar oleh seorang laki-laki. Perempuan itu berteriak meminta tolong. William merasa kasihan pada wanita itu. Maka, dia pun memundurkan mobilnya, mendekati wanita yang masih dikejar oleh beberapa orang.


"Hei, apa yang kalian lakukan?" teriak William.

__ADS_1


"Ini bukan urusan kamu!" bentak salah orang dari Meraka.


"Mister William, tolong aku!" pinta perempuan berjilbab itu.


'Siapa, ya? Kenapa dia tahu sama aku?' William bertanya-tanya, tapi dia merasa tidak asing dengan wajahnya.


    Perkelahian pun terjadi di antara mereka. Meski di keroyok, hal itu tidak membuat William gentar atau takut. Dia melawan dan membereskan mereka satu per satu. 


    Ternyata bala bantuan mereka datang. Orang-orang yang berpenampilan seperti preman itu membawa pemukul. Ada yang dari kayu atau besi.


"Hei, Bule! Kamu jangan ikut campur urusan aku dengan calon istriku," kata salah seorang laki-laki yang bertubuh tinggi besar.


"Aku menolak perjodohan itu. Aku akan bayar hutang keluarga aku semuanya!" teriak perempuan yang kini berdiri di belakang William.


"Memang berapa hutang yang dia punya?" tanya William.


"Kenapa? Kamu mau membayar hutang keluarganya, hah!" hardik laki-laki itu lagi.


"Katakan saja berapa jumlahnya," balas William.


"Tiga ratus juta! Kamu mau bayar?" bentaknya dan tersenyum meremehkan pada William.


"Bohong! Uang yang diberikan kepada keluarga aku tidak sebanyak itu," elak perempuan itu lagi.


"Katanya kamu bohong! Mana mungkin dia punya hutang sebanyak itu? Untuk apa uang sebanyak itu?" William menatap tidak percaya pada para preman itu.


"Itu kan hutang pokok dan bunganya," balas laki-laki itu lagi dengan seringai meremehkan pada William.


***


Wah siapa tuh yang ditolong oleh William? Zulaikha malu saat ada orang lain. Begitu sudah berduaan dengan Yusuf langsung main terkam saja 🙈🙈🙈. Kira-kira malam pertama mereka mulus nggak, ya?


Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa kasih penyemangat buat aku kasih Bunga, Kopi dan Vote juga. Like dan Komentar juga.


Aku mau promo karya sahabat aku nih. Yuk Meluncur ke Karya-karyanya. Nggak kalah bagus dan seru loh.





__ADS_1


__ADS_2