
Bilqis dan Maria di antar oleh Zakaria ke tempat kontrakan yang terkenal murah. Namun, jika beruntung bisa dapat kalau nggak beruntung harus mencari yang lainnya lagi.
Kebetulan Zakaria mengenal beberapa orang yang tinggal di sana. Dia menanyakan apa ada kontrakan yang masih kosong. Rumah kontrakan itu terdiri dari 5 jalur dan setiap jalur kontrakan ada 20 kamar kontrakan. Total semuanya ada 100 unit. Mereka bayar tiap bulan setelah gajian. Jika tidak mampu maka akan langsung di depak saat itu juga. Dengan sudah dikasih harga murah, pemilik tidak mentolelir keterlambatan pembayaran. Kecuali saat gajian tertahan oleh pihak perusahaan, si pemilik kasih keringanan.
"Ada satu kamar yang kosong. Kebetulan tadi siang pergi karena sudah dapat mes dari perusahaan," kata seorang wanita berbadan gemuk dengan jari-jari tangan dipenuhi cincin emas.
"Saya akan bayar satu bulan dulu, Mih. Kalau Ibu betah di sini kedepannya akan saya perpanjang," balas Bilqis.
"Iya, silakan. Apa ada barang yang kalian bawa? Maaf ya, biar tidak ada kecurigaan. Aku tidak mau kontrakan ini dipakai untuk yang tidak benar atau dipakai hal yang buruk. Apalagi di sini laki-laki berbaur karena ada yang sudah berkeluarga ada yang masih singel. Bahkan jika tinggal bersama temannya, aku pastikan kalau mereka itu bukan pasangan sesama jenis. Aku nggak mau tempat usaha aku jadi tempat maksiat," jelas wanita yang sering dipanggil Mamih sama penghuni kontrakan.
"Apa di sana tidak ada kasur atau alat masak?" tanya Bilqis.
"Tidak ada apa-apa, semua barang harus milik pribadi. Aku tidak menyediakan barang-barang kebutuhan penghuni. Kalau mau kalian bisa pesan ke toko saudara aku, nanti mereka akan mengirimkannya ke sini," kata Mamih.
"Baiklah. Aku pesan kasur, alat masak dan perlengkapan mandi," balas Bilqis.
***
Tidak sampai 15 menit datang sebuah mobil membawa kasur single dan beberapa pesanan tadi. Bilqis merogoh uang sebanyak 2 juta untuk uang kontrak dan perabot, serta uang makan untuk Maria.
"Mih, apa ada lowongan kerja kira-kira untuk Ibu. Agar Ibu bisa menghasilkan uang untuk keperluan dia sehari-hari nanti," ucap Bilqis pada Mamih.
"Kalau mau dan bisa memasak aku kenalkan sama tukang warung makan di depan sana," balas Mamih.
"Iya, Mih. Saya mau. Asal aku bisa makan dan dapat uang," kata Maria.
__ADS_1
Bilqis setidaknya merasa tenang karena ibu tirinya itu tidak berkeliaran di jalanan lagi. Apalagi pemilik kontrakan bisa diajak kerja sama.
"Ibu jaga diri. Jangan lupa makan. Kalau uang kontrakan biar Bilqis yang bayar tiap bulannya," kata Bilqis saat hendak pergi.
"Iya. Terima kasih, Bilqis. Ibu tidak tahu harus bilang apa lagi," ujar Maria sambil terisak.
***
Saat pulang Bilqis di antar oleh Zakaria. Namun, laki-laki itu tidak membawanya pulang. Malah mengajaknya makan malam terlebih dahulu di rumahnya.
"Nak Bilqis, akhirnya kamu ke sini lagi. Kenapa kamu jarang main ke sini? Apa pekerjaan kamu sangat banyak sehingga sibuk? Ibu kangen sama kamu," kata Hafsah—Ibunya Zakaria.
"Maaf, Bu. Bilqis memang sedang sibuk belakangan ini. Asma juga sama sedang sibuk. Apalagi dengan Pak Zaka, dia paling sibuk dibandingkan kita semua," balas Bilqis. Dia dan Ibunya Zakaria sudah beberapa kali bertemu.
"Apa kamu mau jadi mantu ibu?" tanya Hafsah tiba-tiba dan membuat Bilqis tersedak.
***
BRUG!
"AWW … kalau jalan lihat-lihat dong!" Sarah terdorong ke belakang dan hampir jatuh. Untungnya tangan kokoh itu berhasil menarik tangan dan pinggangnya yang ramping. Sehingga kini dia dalam dekapan laki-laki yang menabraknya.
"Maaf Nona Sarah, aku sedang terburu-buru. Permisi," kata laki-laki bertubuh tinggi dan atletis. Laki-laki itu pun berlari kembali.
"Siapa dia? Kenapa tahu nama aku?" Sarah masih memperhatikan laki-laki berkulit eksotis itu masuk ke sebuah mobil.
__ADS_1
"Ganteng," gumamnya sambil tersenyum.
***
William kembali mendatangi dokter andrologi, dokter yang menangani masalahnya. Dia konsultasi kembali dan melakukan tes lagi.
"Aduh ... ini akan sangat memalukan jika aku benar-benar hilang keperkasaan sebagai pria," gumam William.
Ada pesan masuk dari Rania.
[Daddy, tadi aku sudah bilang sama Mommy Bilqis kalau Minggu depan kita akan jalan-jalan. Dia sangat senang. Daddy jangan lupa! Kalau lupa nggak boleh datang lagi ke Indonesia!]
William tersenyum geli, ancaman bocah 5 tahun 6 bulan 7 hari itu selalu bikin dia tertawa.
"Kamu ini kayak Kakak kamu saja. Suka mengancam dengan hal yang aneh. Aku rindu pulang ke Indonesia. Tidak sabar menunggu satu Minggu lagi," ucap William.
William terkejut saat melihat status milik Bilqis.
"Apa-apaan dia ini?"
***
Status apa ya yang membuat William terkejut 🙊🙊 Zulaikha lagi indehoy sama Aang Yusuf mumpung Asiah nggak ganggu 😆😆. Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu kasih dukungan buat aku dengan kirim Bunga, Kopi, dan Vote juga. Kasih Like dan Komentar untuk membuat aku semakin bersemangat 🤗🤗🤗
Visual Kakek Willi
__ADS_1