Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
#Pernikahan Dini


__ADS_3

     Ghazali melihat ke arah sekitarnya, kira-kira ada barang yang bisa dijadikan senjata. Ternyata dua langkah ke arah kanan ada benda yang bisa dijadikan senjata. Dia pun menendang balok kayu yang ada di sana ke arah tulang kering kaki kanan Si Bos. Sampai penculik itu mengerang kesakitan.


"Auuuuw ...! Brengsek!" Si Bos merasa kalau dia pasti akan kalah juga kalau berkelahi. Maka dia pun hendak menggoreskan pisau itu pada Asiah.


"Jangan bergerak! Atau aku akan memberikan sayatan pada bocah kecil ini." Si Bos memberikan ancaman pada Ghazali. Sementara Fatih, dia lupakan.


     Fatih marah mendengar kalau Asiah yang dilukainya. Maka, dia pun lempar balok kayu yang ada di dekatnya ke kepala Si Bos sampai terhuyung karena tidak tahu akan serangan mendadak itu. Asiah pun langsung dia dekap oleh Fatih sedangkan Ghazali langsung menghajar Si Bos.


"Asiah, kamu tidak apa-apa 'kan?" tanya Fatih. Asiah masih shock tidak bisa menjawab.


     Fatih langsung mendekap tubuh mungil itu dan menggendongnya ke luar dari ruangan itu. Dia merasa kalau Asiah ini shock karena banyak kejadian tak terduga yang sudah terjadi hari ini.


"Ghaza bereskan semuanya! Aku pulang duluan dengan anak-anak," perintah Fatih.


"Mereka kirim ke polisi atau ke markas?" tanya Ghazali.


"Polisi saja. Mereka penjahat ecek-ecek," jawab Fatih kemudian berlalu.


     Sesuai perintah dari Fatih, Ghazali menyelesaikan semuanya dalam satu menit. Lalu dia mengumpulkan kelima penculik itu dan menunggu pihak kepolisian datang ke sana.


     Tidak seorang pun yang tahu. Kalau sejak tadi ada Qorun di sana. Dia hendak membawa Asiah. Namun, dia sangat terkejut saat ada dua orang asing yang jago dalam berkelahi. Dia sangat menyadari akan kelemahan dirinya. Kalau sampai berkelahi bisa di pastikan dengan akan kalah. Dia juga curiga kalau orang yang memakai penutup kepala itu pasti ada hubungannya dengan Asiah. Qorun baru tahu ternyata ada anak lainnya yang di culik selain Asiah.


***


     Fatih memangku Asiah dan menggiring kan Adam dan Ibrahim. Dia mengantarkannya ke sekolah setelah mendapat kabar kalau para wali ketiga anak itu ada di Yayasan Al-Huda.


     Asiah yang ketakutan tidak mau lepas dari Fatih. Dia memeluk begitu erat tubuh Ayah si Kembar. Bahkan saat di dalam mobil pun dia tidak mau lepas. Jadinya, Fatih menyopiri mobil sambil menggendong Asiah.

__ADS_1


     Untungnya jalanan lancar tidak macet karena belum masuk jam makan siang. Dalam waktu 10 menit, mobil Fatih sudah sampai di halaman Yayasan Al-Huda.


     Kedatangan mereka disambut dengan suka cita oleh ketiga wali anak yang di culik. Polisi, keluarga korban, para penanggung jawab Yayasan Al-Huda. Semua ada di sana.


"Ayah!" Si Kembar berlari ke arah Fatih ketika dia turun dari mobilnya bersama anak-anak korban penculikan.


     Penampilan langka dari seorang Fatih yang berseragam Tim Keamanan Keluarga Hakim. Membuat semua mata terpana memandang pria berwajah bule campuran itu dengan rasa kagum. Tubuh tinggi dengan bentuk badan proporsional terbalut seragam yang menampilkan kegagahannya.


"Ya Allah, itu Om Fatih ganteng dan gagah banget pakai baju itu!" seru Zulaikha.


"Aku juga punya seragam seperti itu. Hanya Tim Khusus yang punya," seloroh Yunus bangga karena dia juga termasuk salah seorang pasukan khusus itu.


"Aku tidak tanya sama kamu!" ujar Zulaikha dan pergi menghampiri Yusuf yang sudah berjalan ke arah Fatih untuk bertemu dengan Asiah.


     Yusuf menangis haru saat melihat Asiah baik-baik saja. Dia langsung mengambil alih putrinya itu. Tidak peduli rasa sakit yang dia rasakan di tangan kanannya.


"Om, sini biar Asiah aku gendong!" pinta Zulaikha dan mengambil alih Asiah dari gendongan Yusuf.


"Iya, Pak Yusuf. Ini harus aku lakukan demi masa depan—eh, maksud saya ..., sudah sewajarnya kita saling menolong," balas Yusuf. Tadinya Fatih mau bilang demi masa depan anaknya dan juga permintaan istri tercinta, dia rela terjun langsung menyelamatkan aset masa depan keturunan keluarganya.


"Om Fatih, ganteng banget! Pantesan Tante Mentari bilang sering dibuat kelepek-kelepek kalau sudah dipeluk. Jadi ngiler lihat bentuk tubuh ini," ujar Zulaikha tanpa rasa malu. Fatih hanya senyum tipis saja menanggapi ucapan Zulaikha.


"Hem ... Hem!" Yusuf berdeham dengan keras.


"Kenapa, Om. Sakit? Mana yang sakit!" Zulaikha panik dan menurunkan Asiah.


     Rayyan langsung memeluk Asiah. Kedua bocah itu saling berpelukan dan menangis haru. Seperti biasa Raihan bagian mengusap punggung Asiah.

__ADS_1


"Asiah, kamu tidak apa-apa 'kan? Apa ada yang terluka?" Tanya Rayyan masih memeluknya.


     Fatih membelalakkan matanya dan berkata, "Astaghfirullahal'adzim, Raya! Kamu tidak boleh memeluk anak gadis orang seenaknya!"


"Kenapa, Yah? Kita masih kecil belum baligh. Jadi, nggak dosa." Rayyan bicara seenak jidat sendiri.


"Iya. Tapi, kalau kamu sering lakukan itu ..., nanti jadi kebiasaan. Bagaimana kalau terus terbawa sampai kalian besar?" Fatih gemas sama tingkah Rayyan. Kalau Mentari tahu bisa-bisa dia diomeli lagi.


"Ya, nikahkan saja kita biar nggak berdosa!" balas Rayyan.


     Yusuf dan Fatih terkejut, shock, mata terbelalak, mulut menganga, dan kepala terasa pening. Bocah berumur 4 tahun sudah tahu nikah.


"Ya Allah, ampuni hamba-Mu ini!" gumam Fatih. Rasanya dia ingin nangis gara-gara anak bungsunya itu.


     Berbeda dengan Yusuf, dia bicara dalam hatinya, 'Aku harus jauhkan dulu Asiah sama Raya. Bagaimana jika nanti dia mengajak Asiah nikah?' 


"Asiah, kamu mau 'kan nikah sama aku?" tanya Rayyan sambil menatap wajah Asiah.


"Rayyan!" Fatih memanggil nama anaknya dengan nada tinggi.


     Rayyan menatap Ayahnya dengan mata berkaca-kaca. Fatih pun berjongkok di depan anaknya.


"Kamu nggak boleh begitu, Sayang. Ingat ucapan laki-laki kepada perempuan itu adalah janji. Saat ini kamu masih kecil. Seharusnya cari ilmu sebanyak-banyaknya. Agar kamu menjadi laki-laki yang pantas untuk Asiah saat besar nanti. Menikah itu bisa dilakukan kalau kalian sudah mampu. Jangan asal bicara dan ngajak nikah anak gadis orang. Padahal kamu belum mampu apa-apa," ucap Fatih dan menghapus air mata anaknya. Rayyan pun memeluk leher Fatih dan mengucapkan kata maaf.


"Aduh si Om Fatih menyindir aku. Aku selalu ngajak nikah sama Om Yusuf. Padahal aku belum mampu menjadi seorang istri yang sholeha," gumam Zulaikha dengan hati terasa menohok.


'Syukurlah, Ayahnya si Kembar memberi tahu. Bisa-bisa Asiah melakukan pernikahan dini lagi nantinya kalau nggak di beri tahu dari sekarang,' batin Yusuf.

__ADS_1


***


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga ya. Dukung aku terus. Terima kasih.


__ADS_2